8.25.2012

[FF] I'm ELF But I'm Still Ur GF/Part 1


Title : I'm ELF But I'm Still Ur GF/Part 1
Genre : Rommance, comedy (lilte)
Rate : PG 13
Cast : Park Ha Na (OC)
         Jonghyun
         All Member SHINee
 Disclaimer : Sesungguhnya Tuhan tidak tidur, jadi jangan copas seenak jidat.. *deathglare*

Part 1 come.....

******

Park Ha Na POV

Aku mengendap-endap di depan dorm Super Junior. Tanganku asyik menari membubuhkan tanda tangan serta pesan untuk oppadeul Super Junior. Ah mungkin aku perlu mencantumkan nomor ponselku. Ah jangan,
nanti ada yang mengerjaiku lagi. Semoga saja mereka membaca pesanku. Terutama Yesung oppa, ah nomu kyeopta.

“Yaa, apa yang kau lakukan,” sebuah suara mengagetkanku. Di depanku sekarang berdiri namja yang umurnya sepertinya beberapa tahun di atasku.
“Kau menggangguku saja. Pergi, kau tak tau aku sedang sibuk,” pandanganku kembali tertuju pada tembok di depanku. Tiba-tiba dia merebut pulpenku dan mematahkannya menjadi dua. Aish apa-apaan ini.
“Yaa, neo jullae? Kenapa kau menggangguku,” aku melotot pada namja menyebalkan ini.
“Dilarang mengotori tembok. Lagipula kau sepertinya anak sekolahan. Kenapa kau berkeliaran di sini?” dia menarik tanganku dan mendorongku masuk lift. Aku balik mendorongnya, tapi dasar dia namja, tenaganya lebih besar. Aku ditariknya keluar dari apartement itu. Dia memasukkanku ke mobil, tak peduli dengan teriakan maupun rontaanku. Aku terus berteriak saat dia mulai mengemudikan mobilnya, berharap dia akan melepaskanku. Entah kenapa aku jadi takut jika orang ini adalah penculik. Bagaimana kalau aku nanti di sekap di gudang es, lalu saat aku sudah mati, aku akan dibuang di lautan dan menjadi santapan ikan paus. Terbayang headline Koran “Tulang berceceran serta daging tercabik di laut Korea Selatan”. Aish, kalau aku memang harus mati, kenapa sama sekali tak keren.

‘Ciiit’
‘Dugh’
‘Aww’

Lamunanku terhenti saat mobil yang kutumpangi berhenti mendadak. Eomma....... tolong putri cantikmu. Aku akan menjadi santapan paus. Aku memijit jidatku yang aku yakin sudah membenjol sebesar kentang.
“Yaa, ahjussi. Kau mau membunuhku?” kupukul dia menggunakan tasku yang lumayan berat.
“Neo !!! Aish, pergi. Ini tempatmu kan. Bagaimana bisa yeoja sepertimu tengah berkeliaran di bukan tempatnya pada jam belajar. Kau akan kuadukan kalau begini lagi, arratji,” dia menoyor kepalaku keras membuatku hampir terjatuh. Ish, apa dia tak tau, tubuhku ini sangat berharga. Hanya Yesung oppa yang boleh memperlakukan tubuhku seperti ini. Jangankan ditoyor, dipukul pun aku mau, asal sama Yesung oppa. Apa aku terlalu mengkhayal?
“Yaa yaa, sekarang kau tersenyum-senyum sendiri? Apa jaringan otakmu sudah aus semua? Apa aku sudah membawa orang gila,” aku melotot mendengar perkataannya. Dia pikir aku yeoja gila? Ah itu benar, aku memang gila, tergila-gila oleh yesung oppa. Kekekeke. Omo, kenapa dengan namja ini? Dia terus mendekatiku. Apa ada yang salah dengan wajahku? Sudah tak ada tempatku untuk menghindar. Dia terus mendesakku. Suasana ini... Suasana ini seperti di drama itu. Ya Tuhan, bahkan desahan napasnya bisa kudengar. Eomma eottohke? Aku tak berani melihat apa yang akan terjadi. Kututup erat mataku. Bahkan menelan ludah pun tak dapat mengurangi kegugupanku.
‘Cklek’
Eh?
“Yaa, kenapa kau menutup matamu. Kau pikir aku akan menciummu eoh?” Bingo !! Aku merasa kini api telah menjalar di pipiku. Kau memang memalukan Ha Na ah. (Baru nyadar neng?)
Dengan cepat aku keluar dari mobil namja -yang telah mengobrak-abrik rencanaku- itu.

‘Srat’
‘Klik’

Aku tersentak saat dia menarik lenganku cepat. Aku masih menutup mataku karena masih silau terkena cahaya blitz. Blitz? Dia memotretku?
“Apa yang kau lakukan. Dasar maniak. Berikan ponselmu,” aku terus berusaha merebut ponselnya. Tapi apa daya, dia malah mendorongku keluar mobil dan menutup keras pintu mobilnya. Dia melajukan mobilnya meninggalkan asap tipis TEPAT di depan wajahku. Awas saja kau maniak. Kau belum kenal yang namanya Park Ha Na. (emank kapan kenalan, Ha Na aneh)
Sekolah sudah sepi. Aku yakin sudah terlambat untuk masuk. Kulirik jam tanganku. 08.30 KST. Benar kan aku terlambat -sekali-. Daripada nanti mendapat ocehan dari Han songsaengnim, lebih baik aku pulang dan melanjutkan membuat syal untuk Yesung oppa.

0o0

Jonghyun POV

Lagi-lagi ada fans yang mencoret dinding dorm. Aigoo~ aku tak habis pikir. Bagaimana caranya mereka  bisa masuk sini, terlebih anak sekolah. Yeoja tadi aneh sekali. Mana mungkin dia tak mengenaliku? Hey aku SHINee. Siapa yang tak kenal dengan nada melengkingku. Dasar anak sekolahan aneh.
Melihat dari seragam yang dia pakai, aku langsung tau kalau dia satu SMA dengan keponakanku. Ya, SMA.... Tapi anehnya, dia tak mengenaliku? Padahal dia menyukai Super Junior yang notabenenya satu manajement denganku. Sebenarnya yeoja tadi hidup dimana?

‘Drrtt drrt’

From : Onew hyung
Jongie ah, eodiga? Bukankah kau kusuruh menemui Yesung hyung. Kenapa kau malah menghilang?

Omona, aku lupa. Jonghyun pabo. Aish, gara-gara yeoja tadi.

0o0

Park Ha Na POV

“Hae Jin ah”
Kupanggil teman sekelasku yang telah sampai di dekat gerbang sekolah. Dia juga ELF, sama sepertiku.
“Aa.. Ha Na ah, waeyo?” dia berhenti, menungguku. Aku menepuk pelan bahunya, hal yang biasa kulakukan padanya.
“Mau pulang bersama?” kurangkul pundaknya erat. Dia mengembangkan senyumnya.
“Kajja,” dia mengedipkan matanya membuatku terkikik geli.
“Kau tak ikut lihat SHINee? Bukankah yeoja di sekolah kita sekarang tengah berbondong-bondong untuk ikut fanmeeting di dekat sekolah kita,” aku berhenti sejenak.
“Aku ELF. Aku tak ingin menghianati oppaku. Aku tak peduli pada siapapun kecuali Super Junior oppa. Arrasse !!” aku menepuk punggungnya pelan untuk memastikan dia mengerti perkataanku. Dia mengangguk setuju. Itulah namanya fans sejati.

‘Srat’

Aku terlonjak saat sebuah tangan menarikku. Mataku menangkap sosok namja dengan wajah terbungkus mantel tebal dan masker.

“Nu. Nuguya...”

0o0

Jonghyun POV

“Song Wu ah”
Kuambil buku yang tengah dia baca.
“Hyung, aku harus belajar. Cukup kau menggangguku,” dia mencoba merebut bukunya. Tapi karena dia kalah tinggi dariku, akhirnya dia hanya bisa mendengus kesal. Dia terus mengomel seperti burung beo.
“Arrasseo hyung. Namanya Park Ha Na,” dia melototkan matanya padaku. Kudekap bukunya. Hari ini aku ke  rumah Song Wu, keponakanku, untuk menanyakan tentang yeoja kemarin.
“Ceritakan lebih banyak,” aku terus mendekap bukunya. Sepertinya dia mulai menyerah.
“Sudahlah hyung, dia tak akan menyukaimu. Yang ada dipikirannya hanyalah Super Junior. Tak ada yang lain selain Super Junior. Dia tak mau mengenal artis lainnya. Kami semua tau kalau dia sangat tergila-gila dengan boyband itu,” aku menatap heran Song Wu. Mana mungkin.
“Yaa, jangan bercanda. Kami SHINee. Siapapun tau kami, bahkan kami punya Shawol yang tersebar di seluruh dunia. Kau jangan bercanda,” kujitak kepalanya karena kesal.
“Appo hyung, buktikan saja sendiri. Aku yakin Ha Na sekarang masih di sekolah meributkan Super Junior bersama Hae Jin,” aku menyeringai. Kulempar bukunya dan aku buru-buru kabur sambil tertawa. Dapat kudengar dia marah-marah di belakangku. Hahaha.
Kulajukan mobilku ke sekolah Song Wu yang jaraknya lumayan dekat. Kulihat sekolah mulai sepi karena beberapa muridnya telah pulang. Dengan penyamaran lengkap, aku keluar dari mobilku. Mataku menelisik ke area sekolah yang luas, dan aku menemukan dua yeoja yang tengah berjalan menuju gerbang. Ah, jadi dia hampir pulang. Dia terlihat asyik berbincang dengan temannya. Aku menghampirinya. Kutarik tangannya. Dia terlihat kaget.
“Nu... Nuguya...”
Dia terlihat sangat takut. Aku tertawa kecil di balik maskerku. Karena dia tak kunjung bergerak, aku menggendongnya dan berniat memasukkannya ke dalam mobil. Dia meronta-ronta dan berteriak hingga menarik perhatian orang di sekitarnya.
“Mianhamnida, dia yeojachinguku. Kami bertengkar,” aku sedikit membungkuk pada mereka. Setelah berusaha sedikit, aku berhasil memasukkannya ke dalam mobil. Kulajukan mobilku pelan. Aku menatap Ha Na yang bersembunyi di balik tasnya.
“Ahjussi jebal, aku tak punya apa-apa. Aku hanya murid biasa. Jangan culik aku. Aku masih muda. Bahkan aku belum bertemu Yesung oppa dan menikah dengannya,” tatapan matanya terlihat sendu. Seketika tawaku meledak. Dia terlihat bingung. Dengan satu tangan, aku melepas masker dan kacamataku.
“NEO !!” seketika dia menunjukku dan terlihat kesal. Aku sedikit memelankan laju mobilku.
“Waeyo? Kau terkejut. Apa baru sadar aku siapa?” aku tersenyum-senyum percaya diri. Dia pasti sangat senang sekarang karena bisa semobil denganku.
“Memang kau siapa? Aku kita  saling mengenal?” wajah polosnya membuatku ingin meremasnya.

‘Ciitt’

TBC

hahahaha pendek ya? RCL bakal lanjut !!! *maksa*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar