Disclaimer : Sesungguhnya Tuhan tidak tidur, jadi jangan copas seenak jidat.. *deathglare*
Part 1 come.....
******
Park Ha Na
POV
Aku
mengendap-endap di depan dorm Super Junior. Tanganku asyik menari membubuhkan
tanda tangan serta pesan untuk oppadeul Super Junior. Ah mungkin aku perlu
mencantumkan nomor ponselku. Ah jangan,
Disclaimer: FF ini murni hasil kucuran keringat
saya (?) dilarang COPAST.
Soundtrack: Super Junior - Coagulation
Yesung - True Love Is Sick
Super Junior - From You
From Author :
Sebelumnya saya minta maaf jika cerita ini kurang berkenan di hati readers.
Cerita ini hanyalah imajinasi saya. Cerita ini saya dedikasikan untuk rasa
cinta ELF yang begitu besar pada oppadeul. Juga hadiah kecilku untuk nae nampyeon #Plak
yang tahun ini merayakan anniversary ke 29. Chukkae \(^.^)/ Mari kita
sama-sama berdoa semoga Super Junior bisa kembali ber 13 eh ber 15 kan? Dan Yesung oppa tetap sehat dan mencintai ELF terutama Clouds setiap saat. Amin. Agar
feelnya lebih dapat, silahkan putar lagu soundtrack saat ada tanda Play
soundtrack di FF. Gomawo ^^. HAPPY READING!!
0o0
Author POV
‘Tek.... tek...
tek’
Suara pelan
beradunya kuku dengan meja persegi seperti ingin memecah kesunyian. Dua orang
pria dewasa, saling menatap dengan mata seakan menghunus ke arah bintik kuning
lawan bicaranya. Satu menit, dua menit, hingga hampir lima belis menit ruangan
mewahtersebut senyap.
Disclaimer : FF
ini murni hasil kucuran keringat saya (?) dilarang COPAST.
Soundtrack :
Huhgak - The Person Who Once Love Me
Super Junior - Storm
saya mungkin akan hiatus dulu dari dunia perblogan dan per FF an. karena saat ini saya tinggal di asrama dan tugas kuliah menumpuk. jadi mohon maaf. jika ada waktu pasti akan kupost kembli cerita cerita tak jelasku...
owh iya, dilarang COPAST. karena ada FF saya yang di CoPast orang lain, meski hanya 2 paragraf, tapi itu tetap asil olah pikir sya. jadi mohon untuk menghargai ya.
Agar feelnya lebih dapat, silahkan putar lagu soundtrack saat ada tanda Play
soundtrack di FF. Gomawo ^^. HAPPY READING!!
1313131313131313131313
PROLOG
Gemuruh teriakan
beberapa nama memenuhi gedung besar tempat terselenggaranya konser akbar hallyu
besar Korea. Cahaya yang keluar dari tongkat kecil berwarna biru telah menyulap
gedung yang gelap gulita menjadi lautan Biru Safir.
Disclaimer : Tak ada
kata menjiplak, jadi FF ini adalah hasil olah pikir otak saya yang rada
bermasalah karena terlalu banyak berimajinasi. Apalah.
Tok tok tok...
Hy readersdeul. Akhirnya saya
bisa berhasil menyelesaikan FF ini hingga tak terbengkalai. Banyak FF project
dalam kompi yang terbengkalai. Tapi yang udah di publish, kebanyakan bisa ampek
selesai kok. ^^ Keep RCL. HAPPY READING
!!!
13131313131313131313
Author POV
“Kau membuatku malu oppa.
Kenapa kau cerewet sekali. Sebenarnya yang hamil aku atau kau,” Ha Mun
menggerutu saat memasuki rumahnya. Di belakangnya, Heechul terengah-engah
menyusulnya. Lagkah Ha
Title : Help Me To Be A Normal (Part 5-END)
Author : Santi Aprilliani
Length : 5 of 5
Genre : Rommance
Rating : PG 17
Cast : Cho Kyuhyun Seohyun SNSD Nick (oc)
Lee
Dong Hae
Beberapa
artis akan lewat sebagai cameo
Disclaimer : Semua cast adalah
milik Tuhan. Saya hanya meminjam nama dan bayangan mereka yang melayang-layang
di otak saya. Tapi kalau cerita, murni milik saya. Jadi DON’T BE A COPYCAT,
DON’T BASH. If you aren’t like it, then just ignore my story. (weleh
keminggris,wkwkwk)
Annyeong.....
Pada
penasarankah dengan kelanjutan HMTBAN? *tidaaaakkk*
Kali ini
saya bawa endingnya. Kupikir endingnya akan panjang, eh ternyata pendek juga.
Hihihi. Ya sudah, HAPPY READING !!! R C L !!!
131313131313
Kyuhyun POV
Aku pulang
dengan lesu. Sudah tak ada harapan lagi. Keinginanku untuk menjalani kehidupan
bersama Seohyun, musnah sudah. Mengapa di saat aku ingin menjalani kehidupan
sebenarnya, semua terasa susah. Aku ingin menjalani kehidupan normal layaknya
namja lainnya. Aku ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia. Tapi mengapa
terasa begitu sulit.
Kuparkir
mobilku di garasi. Kulihat mobil haraboji di garasi juga, itu artinya haraboji
di rumah. Napasku terasa berat. Aku berjalan menuju rumah dengan gontai.