5.14.2012

[FF] I Can't Lose Of You/Sequel SJ Couple/Sequel KyuCin

Judul      : I Can't Lose Of You (Sequel SJ Couple)
Author   : Santi Aprilliani
Genre    : Friendship, Rommance, Sad
Rate      : PG 15
Cast      : Uri Kyuhyun as Himself
               Cinta (oc)
               Choi Minhwan as Himself
               Adly as Cinta Brothers (oc)
               Super Junior other member



Annyeoongg...  sebelum saya lanjutin couple selamnjutnya, aku kasih FF lanjutan dari kisah KyuCin couple yak. sebelum baca FF ini, sebaiknya readers sudah membaca FF "My Love Just For Cinta" agar gak bingung. hehehe. ya sudahlah, mari kita langsung ke TKP !!!! >RCL RCL< *disini author POV semua*


*******

I CAN’T LOSE OF YOU


----

Hari minggu ini Cinta berkunjung ke SM Entertainment. Dia sangat merindukan Kyuhyun, telah 3 minggu lebih dia pergi ke Swedia karena mengunjungi adiknya yang tengah study banding ke sana.

“Pagi direktur.”, seorang karyawan menyapanya dan Cinta hanya mengangguk kecil. Di kejauhan dia melihat Kyuhyun bersama anggota lainnya tengah mengobrol dengan produser. Dengan segera Cinta menghampirinya. Semua menganggukkan badan saat melihat Cinta. Dengan anggun Cinta membalasnya.
“Tuan In Woo, apakah semua member grup baru yang kita rencanakan telah mengalami perkembangan? Sejauh mana rencana berjalan?”, Cinta berkata dengan anggun.
“Sejauh ini mereka telah mempersiapkan lagu untuk album perdana mereka.”, In Woo menjelaskan.
“Baik, bawa data perkembangan mereka kepadaku. Dan bagaimana dengan kalian? Kenapa kalian begitu lama mengeluarkan album baru. Mana kemampuan kalian. Kalian di sini bukan hanya untuk menjadi tenar. Jangan lengah, kalian harus menganggap bahwa tak ada sedikitpun yang mengenal kalian. Dengan begitu kalian akan tetap bekerja keras. Kalian mengerti?”, tegas Cinta pada semua anggota SuJu. Semua hanya mengangguk kecil.
“Hmmh, baik. Selamat pagi.”, dan tanpa berkata apa-apa lagi, Cinta berlalu. Tapi beberapa detik kemudian dia berbalik. “SuJu, ikut aku.”
Dan tanpa berbasa basi lagi SuJu mengikuti langkah Cinta menuju ruang latihan. Semua terdiam. Cinta bengong.
“Yakh, kenapa kalian diam saja? Apa semua baik-baik saja?”, kata Cinta heran.
“Siapa kamu sekarang? Elf atau Direktur?”, Heechul bertanya dengan sedikit kesal. Sebelum Cinta sempat menjawabnya, Kyuhyun melangkah dan memeluk Cinta.
“Aku tak peduli siapa kau sekarang. Tak bisakah kau memelukku dan menyapaku dengan manja saat kita tadi bertemu.”, Kyuhyun berbisik. Kontan saja Cinta kaget.
“Lepaskan donk. Kau tak tau di sini begitu banyak orang.”, Cinta berusaha memberontak. Semua anggota menghela napas dan duduk di lantai. Mereka tersenyum sendiri karena melihat tingkah Kyuhyun. Selang beberapa detik kemudian, Kyuhyun melepas pelukannya dan ikut duduk di lantai. Dia tertawa gembira. Cinta yang berdiri sendirian dibuat bingung.
“Cinta a, tadi kamu galak sekali.”, Sungmin berkata pelan.
“Hahahaha. Kalian lupa, aku kan atasan kalian. Sudah sewajarnya aku bersikap begitu. Tapi jika hanya di depan kalian, aku akan menjadi Cinta biasa. Eh kenapa kalian ngotot sekali sih bahwa aku adalah Elf. Mana aku pernah bilang?”, Cinta berkata sembari melangkah menuju pintu. Dia mengunci pintunya. Kemudian dia berjalan menuju sofa. “Aku sangat capai. Bisakah kalian menghilangkannya? Aku hanya berniat menjenguk adikku di Swedia, namun ternyata malah sampai membantu adikku di sana. Aku sungguh capai.”
“Eh kenapa bukan kamu saja yang menyanyi. Bukankah kamu telah sering mendengar kami menyanyi. Kenapa kamu tak pernah mencoba menyanyi. Nyanyilah.”, Eeteuk berkata iseng, lalu tertawa.
“Kamu gila? Aku tak bisa.”, Cinta tentu saja kaget.
“Kenapa enggak?”, Siwon ikut mendukung ide gila Eeteuk.
“Ayolah menyanyi untuk kami.”, Eunhyuk pun ikut bicara.
“Yaa, bukankah dia sudah bilang tak mau?”, Kyuhyun melotot pada mereka.
Beberapa saat kemudian mereka berdebat.

“…….Saranghae geudae dunun chaeul su itdamyeon
Saranghae geudae naeda jultendege useum boyeojundamyeon
Jeogi byeolbitmajeodo modu gajyeo
Saranghae ireon nae mam jeonhal su itdamyeon
Saranghae geudae geumam gareuchyeo jundamyeon
Na modu darmagalkkeyo
Love you love you love you yeongwonhi…..”

Cinta mengakhiri nyanyiannya sambil tersenyum. Semua member terkesan.
“Kenapa kau tak pernah bilang suaramu bagus.”, Eeteuk berkata dalam keterpesonaannya.
“Yaak, kenapa kau tak buat album sendiri saja?”, Shindong menimpali.
“Hahaha, buat apa. Mana bisa? Meskipun aku sangat suka bernyanyi, tapi bernyanyi bukanlah pilihan hidupku. Dalam keluargaku hanya ada bisnis. Ayahku tak pernah mengijinkanku bernyanyi di tempat umum. Oh iya, aku ingin mengajak kalian semua ke suatu tempat. Ada seseorang yang ingin aku kunjungi.”, Cinta berkata sambil beranjak berdiri. Tanpa berkata apa-apa lagi dia membuka pintu dan bergegas keluar. Semua kaget, namun buru-buru mengikuti langkah kaki Cinta. Saat keluar dari tempat latihan, Cinta menjelma kembali menjadi direktur yang anggun. Sebuah tempat yang sangat sejuk. Pohon masih berdiri di sana-sini. Cinta melangkah diikuti lainnya. Sebagian dari mereka memakai kacamata hitam, sebagian merubah total penampilannya dan sebagian lagi memakai topi yang menutupi wajah mereka. Cinta hanya geleng-geleng kepala melihat mereka. Sampailah mereka di lapangan cukup luas. Terdapat sebuah panggung kecil di tengah lapangan. Rupanya itu adalah acara pentas menyanyi yang di adakan oleh salah satu SMA. Cinta duduk diikuti kesepuluh anggota Suju yang sekarang telah menjelma bagaikan segerombolan detektif.


*******

Setelah selang beberapa waktu, muncullah seorang murid cowok yang lugu. Setelah membungkuk, dia mulai menyanyi. Dia menyanyikan lagu SuJu yang berjudul “The one I love”. Suaranya sangat bagus. Begitu selesai bernyanyi, gemuruh tepuk tangan menggema.
Diikuti oleh anggota SuJu, Cinta melangkah menuju belakang panggung. Dia meminta bertemu dengan murid tadi. Begitu mengetahui bahwa Cinta adalah pemilik SM Entertainment, orang itu cepat-cepat memanggil muridnya tadi.
“Apakah ada yang bisa saya bantu?”, Murid itu membungkuk.
“Ya, tunjukkan padaku tempat yang indah di sini.”, kata Cinta sambil tersenyum.
Murid itu mengangguk dan berlalu.
“Bibit yang sangat bagus bukan?”, Cinta berbisik pada Eeteuk sambil mengedipkan mata. Kyuhyun yang melihatnya sedikit jengkel.
Beberapa menit mereka berjalan dan sampailah pada sebuah ladang yang menghijau. Mereka terus berjalan hingga sampailah mereka di bawah pohon besar. Di bawahnya juga terdapat gubuk. Murid itu tersenyum.
“Di sinilah tempat favorit saya.”, dia berkata sambil bergegas duduk. Cinta mengikuti apa yang diperbuat murid itu.
“Hmm, sejuk sekali di sini. Apakah kamu sering berlatih di sini?”, Cinta berkata sambil menerawang.
“Ya begitulah, aku sangat suka bernyanyi. Aku sangat suka Super Junior, terlebih pada Ryeowook. Aku kagum padanya.”, dia berkata sambil menunduk.
“Benarkah? Kau kagum padaku.”, Ryeowook berkata reflek. Kontan saja murid itu kaget.
“Kami dari tadi di sini. Kami Super Junior.”, Ryeowook menambahkan. Seakan tak percaya, murid itu berdiri dan memegang tangan Ryeowook. Dia duduk lemas, tak menyangka.
“Hahaha, jangan kamu terkejut. Siapa namamu?”, Cinta geli melihat murid itu.
“Lee Tae Min”, karena gugup, Taemin menjawab seakan hendak berteriak. Semua tertawa geli.
“Hahahha, baiklah Taemin, maukah kamu ikut bergabung di SM?”, Cinta berkata sambil memegang tangan Taemin. Kyuhyun yang melihatnya pun jengkel kembali. Tanpa berkata apa-apa lagi, Kyuhyun pergi meninggalkan tempat itu. Semua kaget termasuk Cinta.
Cinta berusaha mengejar Kyuhyun. Beberapa menit kemudian Cinta berhasil menghentikan langkah Kyuhyun.
“Yaa, kenapa kau ini.”, Cinta berkata bingung.
“Teruskan saja kau menyentuh orang lain.”, Kyuhyun berkata sambil memalingkan mukanya.
“Jadi kau cemburu?”, Cinta tertawa melihat tingkah Kyuhyun.
“Mengapa aku harus cemburu? Aku hanya tidak suka kamu dekat….”, belum sampai Kyuhyun selesai bicara, Cinta mencium Kyuhyun. Lalu Cinta tersenyum.
“Apa itu belum cukup?”, Cinta tertawa.
“Yaa, neo.”, Kyuhyun yang tidak terima langsung memeluk Cinta. Lama sekali seakan dia tak ingin melepaskannya. Mereka berdua tertawa.
Tanpa mereka ketauhi, dari balik pohon, terdapat sepasang mata yang mengawasi. Flash foto tak terlihat karena terangnya cahaya matahari.

*******

Cinta meremas tabloid yang ada di tangannya. Dia sangat marah. Bagaimana bisa dalam tabloid itu terdapat foto dirinya bersama Kyuhyun. Foto saat dia berpelukan bahkan berciuman. Yang lebih membuatnya geram adalah judul dari artikel itu. “KYUHYUN, TALENTA ATAU HUBUNGAN”. Cinta sangat marah. Dia melangkah memasuki SM. Bisik-bisik seakan menyambut kedatangannya. Dia menatap tajam pada karyawan yang ada di situ.
Sementara itu suasana tegang menyelimuti ruang utama SuJu (emank ada y).
“BRAAK”
Produser membanting tabloid yang memuat artikel tadi.
“Apa-apaan ini? Kenapa kau sangat ceroboh. Bukankah aku sudah berkali-kali bilang pada kalian semua. Kita selalu menjadi sorotan publik. Bertingkah sedikit saja pasti akan terkuak. Bagaimana bisa Presdir. Sekarang semua meragukan bakatmu. Apa yang akan kamu lakukan. Kecerobohan kamu sungguh sangat fatal Cho Kyu Hyun.”, produser In Woo sangat marah.
Tiba-tiba Cinta masuk. Suasana bertambah sunyi.
“Apa yang terjadi. Kenapa dengan kalian? Apa skandal ringan itu akan mempengaruhi kalian? Jangan hiraukan itu semua. Tuan In Woo, tolong jangan pojokkan mereka. Ini semua salahku. Aku akan memperbaiki semuanya.”, Cinta berkata dingin.
“Tapi Presdir, kini publik menilai Kyuhyun negatif.”, In Woo kembali berkata.
“Bukankah aku sudah bilang akan memperbaikinya. Perlukah ku ulangi 1000 kali. Lanjutkan seperti biasa. Anggap tak ada apa-apa.”, Cinta berkata seakan membentak. Lalu dia berlalu dengan marah.
Semua terdiam bingung.

*******

Cinta terdiam di kursinya. Dari tadi tangannya terus menerus membolak balik lembaran kertas tanpa melihatnya. Pikirannya terus melayang. Terus terang dia sangat bingung apa yang harus dia lakukan. Ponselnya berbunyi.
“Halo… kak Fendi?... entahlah, aku sangat bingung. Apa yang harus aku lakukan…. Apa? Ayah tau?.. Di internet? Tak mungkin…. Baik kak.”, Cinta menutup telfonnya. Bergegas dia membuka website yang di tunjukkan oleh kakaknya tadi. Dia lemas. Tidak hanya di tabloid atau TV, bahkan di internet pun tersebar berita tersebut. Cinta sangat pusing. Dia beranjak keluar dari kantornya. Begitu sampai di halaman, wartawan menyambutnya dengan berbagai pertanyaan. Cinta sangat bingung dibuatnya.
“Maaf itu adalah privasi saya. Permisi.”, Cinta ingin keluar dari kerumunan tersebut. Tapi wartawan tetap mengelilinginya. Dia ingin teriak. Untunglah pada saat yang bersamaan muncullah Dimas. Dengan segera wartawan itu dipaksa minggir untuk memberi jalan pada Cinta. Cinta lega dan segera masuk ke dalam mobil.
“Dimas, kita akan kemana?”, Cinta bertanya heran, karena tiba-tiba saja mobil membelok ke jalan tak dikenal, bukan jalan menuju rumah. Dimas hanya tersenyum.
Cinta sampai di salah satu perusahaan milik ayahnya. Dengan ragu Cinta melangkah keluar.
“Mari ikut saya nona, presdir menunggu anda.”, Dimas berkata sambil melangkah.
Dimas membuka pintu, dan Cinta melangkah masuk. Ayahnya telah menunggunya.
“Ayah.”, Cinta hampir tercekat. Dia sangat merindukan ayahnya. Ingin sekali dia memeluknya, tapi terlihat tatapan mata ayahnya yang marah.
“Berita konyol apa itu semua? Apa-apaan ini semua? Sungguh memalukan. Bagaimana kau bisa terjerat skandal murahan seperti ini. Tinggalkan dia. Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan orang tak bermasa depan seperti dia. Bagaiamana bisa kamu berhubungan dengan bawahan kamu sendiri. Tinggalkan dia, atau ayah akan memaksa kamu meninggalkan dia.”, Ayahnya berkata sementara badannya membelakangi Cinta.
“Tidak ayah, bukankah ayah masih ingat. Dialah yang menyelamatkanku dulu. Semakin lama aku menyayangi dia. Aku tak ingin berpisah dengan dia. Kami baru saja bersama.”, Cinta berkata tegas.
“Hutang yang dulu sudah lunas. Semua sudah aku ganti dengan menjadikan dia idola. Dia sudah jauh lebih baik dari dulu. Semua hutang kamu sudah lunas. Nyawanya hanya berharga berapa. Tinggalkan dia, ayah sangat tidak suka.”, Ayah Cinta berkata dalam amarahnya.
“Tidak ayah. Maafkan aku. Kebaikannya tak akan pernah terbalas.”, Cinta berkata sambil bergegas pergi.
Ayah Cinta menatap Cinta dengan geram.

*******

Busan. Hari ini SuJu tampil di Busan. Saat telah selesai, mereka menuju ruangan yang telah dipersiapkan untuk Super Junior. Mereka kaget saat mengetahui di dalam terdapat seorang setengah baya yang mamakai jas hitam. Dengan bingung mereka membungkuk.
“Maaf anda siapa?”, Eeteuk bertanya.
“Owh jadi ini Super Junior. Sungguh menyedihkan. Bernyanyi tidak jelas.”, Ayah Cinta berkata sambil berdiri.
“Tinggalkan putriku. Beraninya kamu menjalin hubungan dengannya.”, Ayah Cinta berkata tajam.
“Tunggu sebentar. Anda adalah presdir?”, Eeteuk kembali bertanya.
“Ya. Jika kamu tahu malu, maka berhentilah berhubungan dengan putriku. Apa kau tak tau terima kasih? Sudah diberi yang terbaik masih minta lebih. Berkacalah, apa kamu pantas? Penyanyi rendahan tak akan pernah bisa bersanding dengan putri tunggal dari keluarga Suryadinata.”, Presdir berkata sambil memalingkan wajahnya. Semua terdiam. Sunyi.
“Maaf, sekalipun anda meminta 1000 kali, saya tak akan bisa meninggalkannya. Saya dan dia saling menyayangi. Kami tak ingin berpisah.”, Kyuhyun berkata memecah kesunyian.
“Baik, kalau kamu tetap keras kepala, aku akan memaksa kamu. Kamu tau kan, hanya dengan satu jentikan, duniamu akan berubah.”, Presdir berkata dingin.
Suasana tegang meliputi ruangan itu saat Cinta masuk. Dia hampir saja gila saat tau ayahnya menemui Kyuhyun.
“Ayah, tak bisakah kita membicarakan ini semua berdua saja. Aku mohon.”, Cinta berkata sedih.
“Akhiri hubungan kamu dengannya. Hanya itu yang ayah minta. Jika kamu tak bisa, maka aku yang akan mengakhirinya. Ayah bisa melakukan apapun yang ayah mau, kamu selalu tau itu.”, Presdir berkata dengan tegas.
“Tapi ayah, aku tak bisa. Aku mohon, jangan campuri hubungan kami. Biarlah seperti ini. Jangan larang kami.”, airmata Cinta secara perlahan mulai menetes dan mulai deras.
“Jangan berani menentang ayah.”, Presdir berkata setengah teriak. “Berpisah atau aku akan memisahkan kalian. Pikirkan itu baik-baik.”
Ayah Cinta keluar. Cinta seketika terduduk lemas. Dia menangis. Dia sangat bingung. Dengan perlahan Kyuhyun memeluk Cinta berusaha menenangkannya. Semua terdiam.
“Kyuhyun a, aku gak mau berpisah. Aku tak bisa.”, dengan tersendat Cinta berkata di antara isak tangisnya.
“Iya aku tau. Aku juga tak ingin berpisah denganmu. Biarlah ini semua terjadi. Kita hadapi bersama.”, Kyuhyun berusaha menahan airmatanya sendiri. Hatinya sendiri sangat sakit.
“Kyu, Cinta. Apa kalian akan menjadi egois seperti ini. Cinta, apa kamu tak mendengar apa yang dikatakan ayah kamu tadi. Dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Akankah kalian tetap bertahan. Bagaimana kalau dia menghancurkan Super Junior? Kamu dengar saat dia merendahkan kami? Apa kamu akan tetap seperti ini?”, Shindong berkata dengan sedikit emosi.
“Shindong hyung.”, Kyuhyun berkata sedikit membentak.
“Kyu.”, Shindong membalas.
“Kyuhyun a, benar apa yang dikatakan Shindong. Ayahnya mempunyai kekuasaan yang besar. Dia bisa saja membunuh karir kita sampai masa depan kita. Jangan sampai kamu menyesal. Cinta, kamu dengar sendiri kan tadi. Apa kamu mau membunuh kami? Kami sangat sulit mencapai posisi ini. Haruskah gara-gara kalian, kami juga harus hancur?”, Eeteuk berkata bijaksana.
“Hyung, kenapa kau ini.”, Kyuhyun berdalih.
Cinta semakin sedih. Dia beranjak berdiri dan berlari meninggalkan tempat itu. Dia sangat bingung. Hatinya sangat sakit. Dia terus berlari tak tentu arah. Airmatanya tak mau berhenti.
Sementara itu Kyuhyun terduduk lemas. Airmatanya perlahan jatuh. Napasnya mulai sesak. Sedikit demi sedikit tangisnya bersuara, hingga akhirnya dia menangis layaknya anak kecil yang dirampas mainannya.
"Kyu, gwaenchana?", Sungmin merangkul Kyuhyun yang tengah menangis.

*******

Beberapa hari berlalu. Cinta duduk terdiam saat Adly masuk. Adly adalah kakak pertamanya yang kini memimpin perusahaan-perusahaan di Amerika.
“Cinta.”, Adly mengagetkan Cinta yang tengah melamun.
“Kakak.”, dengan segera Cinta menghambur ke pelukan kakaknya. Dengan lembut kakaknya mengelus punggung adiknya.
“Cinta, taukah kamu. SM Town akan konser di Jepang. Ini konser perdana artis SM yang baru. Sekaligus pengenalan anggota baru SM, SHINee.”, Adly bercerita sambil memegang pundak Cinta.
“Ya aku tau kak.”, Cinta mengelap airmatanya.
“Dan taukah kamu bahwa Super Junior satu-satunya yang tidak ikut?”, kata Adly lagi. Kali ini Cinta terkejut.
“Apa maksudnya? Tapi kenapa? Bagaimana bisa? Bukankah SuJu termasuk anggota senior?”, Cinta terkejut mendengar pernyataan kakaknya.
“Ayah. Semua ada pada ayah. Kamu tau sifat ayah. Sekali dia berkata A maka dia tak akan merubah keputusannya. Kakak sudah mendengar semuanya. Tak bisakah kamu meninggalkan dia? Apa kamu mau melihat orang yang kamu sayangi serta mereka yang tak ikut campur ikut hancur?”, Adly berkata bijaksana.
“Tapi kak, kenapa aku tak boleh? Kenapa aku tak bisa seperti yang lain?”, kembali airmata Cinta meluap.
“Kamu tau kan. Ayah menyimpan luka yang ditinggalkan ibu kita. Dulu ayah ditinggalkan ibu hanya untuk seorang komposer. Sejak saat itu ayah menjadi benci terhadap semua yang berhubungan dengan dunia hiburan. Kamu masih ingat kan saat ayah sangat marah karena Minhwan yang sudah di anggap anak sendiri oleh ayah, malah memilih menjadi entertainer. Relakan Kyuhyun, atau kamu akan melihat dia hancur. Pikirkan baik-baik apa yang kakak katakan.”, kata Adly sambil sekali lagi memeluk adiknya. Dia sendiri sangat sedih dengan apa yang dihadapi adiknya. Tapi dia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ayahnya terlalu keras kepala.

*******

SuJu dorm. Eeteuk masuk dengan kesal.
“Kita benar-benar tidak ikut ke Jepang. Semua sudah diputuskan. Kita tak bisa berbuat apa-apa.”, Eeteuk berkata kesal sambil duduk.
Semua memandang Kyuhyun. Kyuhyun sendiri terdiam. Dia beranjak berdiri.
“Aku tau ini semua mungkin berakar dari hubunganku dengan Cinta. Baik, aku akan mengakhirinya. Aku akan keluar dari anggota Super Junior. Dengan begitu kalian tidak akan merasakan akibat dari hubunganku. Aku akan keluar dari SM.”, Kyuhyun kemudian berlalu.
“Kyuhyun”
“Saeng”
Semua panggilan tidak diindahkan oleh Kyuhyun. Dia tetap berlalu.
Sementara itu Cinta pergi menemui ayahnya. Suasana tegang melingkupi ruangan besar yang di tata dengan sangat apik itu.
“Ayah mengertilah diriku. Jangan biarkan aku menderita.”, Cinta berkata sambil menangis. “Aku mohon jangan hancurkan kehidupan Kyuhyun.”
“Aku melakukan ini semua untuk kebaikan kamu. Ayah hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Tapi ayah tetap pada keputusan ayah. Kamu dan dia harus berpisah. Ini hanyalah awal. Jika kamu terus menerus ngotot, maka ayah tak tau apa yang akan terjadi pada kehidupannya di masa yang akan datang.”, Ayah Cinta tetap keras kepala.
“Tapi ayah, aku tak bisa jauh darinya.”, Cinta berkata di sela-sela tangisannya.
“Baik kalau kamu tidak bisa.”, bergegas ayah Cinta mengambil telepon dan memencet sebuah nomor. “Seo Yeong persiapkan rapat yang telah aku bicarakan kemarin. Kita akan membicarakan pembubaran….”
Tiba-tiba telepon terputus. Cinta mencabut kabel teleponnya.
“Baik ayah. Aku akan menuruti kemauan ayah. Aku akan melepasnya. Tapi beri aku waktu sehari saja ayah.”, kata Cinta.
“Baik. Hari ini kamu boleh menemuinya untuk yang terakhir kali. Jika ayah tau kamu masih menjalin hubungan dengan dia, maka ayah akan menghancurkan masa depannya. Ingat itu baik-baik. Pergilah.”, Ayah Cinta melengos ke arah lain.
“Terimakasih ayah.”, Cinta beranjak pergi.

*******

Manajer Han masuk ke dalam tempat latihan SuJu.
“Kabar gembira. Taukah kalian? Presdir telah menyetujui kalian mengikuti konser tunggal SM. Bukankah itu sangat hebat?”, Manajer Han berkata sambil mengepalkan kedua tangannya.
Seakan ada petasan yang dibakar, semua bersorak. Kyuhyun sendiri sangat senang karena akhirnya hubungannya tak akan mempengaruhi karir SuJu.
“Wah selamat ya.”, sebuah suara menyela diantara sorakan gembira. Semua menoleh ke arah sumber suara.
Semua tertegun. Di depan sana Cinta berdiri memakai gaun putih. Dia terlihat sangat cantik.
“Adakah yang mau pergi bersamaku?”, Cinta mengedipkan matanya. seakan mendapat perintah, semua mengangkat tangannya.
“Yaa”, Kyuhyun membentak mereka. Lalu mereka tertawa. “Tunggu sebentar. Aku akan ganti baju.”
Beberapa menit kemudian Kyuhyun datang dengan memakai baju yang membuatnya semakin manis. Kemudian mereka berdua beranjak pergi.
Selama hari itu, mereka berdua bersenang-senang. Mereka pergi ke banyak tempat. Membeli berbagai macam pernak-pernik. Sampai akhirnya mereka berhenti di danau tempat biasa mereka bersama. Mereka berjalan mengelilingi danau sambil bergandengan tangan. Saat telah capai, mereka berbaring di rumput. Hari telah beranjak malam. Mereka melihat bintang sambil mencoba menghitungnya.
“Oppa, apakah kau percaya bahwa aku sangat menyayangimu?”, Cinta berkata tiba-tiba.
“Ada apa denganmu? Biarpun kamu tak benar-benar menyayangi diriku, aku tak peduli. Yang aku tau aku menyayangi dirimu. Duduklah.”, Kyuhyun berkata sambil beranjak duduk. “Aku dan kamu tetap satu. Kamu tak akan pernah bisa melihat orang lain selain diriku.”
Cinta hanya tersenyum.
“Ups sepertinya ada kotoran di telingamu.”, Kyuhyun berkata sambil seakan-akan tangannya mengambil sesuatu dari telinga Cinta.
“Benarkah?”, Cinta sedikit malu mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun.
Lalu Kyuhyun membuka tangannya. Terlihat sebuah kalung putih dengan liontin huruf K yang berbingkai hati. Sambil menyerahkan kalung tersebut, dia memperlihatkan kalungnya sendiri yang berliontinkan huruf C.
“Kalung ini khusus aku pesan untuk kita berdua. Di belakang liontin ada tulisan Hangeul bertuliskan tempat saat kita pertama bertemu.”, Kyuhyun berkata sambil memakaikan kalung itu pada Cinta.
“Kyuhyun oppa.”, Cinta memeluk Kyuhyun dan pecahlah tangisnya. Dia tak bisa membayangkan bahwa besok semua ini tinggal mimpi belaka.
“Kyuhyun oppa, sampai kapanpun kamu akan selalu di hatiku. Apapun yang terjadi, ingatlah itu. Aku menyayangimu.”, Cinta berkata sedih.
Mereka saling menatap lama dan dengan pelan mereka berciuman.

*******

Hari ini adalah hari dimana semua artis SM akan menjalani konser di Jepang. Cinta sendiri tak pernah muncul di hadapan SuJu sejak hari itu. Terhitung telah 3 minggu lebih. Dan Kyuhyun bagaikan orang gila terus mencari tau keberadaan Cinta. Akhir-akhir ini Kyuhyun banyak memilih diam. Bahkan saat latihan pun dia sering melakukan kesalahan.
“Kyuhyun.”, Eeteuk menepuk pundak Kyuhyun.
“Hyung.”, Kyuhyun berucap kaget.
“Minhwan ingin menemuimu.”, Eeteuk berkata sambil menunjuk Minhwan yang tengah ngobrol dengan Heechul.
Kyuhyun menatap Eeteuk. Lalu perlahan dia mendekati Minhwan. Mengetahui Kyuhyun datang, Minhwan menghampirinya dan mengajaknya ke tempat yang tidak terlalu ramai.
“Kyuhyun hyung, hari ini tentu hari yang sangat kamu tunggu.”, Minhwan berkata sembari menyandarkan punggungnya di tembok. “Aku hanya ingin menyampaikan ini. Apapun yang terjadi, percayalah bahwa Cinta selalu menyayangimu. Dia tak pernah merubah perasaannya. Ini hanya masalah waktu. Aku yakin jika kalian bisa melewati ini, semua akan semakin membaik.”
Minhwan menyerahkan sebuah disk. Dia tersenyum lalu berlalu.
“Tunggu, apakah Cinta baik-baik saja?”, Kyuhyun mencekal tangan Minhwan.
“Dia tengah menantikan penampilanmu lewat TV. Maka dari itu tampillah dengan baik.”, Minhwan kemudian pergi.
Seperginya Minhwan, Kyuhyun memasang disk tadi dan melihatnya. Terlihat Cinta di layar tengah berbicara lewat handycam.
“Kyuhyun a………
Apa kabar? Apakah kau masih memikirkanku?
Kyuhyun a, aku hanya ingin berkata, apapun yang terjadi, aku menyayangimu. Jangan pernah ragu akan itu. Meski kita tak bisa bersatu, tapi cinta kita akan tetap abadi. Suatu saat pasti kita bisa menemukan jalan kita. Dimanapun kamu berada, aku selalu memperhatikanmu. Terimakasih untuk kalungnya. Benda itu akan tetap aku simpan.
Aku sangat menyayangimu…….”

Kyuhyun terpaku melihat rekaman tersebut. Perlahan airmatanya bergulir. Dengan segera dia berjalan menemui manajer Han.
“Manajer, bolehkah aku minta tolong?”, pinta Kyuhyun sambil memegang lengan manajer Han.
“Ada apa Kyu?”, manajer Han memanggil Kyuhyun dengan nama aslinya dan tersenyum.
“Bolehkah aku tampil solo dan menyanyikan lagu The One I Love?”, pinta Kyuhyun.
Manajer Han mengeryitkan dahinya bingung.

*******

Hari ini Cinta hanya diam di dalam kamarnya. Pintunya telah terkunci rapat sejak tadi. Telah berulang kali kakaknya mengetuk pintunya. Ayahnya pergi ke Swiss sejak 2 hari yang lalu. Mata Cinta tak henti-hentinya memandang layar kaca. Dia melihat secara live konser SM TOWN di jepang. Sudah beberapa artis yang tampil, termasuk SuJu.
Dia tersentak saat Kyuhyun tampil solo. Dia memakai jas putih dan kalungnya dengan jelas terlihat di lehernya. Dia melihat Kyuhyun melambai dan tersenyum.
“Selamat malam Elf. Apakah kalian senang hari ini? Aku akan menyanyikan lagu special ini untuk semua yang menyayangiku. Untuk Cintaku.”, Kyuhyun sekali lagi melambai. Saat hendak mulai menyanyi, dia memegang liontinnya.
Lalu melantunlah lagu “The One I Love” .
Bagi yang bisa melihat dengan cermat, maka mereka bisa menemukan airmata Kyuhyun yang secara diam-diam menetes.
Beberapa menit kemudian lagu pun selesai. Kyuhyun membungkuk.
“Saya ingin mengatakan sesuatu. Cinta a, apa pun yang terjadi, jangan pernah lepaskan pemberianku. Aku tak tau apa yang akan terjadi di hari esok karena kamu menjauh. Apa yang harus aku lakukan? Elf, apakah kalian merasa terhibur? Akan sangat lebih menyenangkan jika kalian menari bersama SNSD. Inilah SNSD.”, Kyuhyun melangkah mundur sementara SNSD keluar.
Tangis Cinta meledak. Dia tak dapat menyembunyikan lagi kesedihannya. Hatinya sangat sakit seakan luka menganga yang di siram air garam serta cuka. Teramat sakit. Bagaikan orang kalap, dia menyambar kunci mobilnya. Dibukanya pintu kamarnya, dan dia berlari masuk ke mobil. Teriakan kakaknya hanya bagaikan angin lalu belaka. Airmatanya mengalir deras. Dilepasnya kalungnya, dan digenggamnya dengan erat. Dia mulai menjalankan mobilnya.
Dengan tangis tersedu-sedu dia memacu mobilnya dengan kecapatan tinggi. Pandangannya mulai kabur karena dipenuhi airmata. Dengan kecepatan tinggi dia membanting kemudinya. Mobilnya berputar bebarapa kali sampai akhirnya mobil itu terbalik dan menabarak pembatas jalan.
Cinta berlumuran darah. Kalung pemberian Kyuhyun tetap tergenggam di tangannya, berlumuran darah. Jalanan pun menjadi ramai. Semua berhenti untuk menolong Cinta. Langit tetap diam membisu menyaksikan semua itu.

*******

Kyuhyun melangkah menuruni panggung. Disekanya airmata yang menetes. Dia langsung masuk ke ruangan SuJu. Semua terdiam saat Kyuhyun masuk.
“Kyuhyun a,” Heechul memegang pundak Kyuhyun.
Kyuhyun terduduk lemas. Perlahan dia mulai menangis. Dengan penuh kesabaran, Eeteuk memeluk Kyuhyun dan membiarkannya menangis.
“Kenapa dia melakukannya. Dia meninggalkanku. Kalian tau? Cinta telah meninggalkanku agar karir kita tetap seperti ini. Aku… aku…” Kyuhyun tak sanggup melanjutkan kata-katanya. Dia hanya bisa menangis.
“Kyuhyun a,” Manajer Han mengeluarkan suara.
Kyuhyun mendongak. Kini disadarinya bahwa disitu ada manajer Han. Kyuhyun berdiri, dan disekanya airmatanya. Dia membungkuk.
“Kyuhyun a, apakah kau baik-baik saja?”, Manajer Han terdiam. Ragu dengan apa yang hendak dia ucapkan. Dia menghela napas. “Cinta melepaskan SM, posisinya telah digantikan kakaknya. Dan dia hendak meninggalkan Korea.”
Kyuhyun hanya terdiam membisu. Dia hanya terdiam sambil memegangi dadanya yang mulai sesak.

*******

Lorong rumah sakit terlihat sepi di malam itu. Bau khas obat-obatan sangat menusuk hidung. Tangis kesedihan mewarnai malamnya rumah sakit. Sementara itu, dalam salah satu kamar ICU, terbaring seorang wanita muda. Tubuhnya terbalut perban di sana-sini. Berbagai selang menghubungkan tubuhnya dengan peralatan medis. Di sampingnya duduk seorang lelaki dengan wajah sendu.
“Cinta. Bangunlah sayang.”, Adly menggenggam adik semata wayangnya.
“Hyung,” Minhwan memanggil Adly pelan. Memang Minhwan telah dianggap adik oleh Adly. Bahkan dia sudah dianggap menjadi bagian keluarga Suryadinata. Hal itu karena Minhwanlah satu-satunya teman Cinta. “Aku menemukan ini di saku Cinta.”
Adly menerima surat yang diberikan oleh Minhwan.
“Minhwan a, maukah kau menemaniku pergi.”, Adly secara tiba-tiba berkata.

*******

SM Town bersorak. Mereka telah sampai kembali di SM Entertainment. Seluruh artis SM Ent berkumpul untuk merayakan konser perdana mereka.
Tiba-tiba pintu terbuka. Adly masuk diikuti oleh Minhwan. Semua menoleh lalu secara serempak terdiam.
“Sepertinya semua berjalan lancar.”, Adly melangkah mendekati mereka. Minhwan pun mengikutinya.
“Direktur. Anda sungguh mengagetkan kami.”, Manajer Han berbicara sambil tertawa.
Tapi bukannya tertawa, Adly malah mendekat ke Kyuhyun. Tangannya mengulurkan surat yang ternoda darah kepada Kyuhyun. Semua terdiam, bingung, termasuk Kyuhyun.
“Minhwan, dapatkah kau memberitahunya apa yang terjadi. Aku tak sanggup mengatakannya.”, Adly melangkah menjauh setelah surat tersebut diterima Kyuhyun. Dia menyeka airmatanya dan membelakangi semua orang.
“Ada apa sebenarnya?”, Eeteuk bertanya tak sabar.
“Kyuhyun a, Cinta koma……”

*******

Pandangan Kyuhyun kosong. Dia telah kehabisan airmatanya. Dia bahkan kehilangan rasanya. Dadanya sakit. Dia merasakan sakit yang sangat sehingga seakan-akan jiwanya telah separuh pergi. Kata-kata Minhwan masih terbayang jelas di pikirannya.

“Kyuhyun a, Cinta koma. Dia mengalami kecelakaan saat SM Town live konser di Jepang. Dokter mengatakan bahwa selamatnya dia merupakan suatu keajaiban. Namun kemungkinannya dia bangun sangat sedikit. Pembuluh darah di otaknya pecah. Jika dia bisa bangun, maka masih ada kemungkinan dia sembuh, tapi jika dia tak bisa bangun, maka……….”

Kyuhyun menutup matanya. Dia merasa sangat pusing. Member SuJu yang lain hanya bisa memandanginya dengan khawatir. Kyuhyun memandang Surat serta kalung berlumuran darah yang tadi diberikan oleh Minhwan dan kakaknya Cinta. Dia hanya terdiam. Perlahan dia duduk dan dibukanya surat tersebut.
Ya Tuhan...
Mengapa aku tak boleh bersamanya? Mengapa untuk mendapatkan kebahagiaan sangat sulit? Aku ingin sekali selamanya bersama bintang hatiku. Tapi mengapa selalu ada penghalang?
Tuhan, jika memang aku tak bisa memilikinya, kumohon ambil saja nyawaku. Aku tak bisa membayangkan sakitnya hatiku. Aku terlalu takut. Hilangkan saja aku, agar tak menjadi beban hidupnya. Apakah Bahagianya cinta hanya untuk orang tertentu?? Biarkan aku bersamanya Tuhan, atau pisahkan aku darinya dengan kematian.
Kyuhyun merasa sangat pusing. Airmatanya mulai menetes kembali. Dan dalam sekejap saja dunianya menjadi gelap.
“Kyu, kau baik-baik saja? Kyu.”
“Kyuhyun a”
“Kyu, bangunlah”
Suara itu, Kyuhyun bisa mendengarnya. Tapi dia tak bisa membuka matanya. Dia terlalu lemah untuk membuka matanya. Semakin lama dia merasakan tubuhnya semakin ringan. Dan semakin lama suara yang memanggilnya semakin hilang. Kyuhyun benar-benar pingsan.

*******

Hari ini SuJu mengikuti reality show di MBC. Seusai acara, anggota SuJu berkumpul di ruangannya. Semua begitu bersemangat membicarakan show tadi.
“Kyuhyun a,”, Eeteuk sebagai leader mencemaskan dongsaengnya yang sedari tadi diam. Memang Kyuhyun selama ini memang kerap diam. Tadi di show saja dia tak banyak bicara.
“Kyuhyun a,”, kembali Eeteuk memanggil Kyuhyun. Tapi yang dipanggil tak juga bergeming.
“Yaa Cho Kyu Hyun.”, Eeteuk kembali memanggil dengan setengah berteriak. Semua menoleh kepada Kyuhyun. Tapi Kyuhyun hanya mendongak dan beberapa saat kemudian dia menunduk kembali.
“Aish, jinja. Baiklah, sehabis ini kalian semua ikut aku.”, kata Eeteuk.
Beberapa saat kemudian mereka telah masuk ke mobil dan meluncur ke sebuah rumah sakit. Kyuhyun yang tak mengerti apa-apa, hanya diam dengan tatapan kosong. Mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Saat sampai di kamar ICU, Kyuhyun tertegun. Dia hanya diam. Hatinya sangat sakit melihat siapa yang tengah terbaring disana. Ingin sekali dia menjangkaunya. Tapi di dalam ada presdir, Minhwan, Adly serta 2 orang lainnya.
Kyuhyun kembali merasakan sakit yang sangat. Airmatanya kembali menyeruak tanpa di komando. Terus bergulir, hingga akhirnya dia terisak.
“Gwaenchana,” Eeteuk memeluk Kyuhyun hangat berusaha menenangkannya. Namun sedikitpun Kyuhyun tak mengurangi tangisnya. Malah semakin keras.
“Hyung, aku ingin melihatnya. Aku begitu merindukan dia. Aku ingin menyentuhnya. Aku, aku..”, dia tak dapat melanjutkan katanya. Dia kembali tenggelam dalam tangisnya.
“Kyu, uljima.”, Ryeowook berusaha ikut menenangkan hyungnya. Tapi tak lama kemudian, Ryeowook dan Eunhyuk mulai ikut menangis.
Tiba-tiba pintu terbuka. Presdir keluar diikuti Adly dan 2 orang lainnya. Keadaan menjadi hening. Kyuhyun menghentikan suara tangisnya meski airmata tetap jatuh di pipinya. SuJu membungkuk kepada presdir, kecuali Kyuhyun. Dia masih sedikit terkejut.
“Masuklah.” Presdir berkata singkat. “Masuklah, dan bangunkan dia. Masuklah, dan teruslah di sisinya. Masuklah dan jangan pernah kamu meninggalkannya sendirian.”
Presdir berlalu diikuti ketiga putranya. Terlihat mata mereka sembab. Presdir serta ketiga putranya beranjak duduk.
“Kajja Kyu, aku akan menemanimu. Yang lainnya tetap di sini.”, kata Eeteuk. Semua mangangguk. Lalu Kyuhyun dan Eeteuk memasuki kamar ICU. Di dalam ada Minhwan yang tengah duduk di samping Cinta. Minhwan mendongak begitu Kyuhyun dan Eeteuk masuk.
“Annyeong.”, sapa Minhwan.
“Annyeong.”, jawab Eeteuk. Kyuhyun hanya bisa terdiam. Hatinya begitu teriris saat dilihatnya orang yang sangat dia cintai, kini terbaring lemah dengan balutan perban di sana sini serta selang yang sangat ruwet.
“Kyuhyun hyung, uljima. Kamu harus menahan tangismu. Berilah dia semangat. Ajaklah dia berbicara. Karena meski dia tertidur seperti ini, jiwanya masih terbangun. Dokter berkata, dia membutuhkan kekuatan mental. Kumohon jangan menangis di depannya.”, Minhwan berkata sambil tersenyum. Kyuhyun memandang Minhwan seakan mengatakan ‘terimakasih’.
Malam itu, secara bergantian SuJu masuk ke kamar Cinta. Mereka menyapa dan bercerita mengenai hari mereka. Kyuhyun dan Minhwan tetap di dalam menemani Cinta. Sepertinya Kyuhyun telah mulai bisa tersenyum. Meski hatinya sakit, tapi dia sangat senang karena akhirnya dia bisa bersama Cinta meski dia belum tau apakah Cinta akan hidup atau.......


*******



1 tahun kemudian

Suasana di SM Entertainment cukup ramai. SONE dan ELF berdesak-desakkan diluar. Hari ini SuJu dan SNSD tiba kembali di SM setelah konser di Rusia. 4 buah mobil berhenti di depan gedung SM. Seakan mendapat aba-aba, SONE dan ELF berteriak histeris, mereka semakin menggila.
Cinta menggelengkan kepala. Dia melihat dari jendela kantornya.
“Mereka ini. Hmmh.”, diapun beranjak keluar dari kantornya. Dia menuju ke satu ruangan yang cukup luas. Di dalamnya telah berkumpul SNSD, SuJu, serta para staff lainnya. Cinta masuk.
“Hmmh, apa kalian sudah cukup bersenang-senangnya?.” Kata Cinta tiba-tiba. Serentak semua menoleh. Dan bagaikan di komando, mereka membungkuk.
“Direktur. Sejak kapan anda di sini?”, manajer Han bertanya gugup.
“Baru saja. Aku senang semuanya berjalan lancar. Kalian sudah berusaha dengan baik. Baiklah, kalian pergilah beristirahat. Nanti 4 jam lagi aku ingin mengumpulkan seluruh artis SM untuk mengadakan rapat tentang rencanaku membawa kalian semua konser di tempat kelahiranku. Baiklah, silahkan beristirahat. Ehm, SuJu, kalian tetap di sini. Aku ingin mendengar tentang rencana album terbaru kalian. Mengerti.”, kata Cinta panjang lebar. Semua membungkuk mematuhi perintah Cinta. Cinta mangangguk.
“Huaah, jagiiyaaaaaa....... bogoshipoyoooooooooooo”, Cinta tiba-tiba saja menghambur ke pelukan Kyuhyun dengan manja saat di dalam tinggal SuJu. Dia tak peduli di situ masih ada anggota SuJu yang lain. Yang dia inginkan hanya memeluk si gamer Kyuhyun seorang. Dia sangat merindukan Kyuhyun. Semua yang melihat cengengesan.
“Hahahaha, ne ne. nado jagiya......”, Kyuhyun membalas pelukan Cinta, dan mengelus lembut rambutnya.
“Yaa, Cinta a, kau ini. Di sini kan masih ada kami, kau tak malu ya. Hahhaha”, si weirdest yesung mengolok-olok Cinta.
“Yaiks, dasar kau oppa aneh. Kenapa tak mau membiarkanku senang sih. Awas kau membuatku kesal.”, Cinta menjitak kepala Yesung sebal.
“Haish, jinja. Cinta a kau ini. Kami lelah tau.”, kata Sungmin.
“Cinta a, maukah kau memasak untuk kami? Aku benar-benar lelah.”, kata Ryeowook.
“Mwo? Hey-hey, aku ini atasan kalian tau. Kalian harus sopan. Mana bisa aku disuruh memasak. Seenaknya saja menyuruh direktur sepertiku.”, kata Cinta cemberut.
“Haish, saeng.”, Ryeowook beralih ke Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum geli.
“Jagiya.... sekali ini saja ya.”, Kyuhyun mendekati Cinta dan mengecup bibirnya kilat.
“Kyuhyun a, apa yang kau lakukan. Aduh, arra arra. Aku akan memasak.”, Cinta beranjak pergi dengan pipi bersemu merah. Mereka semua tergelak melihat Cinta.
“Haish jinja. Aku yang tertua di sini, tapi mengapa justru kau yang termuda yang mendapat yeoja duluan.”, eluh Eeteuk kesal.


*******


END


Loh-loh udah abis ya readers? maaph saya ketiduran, >usap mulut (?)< sekian dulu ne, saya mohon dengan sangat kritik dan saran sodara-sodaraku sesama ELF. sesama CLOUDS. sesama ANGELS. sesama PETALS. sesama HANGENG FANS. sesama CAMOMILE. sesama SHINSFRIENDS. sesama PUMPKINERS. sesama JEWELS. sesama SIWONEST. sesama ELFISHY. sesama RYEOSOMNIA. sesama SNOWERS. sesama SPARKYU.loh-loh kenapa jadi kirim2 salam gini. maklum lagi terobsesi sama Kiss Radio, #plak,alasan#

ya sudah, readers, setelah FF ini mungkin saya akan kirim yang si unyuk couple #brak,digantungJEWELS#. cukup sekian dari saya ne.... Annyeong....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar