5.15.2012

[FF] I’m Not Wookie Bias I’m Yours/Sequel SJ Couple/EunKyung


Title     : I'm Not Wookie Bias Im Yours

Author : Santi Aprilliani

Genre  : Rommance, Friendship

Rate    : PG 15

Cast : Shin Hye Kyung (fiction)

          Lee Hyuk Jae as himself

         Super Junior other  member

         Shin Geun Woo as Hye Kyung appa

Ooooiiiiiii readersdeul, ane bini sahnye bang Yesung sekaligus eomma angkatnya trio Ddangko dateng lagi bawa ep ep nih. Masih inget kan ma sequel ini #Gaaaakkkk,nangisdipojokan#. Ini adalah ep ep hadiah dari bang heebum untukku. si raja yadong yang jadi pemaran utamanye #bugh,dijotos JEWELS#. mian ya kalo miss typo dan mr delete nyelonong mulu. cuma mau saranin aja. jangan lewatin Sequel SJ Couple ya. karena semua cerita akan saling berhubungan. masih ingat kan sama 2 couple sebelumnya #Gaaakkk#. y udah ayo cepet2 baca ni ep ep. keburu ngantuk nanti, hi hi hi. kita mulai ke TKP #prokprokprok#.

0o0


Hyekyung POV
“Eoni Shin.”, kupeluk orang yang memakai baju serba putih tersebut dari belakang.
“Yaa, hyekyung a. kau selalu mengagetkanku. Kau sudah bertemu Dokter Kim?”, kata perawat Shin dengan muka galak.
“Ne, dan hasilnya belum ada. Eh tau nggak eoni, masak Dokter Kim malah menyuruhku datang kesini 3 minggu sekali sih. Apa Dokter Kim tak tau kalau aku bosan bertemu dengan eoni.”, aku berkata sambil berkaca pinggang. Aku lihat perawat Shin diam saja.
“Eoni, kok diam. Harusnya kan senang karena bisa bertemu aku lebih sering.”, aku berkata dengan mimik cemberut.
“Kamu itu kenapa semangat sekali. Membuat eoni gemas saja.”, dia hendak mengacak rambutku, tapi aku langsung menghindar.
“Hahaha, iya dong. Kan baru saja di charge. Aku pergi dulu ya. Biasa eoni, hehehe. Annyeong.”, kulihat  eoni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahku. Aku tertawa dan segera saja aku pergi dari tempat yang sungguh membuatku ingin muntah tersebut.
Yah beginilah aku. Aku selalu rutin ke rumah sakit. Jika kamu tanya apa alasannya, aku akan jawab bahwa aku layaknya ponsel yang harus di charge jika batreinya abis. Aku memiliki kelainan anemia sickle cell. Jadi begini, darahku berbeda dengan manusia pada umumnya. Bentuk sel darah merahku seperti bulan sabit, hanya sedikit yang bentukanya normal. Oleh karena itu aku harus mendapat transfusi darah setiap beberapa waktu sekali. Dulu sih waktu aku masih kecil, aku biasa transfusi 4 bulan sekali. Eh sekarang saat usiaku menginjak 22 tahun, aku musti transfusi 22 hari sekali atau sekitar 3 minggu sekali. Hihihi, aku seperti drakula ya, minumnya darah. Tak banyak yang tau tentang kondisiku. Hanya orangtuaku dan teman dekatku saja yang tau.
Jika kamu berkata padaku, kenapa tidak operasi cangkok sunsum tulang belakang saja, nah itulah masalahnya. Sunsumku sama dengan punya eommaku dan sayangnya eommaku telah berada di dunia yang berbeda denganku. Sampai sekarang, belum ada yang cocok denganku. Tapi aku tak akan pernah menyerah (mian kalo salah, author kurang tau penyakit ini). Kadang aku iri sekali pada mereka yang bisa beraktifitas dengan leluasaa, yang bisa menekuni hobi mereka. Tapi mau bagaimana lagi. Aku harus tetap bersyukur, karena seenggaknya aku masih bisa hidup sampai sekarang.
Hari ini, aku akan ke Kiss Radio. Seperti biasa mau ketemu sama Eunhyuk oppa. STOP !!! jangan berpikir aku pacar si otak yadong itu ya, hihihi. Aku memang dekat dengannya. Oke oke, aku mengaku, aku memang menyukainya. Tapi aku tegaskan sekali lagi, kami TIDAK berpacaran hehehe. Aku bisa menjadi ELF itupun karena dia juga. Itu terjadi 3 tahun yang lalu, tepatnya saat terjadi kecelakaan yang melibatkan kyu oppa, tukie oppa, shindong oppa, sama hyukkie oppa.
FLASHBACK
Di taman rumah sakit.
Choi Hye Kyung bengong melihat orang di hadapannya. Bukan apa-apa, tapi orang itu melamun sambil meneteskan airmatanya. Eunhyuk yang merasa dirinya ditatap terus menerus menoleh pada Hyekyung.
“Yaa, kenapa kau menatapku? Apa kau ingin minta tanda tangan disaat seperti ini?”, bentak Eunhyuk.
“Tanda tangan? Untuk apa?”, hyekyung mengeryitkan dahinya.
“Lalu untuk apa kau memandangiku? Bukankah kau seorang ELF?”, kata Eunhyuk seraya mengusap airmatanya.
“ELF? Apa itu?”, terlihat Hyekyung semakin bingung.
FLASHBACK OFF
Hyekyung POV
Ya, sejak kejadian itu, eunhyuk oppa rajin memberitahuku tentang Super Junior. Dan ternyata akhirnya aku benar-benar menjadi ELF. Hihihhi.
Eh itu dia Hyukkie oppa. Diam-diam aku masuk ke dalam Kiss radio melewati pintu belakang (mank ada ya?). Mana bisa dari pintu depan kalau ELFnya saja sebanyak itu.
“Oppa”, kutepuk pundaknya.
“Hyekyung a, hari ini tumben kamu datang ke sini.”, katanya sambil mengacak rambutku. Kebiasaan.
“Yaa, kenapa kau acak rambutku. Aku kan sudah dandan cantik seperti ini.”, kataku sebal. Kubenahi rambutku yang tak karuan.
“Hahaha, yeppeo yeppeo. Kamu ke sini bawa apa itu?”, dia menunjuk ke benda yang sedari tadi ada di tanganku.
“Owh ini. Ini aku bawa sesuatu. Ini cake special untuk Wookie oppa. Dia ikut mengisi acara hari ini kan?”, kataku kembali.
“Lalu untukku mana?”, cerocosnya kembali.
“Hei ada apa ini?”, sang leader keluar dari tempat broadcastnya diikuti oleh Wookie oppa, Kyu oppa, dan tentu saja Yesung oppa. Ya ampun Wookie oppa, aduh aku malu. Bagaimana kalau dia tadi mendengar. Aku memang mengaguminya, ingat mengagumi, kalau menyukai, aku menyukai Eunhyuk oppa, yah keceplosan lagi kan. :(
“Wookie a, tuh kau dibawakan cake special untukmu. Huh, kenapa kau yang selalu dapat dari Hyekyung sih.”, kata Eunhyuk oppa cemberut. Hahaha, apakah dia cemburu. Mana mungkin.
“Jeongmal?”, kata Wookie oppa yang kini mendekatiku.
“Ani, sebenarnya bukan untuk oppa saja. Ini untuk Ryeowook oppa, dan ini untuk oppa lainnya.”, kataku seraya menyerahkan bingkisan tersebut. “Dan ini untukmu oppa yadong, hihihi.”
Kusenggol sikunya.
“Kenapa sih kau selalu memanggilku yadong. Aku kan bukan yadong.”, katanya cemberut. Dia menerima cake itu dengan tatapan sebal.
“Hahaha, habisnya dari informasi ELF yang lain, oppalah yang paling yadong.”, kataku sambil tertawa. Dasar yadong. Tapi apa benar dia yadong?. Kulirik Kyuhyun oppa yang hendak merebut cake Wookie oppa.
“Yaa Kyu oppa. Itu untuk Wookie oppa saja tau. Masak milik hyungmu hendak kau minta juga.”, aku mendelik padanya.
“Yaa Hyekyung a, kau tak adil. Masak Wookie hyung dan Hyukjae hyung dapat 1 bingkisan, sedang ini 1 bingkisan untuk berdelapan.”, katanya protes.
“Itu kan lebih besar oppa.”, kataku sambil berkacak pinggang. Dasar oppa evil memang.
“Ya sudah kalau kau tak mau, biar kumakan sendiri bersama Ddangkoma saja.”, kata Yeppa yang sedari tadi membawa cake untuk oppadeul yang lain. Aku tertawa melihat tingkah the weirdest oppa ini.
“Hyekyung a, ini hanya perasaanku saja atau memang aku benar. Sepertinya kau kemarin sangat pucat. Kenapa sekarang menjadi begitu segar?”, kata Eunhyuk oppa.
“Deg”
Apakah oppa menyadari perubahanku? Apa dia mengamatiku ya?.
“Ani, aku memang seperti ini dari kemarin.”, kataku gugup. Jangan sampai mereka tau.
“Iya juga ya. Kenapa aku merasa kamu sekarang lemas. Besuknya ceria. Kamu memang aneh.”, Yeppa ikut menanggapi. Yak, memang siapa yang aneh?
“Hmm, syukurlah kalau begitu. 2 minggu lagi adalah ulang tahunku. Kau tidak lupa kan?”, kata Eunhyuk oppa. Bagaimana bisa aku lupa? Aku saja sudah mempersiapkan surprise untuknya. Yah meski kuakui, itu mengharuskan aku beraktifitas lebih banyak. Dan hasilnya aku harus transfusi lebih cepat.
“Jeongmal? Memang tanggal berapa?”, kataku pura-pura tak tau.
“Haish jinja. Lupakan, aku mau ke dorm dulu. Tuh ada Ryeowook. Bukankah kau ke sini untuk menemuinya. Sudah aku mau pulang.”, katanya sambil ngeloyor pergi.
“Gurae, palli, jja.”, kataku kesal. Huh tak tau terima kasih. Aku kan ke sini untuk menemuimu.
“Oppa, bisakah aku minta fotomu?”, aku mendekati Ryeowook oppa. Yah mumpung ada kesempatan. Kulihat Ryeowook oppa melirik ke arah Eunhyuk oppa lalu tiba-tiba dia menarik lenganku.
“Kita foto berdua ya. Bukankah belum pernah?”, katanya sambil merangkul pundakku. Ya Tuhan mimpi apa aku semalam.
“Hyung, tolong foto kami.”, kata Wookie oppa seraya menyerahkan ponselku pada Eunhyuk oppa. Namun si dancing machine itu malah mencibir.
“Shireo !!”, katanya.
“Sini aku fotokan kalian.”, kata Kyuhyun. Kulihat dia sekilas melirik Eunhyuk juga. “Wookie hyung, kau kurang dekat.”
Iih, ngapain sih evil magnae ini, membuatku malu saja.
“Klik”
Bersamaan dengan bunyi klik, Ryeowook mencium pipiku. Aku langsung melotot padanya.
“Wae? Tak papakan kalau aku memberimu kecupan special dariku. Itu adalah salah satu fan service dariku.”, kata Ryeowook. Dia melepaskan tangannya. Aduh pasti sekarang aku seperti kepiting rebus deh.
“Braakk”
Aku kaget. Si otak yadong menutup pintu dengan keras. Kami hanya bengong.
0o0
Eunhyuk POV
Aku merasa kesal pada 2 magnae yang usil itu. Tingkah mereka kekanakan sekali. Fan service? Hah, bilang aja nyari kesempatan untuk deket ma Hyekyung. Kupandangi 2 orang yang menyebalkan itu. Ingin sekali aku menjitak mereka.
“Yaa, bisakah kau berhenti bermain PSP?”, bentakku padanya. Huft, semakin membuatku kesal saja.
“Mwo?”, Kyu berkata tanpa menoleh padaku sedikitpun.
“Haish, jinja. Dasar kau magnae gila.”, timpalku.
“Hyung, kau kenapa sih?”, kali ini ganti Wookie yang bertanya padaku.
“Kau cemburu hyung?”, Kyu rupanya telah menaruh PSPnya.
“Mwo? Cemburu? Pada siapa?”, aku mengeryitkan dahiku.
“Pada kami.”, serentak mereka menjawab.
“Mwo? Yaa jullae?”, aku meraih kepala keduanya.
“Ya hyung, lepaskan aku.”, Kyu meronta padaku.
“Hyuk-ie a, apa yang kau lakukan?”, Yesung hyung datang dengan tiba-tiba. Buru-buru kulepaskan tanganku.
“Ani. Mereka menyebalkan sekali hyung.”, aku mengadu padanya. Biar aja.
“Hyuk-ie a, dia kan dongsaengmu. Kamu harusnya mengalah padanya. Kamu harusnya lebih dewasa.”, cerocosnya. Dia menghidupkan TV dan memasukkan sebuak disk pad DVD kami.
“Gundae hyung,,”, aku ingin protes padanya. Tapi dia buru-buru memberiku jari telunjuk. Akhirnya aku terdiam. Kulihat Kyu dan Wookie cengengesan. Huft, awas saja nanti.
“Kau mau lihat apa sih hyung?”, kata Wookie.
“Claudya baru saja memberiku rekamannya ketika dia pergi ke Bali. Dari ceritanya sepertinya menarik.”, kata Yesung sembari duduk di sampingku.
Aku berdiri. Mengesalkan sekali di sini. Lebih baik aku berlatih untuk dance battle nanti.
“Yaa, kau mau kemana?”.
Tak kuhiraukan panggilan hyungku. Semua menyebalkan.
0o0
Yesung POV
Kutatap punggung Eunhyuk. Dia ini kenapa.
“Yaa, ada apa dengan Hyukkie?”, tanyaku pada Kyu dan Wookie.
“Entahlah. Sepertinya dia marah pada kami.”, sahut Wookie. “Wah pantainya indah sekali.”
“Marah pada kalian. Memang apa yang kalian lakukan. Aah, itu adalah pantai Tanah Lot.”, kataku tanpa memindahkan pandanganku dari layar kaca.
“Dia sepertinya menyukai Hyekyung.”, kali ini Kyu yang menjawab. Dia beranjak berdiri. Hyekyung?.
“Yang biasa ke Kiss Radio itu? Tapi bukankah dia menyukaimu Wookie a.”, jawabku. “Kau mau kemana Kyu?”.
“Cinta baru tiba dari Paris. Aku ingin menemuinya.”, kata Kyu sambil beranjak pergi.
“Haish jinja. Kau enak sekali bisa bertemu dengannya. Aku saja sudah hampir 2 bulan belum bertemu dengan Claudya.”, kataku sebal. Kyu hanya nyengir.
“Hyung, sepertinya Hyekyung menyukai Eunhyuk hyung juga.”, kata Wookie.
“Menurutmu begitu?”, tanyaku kembali.
“Ne. Aku selalu mengamatinya. Dia selalu memandang Eunhyuk hyung diam-diam. Aku tak yakin dia datang untuk menemuiku. Aku sering memergokinya tengah mengambil gambar Eunhyuk hyung.”, kata Wookie. Kuperhatikan dongsaengku itu. Dia nampaknya sangat tertarik dengan pulau Bali. Daritadi pandangannya tak lepas dari layar kaca. Hmmh, ingin sekali aku bisa memahami jalan pikir dongsaengku. Yah sebagai hyung yang termasuk tua, aku juga memiliki beban yang termasuk berat  juga. Aku tak bisa membayangkan Eeteuk hyung yang harus mengurus kami semua. Hmmmh.
0o0
Hyekyung POV
Kusilang tanggal hari ini. 4 april, itu adalah esok hari. Dia akan ulangtahun. Selama 2 minggu aku tak menemuinya. Memang aku rindu, tapi aku harus bertahan. Aku ingin memberinya kejutan. Akhir-akhir ini dia sering sms dan telfon. Dia ingin bertemu denganku. Tapi aku selalu punya alasan untuk menolak. Apakah mungkin dia merindukan diriku? Sepertinya tak mungkin.
Akhirnya hari ini selesai juga. Aku merajut sebuah blus selama 2 minggu ini. Hasilnya cukup bagus, karena memang aku mengerjakannya dengan hati-hati. Aku menghela nafas. Selain blus, aku juga berlatih membuat serta menghias cake sendiri. Sebenarnya hal itu sangat melelahkan, tapi aku harus membuat ulangtahunnya tahun ini bisa menjadi kenangan. Aku tak yakin apakah aku masih bisa merayakan ulangtahunnya tahun depan.
“Kriet”
Aku menoleh, kulihat appaku berdiri di ambang pintu. Dia masuk dan duduk di sampingku.
“Hentikan semua ini.”, kata appa tiba-tiba.
“Apa maksud appa?”, kataku bingung.
“Hentikan menyiksa tubuhmu seperti ini. Apa kamu lupa kalau kamu tidak boleh terlalu capek. Appa selalu melihatmu tidur larut malam. Kalau kamu seperti ini terus, kamu bisa menghabiskan darah semua orang.”, aku bingung. Kenapa appa berkata kasar padaku?
“Appa, aku tak papa. Aku baik-baik saja.”, kataku kembali.
Tiba-tiba appa menarikku. Dia menghadapkanku dengan cermin.
“Apakah itu yang kamu sebut baik-baik saja?”, kata appa. Kulihat sosokku di cermin. Apa kata yang sanggup menggambarkan diriku. Aku layak disebut mayat hidup. Wajahku terlihat sangat pucat. Aku tak tau lagi bagaimana menggambarkan keadaan tubuhku. Memang hari ini aku merasa semakin lemas.
“Appa”
“Hentikan semua ini Hyekyung a. Kau tau kan kalau tubuhmu berbeda. Appa mohon hentikan semua ini. Kamu bisa membunuh dirimu sendiri.”, kulihat appaku sedih. Aku menunduk. Perlahan airmataku mulai menetes.
“Jeoseohamnida appa. Jeongmal jeoseohamnida. Aku tak bisa. Aku selalu menuruti semua yang hal yang dilarang. Sedari kecil, aku tak pernah bisa melakukan apa yang aku inginkan. Semua kegiatanku terbatas. Tapi kini aku telah besar appa. Appa sudah tau pasti aku sangat menyukai Super Junior. Bahkan appa juga tau, aku menyukai Eunhyuk oppa. Appa tau bahwa selain appa, dia jugalah yang menjadi alasanku untuk terus bertahan. Aku mohon jangan hentikan aku appa. Saat ini aku telah menjalani transfusi 3 minggu sekali, itupun aku tanpa melakukan kegiatan berat. Aku tak pernah tau appa, apakah aku masih bisa bertahan hingga tahun depan.”, aku terisak mengatakan hal tersebut. Itu semua memang telah menjadi beban pikiranku selama ini.
“Gundae Hyekyung a. Kamu tak harus seperti ini.”, appa memelukku.
“Appa biarkan aku. Biarkan aku melakukan ini. Sampai sekarang tak ada donor yang cocok untukku.  Aku tak tau sampai kapan aku bisa bertahan. Aku tak tau, sampai kapan tubuhku mampu beradaptasi appa. Kumohon jangan larang aku appa.”, aku membalas pelukan appa. Maafkan aku appa. Tapi aku tak mau berhenti.
0o0
Eunhyuk POV
Aku duduk bersandar pada dinding. Kami baru saja sampai di dorm. Barusan saja kami mengisi acara di Mnet!. Sungguh melelahkan. Kami berkumpul di lantai 11. Pintu terbuka dan Tukie hyung masuk. Dia datang bersama manajer Han dan seorang laki-laki setengah baya.
“Eunhyuk a.”, panggil Tukie hyung. Aku menoleh. “Semua tolong perhatikan.”
Kami berkumpul. Paman itu membungkuk. Kami salah tingkah, kami buru-buru membungkuk lebih dalam.
“Ini adalah tuan Shin. Ada sesuatu yang ingin beliau sampaikan.”, jelas manajer kami.
“Perkenalkan, saya adalah Shin Geun Woo. Saya merasa terharu, karena bisa bertemu dengan idola seperti kalian ini. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada kalian, karena berkat kalian putriku menemukan semangat hidupnya. Dia adalah penggemar berat kalian. Tiap melihat penampilan kalian, putriku terlihat seperti baik-baik saja.”, kata Tuan Shin.
“Tunggu ahjussi. Putri anda sakit?”, kata Tukie hyung.
“Ya benar. Dia menderita suatu kelainan darah. Penyakitnya disebut anemia sickle cell. Kelainan itu membuatnya harus transfusi darah tiap beberapa waktu sekali. Saat ini dia harus transfusi tiap 3 minggu sekali. Itu akan menjadi lebih buruk jika dia melakukan sesuatu diluar kemampuannya. Berkat kalian, dia terus berusaha bertahan hidup. Berkat kalian, dia terus bisa menunggu untuk seseorang yang mau menjadi donor untuknya.”, kata tuan Shin kembali.
“Jadi dia membutuhkan donor?”, kata Sungmin hyung.
“Benar. Dia harus menunggu donor yang cocok untuknya. Eommanya telah meninggal. Sampai sekarang saya bingung harus mencari donor dimana.”, katanya kembali. Aku menatap ahjussi tersebut. Terpancar sinar kesedihan dalam wajahnya. Aku ingin sekali meringankan beban ahjussi itu. Tapi bagaimana caranya.
“Dia sangat menyukai kalian, terutama yang bernama Eunhyuk. Bolehkah aku tau yang mana yang bernama Eunhyuk?”, aku melotot kaget. Aku? Aku membungkuk pada ahjussi tersebut. Semua menoleh padaku.
“Saya lah yang bernama Eunhyuk.”, kataku memperkenalkan diri.
“Ah ya, harusnya aku tau. Ternyata kamu sama dengan yang di foto. Dia mempunyai banyak sekali foto kamu di kamarnya. Tapi yang lainnya juga banyak. Tapi yang paling banyak memang foto Eunhyuk. Dan besok hari besar kamu kan.”, kata ahjussi tersebut sambil tersenyum.
“Ne, besok adalah ulangtahun saya.”, kataku kembali.
“Mwo? Hyung, kamu besok ulangtahun ya?”, kata Kyu.
“Bletak”
“Wae?”, kata Kyu sembari mengelus kepalanya yang di jitak Heechul.
“Kau tidak sopan sekali.”, bisik Heechul.
“Yaa, bisakah kalian diam?”, kata leader kami. Aku hanya menggelengkan kepala.
Kulihat ahjussi tertawa.
“Kalian ini. Oh iya, saya lanjutkan. Kamu tentu tau bahwa besok adalah ulangtahun kamu. Selama 2 minggu ini dia terus bekerja keras untuk merayakan ulangtahunmu. Dia melupakan keadaan tubuhnya. Itulah yang membuat hati saya sangat sedih. Dia sudah kularang. Tapi dia tak mau mendengarkanku. Dia bilang bahwa mungkin ini kesempatan terakhirnya. Orangtua mana yang sanggup mendengar anaknya berkata seperti itu.”, kulihat ahjussi tersebut semakin bersedih. Aku menjadi salah tingkah. Gara-gara aku semua menjadi lebih buruk.
“Oleh karena itu, sebenarnya tujuanku datang kesini adalah meminta bantuan kalian untuk menghentikan putriku sebelum semuanya memburuk. Aku sudah tak bisa mnghentikan dia. Mungkin jika kalian yang meminta, dia mau. Apakah kalian mau membantu orang tua ini.”, ahjussi tersebut berdiri dan membungkuk pada kami. Buru-buru kami menghentikan tindakannya. Kami merasa sangat tidak enak.
“Tentu kami akan membantu anda tuan.”, kata manajer Han.
“Ya kami akan membantu.”, kata Tukie hyung.
“Terimakasih. Aku sangat berterimakasih. Semoga saja putriku mau mendengarkan kalian. Yah, kalau hari rabu begini, biasanya putriku akan menemui kalian. Setelah menemui kalian, dia pasti akan bercerita kepadaku. Saat dia bercerita, hal itu adalah saat yang  menyenangkan. Karena dia akan melupakan semua yang dia derita.”, katanya sambil tersenyum.
“Jadi dia pernah menemui kami?”, kata Tukie hyung.
“Tentu saja. Loh bukankah kalian telah mengenal putriku? Dari cerita-ceritanya, sepertinya dia cukup dekat dengan kalian? Dia telah menjadi pengagum kalian sekitar 3 tahun. Namanya Shin Hye kyung. Kalian mengenalnya kan?”, kata ahjussi tersebut. Kami tertegun. Mendadak tempat itu menjadi sunyi. Kami saling berpandangan.
Shin Hye kyung? Ya Tuhan, benarkah dia Hyekyungku? Benarkah yang dimaksud beliau Hyekyung yang telah menjadi ratu dalam hatiku. Benarkah dia Hyekyung yang kusayangi? Aku merasa semua member menatapku. Aku terdiam.
“Jeogiyo, apakah dia sering menemui kami? Apakah dia pernah mengatakan sesuatu tentang Kim Ryeowook? Karena Hyekyung yang kami kenal, dia sangat mengagumi Ryeowook. Maaf jika kami melupakannya.”, Yesung hyung kali ini buka suara.
“Aah, ya benar, dia memang sangat mengagumi Ryeowook. Tapi dia menyukai Eunhyuk. Aku yakin kalian mengenalnya. Dia cukup sering menemui kalian. Dia juga sering jalan-jalan bersama Eunhyuk.”, kata ahjussi kembali.
Aku menghela nafas. Tak lain lagi, pasti yang dimaksudnya adalah Hyekyung yang aku sayangi.
“Jadi itu alasannya. Alasan mengapa dia bisa menghilang 1 hari penuh. Alasan mengapa dia bisa menjadi sangat pucat. Alasan mengapa dia selalu menolakku ketika ku ajak ke gym. Alasan dia di rumah sakit waktu itu.”, aku menunduk. Kurasakan beribu jarum menusuk hatiku. Mengapa harus dia?
“Benar. Jadi, maukah kamu membantuku?”, kata beliau kembali.
“Bisakah kita lakukan sekarang?”,kataku tegas.
Aku berdiri diikuti yang lainnya.
“Tunggu sebentar, aku akan mengambil sesuatu terlebih dahulu.”,bergegas aku masuk kemarku. Kuambil cincin yang memang rencananya akan kuberikan padanya.
0o0
Hyekyung POV
Selesai sudah aku membungkus kadonya. Ya Tuhan, kenapa daritadi kepalaku rasanya mau pecah? Kutatap diriku di cermin. Mengerikan sekali. Aku tak pantas disebut hidup. Aku menghela nafas panjang. Tubuhku rasanya lemas sekali. Untuk membungkus kado saja aku butuh tenaga ekstra. Sepertinya aku harus segera menemui Dokter Kim. Pintu kamarku terbuka. Aku terpaku, kulihat Hyukkie oppa berdiri memegang knop pintu. Aku sangat kaget.
“Oppa?”
Dia berlari kearahku. Direbutnya kado yang ada di tanganku. Kado itu dilemparnya. Dia menarikku dalam dekapannya. Aku terlalu lemah untuk meronta.
“Yaa, neo paboya. Kenapa kamu lakukan hal yang akan membuatmu terbunuh? Hentikan semua ini. Aku tak butuh semuanya. Aku butuh kamu hidup. Aku butuh kamu selalu di sampingku. Arra?”, kudengar nafasnya memburu. Aku terdiam.
“Oppa, arrayo?”, kataku saat dia melepaskan dekapannya.
“Neo jeongmal pabo, kamu sakit dan tak memberitahuku? Haish jinja. Kamu anggap aku apa? Bukankah kau mengyukaiku? Lalu mengapa kau pura-pura menyukai Wookie?”, katanya kembali. “Mulai sekarang kamu harus bilang apapun kepadaku  karena kamu adalah pacarku. Arra?”
Aku menatapnya bingung.
“Pacar?”, kataku bingung.
“Ne, ini pakai cincin ini. Kamu tak boleh mengagumi Wookie lagi. Arra. Kamu harus tetap melihatku. Hanya aku.”, katanya sembari memakaikan cincin itu di jari manisku.
“Tes tes tes”
Kurasakan philtrumku basah.
“Yaa, kau berdarah.”, kata Hyukkie oppa. Entahlah apa lagi yang dia katakan. Aku merasa duniaku perlahan semakin gelap.
0o0
Hyekyung POV
Kubuka mataku. Kulirik selang yang ada ditanganku. Kulihat 1 botol infuse serta 1 kantung darah mengalir ketubuhku. Aku tersenyum kecut. Baru 2 minggu aku harus transfusi lagi. Hmmh, ini semua gara-gara Eunhyuk oppa.
“Kau sudah bangun?”, sebuah suara mengagetkanku. Aku menoleh. Kulihat appa, dokter Kim serta Shin Eoni.
“Bukankah sudah berkali-kali kubilang. Jangan memaksakan dirimu.”, Dokter Kim berkata tegas padaku. Memang Dokter Kim dan perawat Shin sudah kuanggap kakakku sendiri. Itu karena merekalah yang menemaniku sedari kecil.
“Hyekyung a, kamu jangan buat kami khawatir ya.”, kali ini Shin eoni berkata padaku.
“Kamu sudah mendengar mereka kan Hyekyung. Appa berkata benar kan.”, kata appa.
Aku menoleh membelakangi mereka. Aku menangis dalam diam. Ya Tuhan, bukankah Eunhyuk oppa sudah tau? Apakah dia marah? Mengapa dia tak ada di sini? Seorang perawat masuk ke dalam ruanganku.
“Dokter Kim, ada berita bagus. Ada donor yang cocok dengan Hyekyung.”, kata perawat tersebut. Aku menoleh. Benarkah yang kudengar ini Ya Tuhan. Semua menoleh padaku.
0o0
Eunhyuk POV
Kupandangi cincin yang tersemat di jari manisku. Super Junior hari ini menghadiri acara Star King. Yah seperti biasa. Selain kami, ada SHINee, dan yeoja Kyu, yah siapa lagi, direktur kami, Cinta. Aku tak bisa berkonsentrasi pada acara ini. Kamu tau kenapa? Minggu ini Hyekyung menjalani operasi. Setelah penantian yang panjang, akhirnya ada juga pendonornya.
Telah 1 jam acara ini berlangsung. Sebentar lagi pasti akan selesai. Aku ingin segera pulang dan menemuinya.
“Sebelum acara ini berakhir, ada sesuatu yang ingin kami persembahkan kepada Super Junior. Super Junior sebagai seorang idola, ternyata tak hanya bisa menghibur kita. Namun, Super Junior juga telah memberikan semangat hidup kepada seseorang. Shin Hye Kyung adalah ELF yang kini berusia 21 tahun. Dia menderita kelainan darah yang mengharuskan dia mendapat transfusi darah dalam jangka waktu tertentu. Dia tidak pernah menyerah. Dia berkata bahwa dia terinspirasi dari Super Junior. Minggu ini dia telah menjalani operasi pencakokan yang merupakan jalan satu-satunya agar dia sembuh. Untuk mempersingkat waktu, mari kita panggil, Shin Hye Kyung.”, suara MC berhenti.
Aku terdiam. Kurasakan tangan Yesung hyung di punggungku. Dia menepuk pelan tubuhku dan mengedipkan matanya padaku. Pintu bundar terbuka, dan masuklah Hyekyung. Dia didampingi Dokter serta Appanya. Aku tau dia belum pulih. Dia masih memakai selang infuse. Ingin sekali aku memeluknya dan bertanya padanya apakah semua baik-baik saja. tapi aku memilih diam.
“Selamat datang Hyekyung-ssi”, sapa MC. Kami membungkuk. Kulihat dia membungkuk meski duduk dalam kursi roda.
“Bagaimana perasaan anda?”, tanya MC lagi.
“Ehm, sebenarnya suatu anugrah karena saya bisa mendapatkan pendonor. Namun itulah kehendak Tuhan. Saya sangat berterimakasih pada Super Junior. Karena berkat mereka saya bisa bersemangat.”, katanya singkat.
“Aa, jadi begitu ya.”, kata MC lagi.
“Ya benar. Saya juga berterimakasih pada orang yang saya sayangi. Karena berkat dialah saya bisa menjadi seorang ELF. Dialah yang mengenalkan saya pada Super Junior.”, katanya kembali.
“Apakah dia namjamu?”, kali ini ganti Tukie hyung yang bertanya.
“Haha, ehm bisa dibilang begitu. Kami bertemu 3 tahun yang lalu saat di rumah sakit. Dan sejak saat itu, kami sering bertemu untuk membicarakan tentang ELF. Mengapa saya menjadi cerita begini haha.”, dia tertawa pelan. Aku tersenyum. Rupanya dia tengah mebicarakanku.
“Aa, tidak apa-apa. Dari kesepuluh member ini, siapa yang paling kamu sukai.”, tanya MC.
“Ehm. Eunhyuk ssi dan Ryeowook ssi.”, katanya. Hahaha, kini dia mengakui mengagumiku. Ehm, tepatnya mencintai.
“Bolehkah aku menyerahkan sesuatu?”, kata Hyekyungku.
“Silahkan. Mumpung ini ada kesempatan.”, kata MC kembali.
Dia menoleh pada Dokternya dan disambut anggukan. Dia menuju padaku. Tangannya terulur menyerahkan sebuah kado yang pernah kubanting.
“Terimalah ini. Bukankah Eunhyuk ssi baru saja ulangtahun? Kado ini pernah membuat orang yang kusayangi marah, oleh karena itu jangan engkau tolak. Pasti aku akan kecewa.”, kata Hyekyung. Aku tersenyum. Ingin sekali kucubit pipinya karena gemas. Aku menerima hadiahnya.
“Bolehkah saya memeluknya?”, dia meminta ijin pada MC. Semua yang melihat bersorak. Aku hanya geleng-gelang kapala. Masak mau meluk namjanya sendiri musti minta ijin dari orang lain. Tanpa menunggu persetujuan dari MC, bergegas kupeluk Hyekyung. Kurasakan dia sedikit kaget. Tapi kemudian dia membalas.
“Jagiya, kau bisa menahannya, kau benar-benar hebat. Aku saja hampir tak tahan melihatmu. Ingin sekali aku memelukmu sedari tadi. Gundae, gwaenchanayo?”, kubisikkan kata itu di telinganya.
“Lepaskan aku, kau mau aku mati diserbu ELF. Ne, nan Gwaenchana.”, dia ikut berbisik di teliangaku. Segera kulepaskan pelukanku. Dan aku menghadap audiens sambil tertawa. Mereka malah menganggap aku membuat lelucon. Biar saja. Aku kan kangen padanya.
End
0o0

Eh udah tamat ya. mian tadi kutinggal nyuapin si baby Ddangkomaeng #plak#. gimana readers??? mian kalo jelek. saya butuh RCL. RCL adalah makanan favorit saya. hihihi. Spesial thanks untuk suamiq yang telah memberiku semangat, gomawo chaggi @pelukYeppa@. Jangan lupa baca couple selanjutnya ya... and commentnya jangan ketinggalan XD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar