5.18.2012

[FF] Let Me Go/Part 1

Title    : Let Me Go
Author: Santi Aprilliani
Genre : Rommance, Friendship, Family, Mistery
Rate   : PG 14
Length: 1 of ~
Cast    : Jung Ha Mun (fiction)
             Kim Young Woon as Kangin
             Kim Hee Chul as Jung Hee Chul (Oppa Ha Mun)
             Other Super Junior member

-------------




LET ME GO

Jung Ha Mun POV

“ANDWEEEEE”
Aku menangis, meronta-ronta melihat jasad orang yang kucintai dibawa pergi.
“ANIA. Ini semua konyol. Dia hanya tidur. Dia tak mungkin meninggalkanku. Kalian semua salah.
KANGIN AH, NEON PABOYA. IREONA. HENTIKAN CANDAANMU..”, aku begitu histeris. Aku begitu terpukul. Ini semua tak mungkin nyata.
“Oppa, katakan pada mereka bahwa mereka salah. Aku mohon jangan bawa pergi Kangin.”, aku memohon pada oppaku.
“Hamun ah”, oppaku dan temannya tetap memegangku erat.
“OPPA, OPPA PABO. OPPA, KANGIN HANYA BERCANDA. DIA....”
Semuanya gelap.

0o0

Heechul POV

“DIA...”
‘Bruuk’
Aku kaget melihat yeodongsaengku ambruk. Masih dengan berlinang airmata, aku dan Teuki hyung membaringkannya di kamar. Kupandang adikku dengan sedih.
“Hyung, pergilah. Kau adalah hyung kami. Kau dibutuhkan untuk dongsaengdeul. Aku akan mengurus dongsaengku.”, aku memandang Teuki hyung yang telah membengkak matanya.
“Gundae, neon gwaenchana?”, dia menepuk bahuku.
“Ne hyung.”, dia berdiri, kemudian meninggalkanku.
Aku berjalan menuju jendela untuk melihat pemberangkatan jasad Kangin. Kulihat ELF dan Camomile menangisi kepergian orang yang mereka cintai. Aku kembali menangis seakan masih belum percaya Kangin telah meninggalkan kami. Kupandangi adikku yang tengah pingsan.
“Kangin ah. Kenapa kau pergi secepat ini? Jika kau tak kasihan pada kami, maka kasihanilah adikkku. Belum genap 2 bulan kamu menikahinya, tapi kenapa dia sudah kau tinggalkan? Dia sangat histeris Kangin ah.”, kutundukkan kepalaku dan bulir airmataku kembali runtuh.

0o0

Eeteuk POV

Kami terdiam di rumah ini. Belum genap 2 bulan Kangin menempati rumah ini bersama istrinya yang tak lain adik dari Heecul. Kulihat dongsaengdeulku masih juga menitikkan airmatanya. Mata mereka bengkak semua.
“Oppa, kau disini? Kenapa kalian berkumpul di sini. Aish, Racoon tadi kemana lagi. Jam segini belum pulang.”
Kami kaget. Seketika kami berpandangan. Ya Tuhan, seberat apakah Ha Mun terpukul hingga dia seperti ini. Aku berdiri bersamaan dengan Heechul, untuk menghampiri Ha Mun.
“Ha Mun ah, sadarlah. Kangin sudah pergi. Dia tak akan kembali. Dia sudah mati.”, kataku.
“Oppa, berhenti main-main. Ini tidak lucu. Tunggulah sebentar lagi, dia akan pulang.”, dia kembali menitikkan airmata.
‘Plak’
Aku terkejut tatkala tangan Heechul melayang ke pipi yeodongsaengnya.
“Bangun ! Sampai kapan kau akan sadar bahwa Kangin sudah meninggalkan kita?”, Heechul memeluk adiknya. “Relakan dia”.
“ANIA”
‘Bruuk’
Omo, dia pingsan lagi.

0o0

Jung Ha Mun POV

Kubuka mataku pelan. Aku mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Seketika hatiku remuk. Kupandang cincin yang melngkar di tanganku. Kembali aku menangis. Kenapa dia pergi meninggalkanku. Aku menangis di dinding yang bergambar diriku dan dirinya saat kami menikah.
“Kau jahat. Bukankah kau berjanji tak akan meninggalkanku?”, aku terus menangis, seakan kantung airmataku telah rusak.
Aku beranjak keluar kamar dengan mendekap foto pernikahanku. Kulihat oppaku dan member lainnya tengah tertidur di ruang tamu. Aku melangkah keluar rumah dengan pandangan kosong. Ya, aku merasa jiwaku telah pergi. Aku terus melangkah tanpa tau lagi aku kini tengah berada dimana. Kurasakan kakiku mulai pegal. Aku duduk di pinggir jalan seperti orang gila. Kupandangi kembali fotoku dan kembali tangisku mengeras.

‘Buk’

Aku tersentak kala sebuah benda jatuh tak jauh dari tempatku duduk. Kudekati benda itu. Sebuah buku?

‘Tell Me Your Wish’

Buku apa ini? Kubuka buku yang berwarna coklat kusam itu.

‘Give Me Your Wish, I Will Give It To You’

Kumasukkan buku itu ke tasku dan aku beranjak pulang. Matahari mulai menampakkan dirinya. Kepalaku pening. Rasanya lemas sekali. Aku memasuki halaman rumahku.
“Ha Mun ah”
Ryeowook dan Yesung oppa berlari menyongsongku. Pandanganku kosong dan aku hanya diam tak menyahut.
“Yaa gwaenchana?”, Yesung oppa memapahku ke dalam.
“Hyung, Ha Mun sudah pulang.”, Ryeowook berteriak keras memanggil hyungnya.
“Panggil Teuki hyung dan Heechul hyung dan katakan Ha Mun sudah datang.”, kata Yesung oppa. “Ryeowookie, buatkan Ha Mun bubur. Dia harus makan.”
Aku hanya menurut ketika Yesung oppa menuntunku ke kamar. Di kamarku sudah ada Sungmin oppa dan Siwon oppa. Aku dibaringkan dan diberi selimut. Aku hanya terdiam.
“Ha Mun ah, buka mulutmu. Kau harus makan.”, Yesung oppa menyodorkan sesendok bubur padaku. Aku membuka mulutku. Rasa bubur ini sangat hambar. Baru 2 sendok aku merasa mual. Buru-buru aku ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yang hampir kutelan. Aku kembali ke tempat tidur.
“Aish, pasti buburnya terlalu lembek ya. Mianhae.”, Ryeowook terlihat menyesal. (Kayaknya bubur memang lembek deh =.=’a)
“Ani Ryeowookie, aku hanya tak nafsu makan. Keluarlah kalian, aku ingin tidur.”, aku menarik selimutku dan kupejamkan mataku.
‘Cklek’
Kudengar pintu ditutup. Airmataku kembali menetes

0o0

Heechul POV

“Mwo? Dia muntah? Aish, pasti maagnya kambuh. Jadi sekarang dia tidur. Gomawo semuanya. Kalian pulanglah ke dorm. Untuk sementara aku akan tinggal di sini menemani dongsaengku.”, kutepuk pundak Teuki hyung.
“Jika ada apa-apa panggil kami.”, Teuki hyung ganti menepuk pelan punggungku. Aku mengangguk. Kuantar mereka ke depan. Setelah mengantar mereka pulang, aku bergegas membersihkan rumah yang berantakan ini.

0o0

Ha Mun POV

Aku terbangun. Kutatap bantal kosong di sampingku.
“Chaggi, mana morning kissku?”
Masih terngiang kata-kata itu. Kata yang selalu dia ucapkan ketika kami bangun di pagi hari. Pandanganku terhenti pada tasku. Kuraih tasku dan kuambil bukuku. Mungkin aku sudah tak waras karena berharap buku kemarin adalah buku keajaiban. Belum sempat menulis, aku merasa mual kembali. Bergegas aku ke kamar mandi dan muntah di sana. Aish, maagku sepertinya kambuh. Tapi aku mau makan tak enak juga. Kubasuh mulut dan tanganku. Aku kembali ke kamar. Kuambil bolpenku dan aku mulai menulis di buku itu.

‘Aku ingin Kim Young Woon kembali menemaniku di sini’

Aku menahan napas. 1. 2. 3. Tak ada apapun yang terjadi. Aish, pabo sekali aku. Kulempar buku itu dan aku kembali tidur.

0o0

Kangin POV

Aku tersentak ketika hendak memasuki gerbang yang aku tak tau dimana, ada yang seperti mencekal tanganku.

“Kau tak dapat masuk. Ada yang menahanmu.”

Sebuah suara mengagetkanku. Tiba-tiba aku merasa tubuhku dilempar. Tau-tau aku sudah ada di kamarku. Apa-apaan ini. Rohku yang transparan mulai memadat. Kutatap wajahku di cermin. Aku kembali hidup. Hidup? Aku tak merasakan detak jantungku. Aku juga sangat pucat. Ada apa ini?  Ya Tuhan, apakah kau menghukumku? Pandanganku mengarah pada seorang yeoja yang tengah tertidur. Ha Mun? kuhampiri dia yang tengah ternyenyak. Kenapa aku ada di sini? Kulihat di sampingnya ada buku coklat kusam. Buku yang sudah tua.

‘Aku ingin Kim Young Woon kembali menemaniku di sini’

Mungkinkah dia yang menahanku? Tapi bagaimana caranya aku kembali ke duniaku.

“Jika dia telah merelakanmu, maka kau bisa kembali”

Aish. Eotteohke? Rohku merasa sangat tidak nyaman di sini. Kuperhatikan foto pernikahanku. Aku menangis dan merasa sangat bersalah. Aku berbaring di sampingnya. Kugenggam erat tangannya dan kupejamkan mataku. Aish, aku tak bisa tidur. Bahkan ngantuk pun tidak. Bagaimana ini?
“Mianhae chaggi”, bisikku lembut.

0o0

Author POV

“Chaggi mana morning kissku?”
Ha Mun menggeliat pelan. Dia membuka mataku. Ada yang mengatakan sesuatu yang sangat dia rindukan. Kata yang keluar dari mulut orang yang sangat dia cintai. Mata Ha Mun membulat. Dia terduduk kaget. Dia mengucek matanya beberapa kali.
“OPPA !!!”

0o0

Ha Mun POV

Kurasakan dahiku disentuh. Aku menggeliat pelan.
“Chaggi mana morning kissku?”
Ah, sepertinya aku sudah gila karena begitu merindukannya hingga kata itu selalu terngiang. Kubuka mataku pelan. Omo.
“OPPA?”
Aku berteriak kaget. Bagaimana tidak, di depanku telah berdiri Kangin oppa. Aniya, ini semua pasti halusinasiku. Kukucek mataku beberapa kali. Tapi Kangin oppa tak hilang juga.
“Oppa, benarkah ini kau?”, aku mendekat padanya dan menyentuh pipinya. Apa ini hanya mimpi. Kalau iya, aku tak ingin bangun. Ini terlalu indah.
“Ne, apakah kau merindukanku?”, katanya seraya memelukku. Kubenamkan kepalaku di dadanya.
“Oppa, kau kembali? Kau kembali untukku?”, aku menatap wajahnya yang, tunggu, pucat? Bahkan kurasakan tangannya, wajahnya dingin. Ige mwoya?
“Aku memang kembali untukmu, tapi aku tak hidup Ha Mun ah. Aku....”, dia menghentikan perkataannya.
“Lupakan oppa. Yang terpenting kau sekarang ada di sini.”, kataku seraya memeluknya. “Hmmhff”
Aku membekap mulutku. Rasanya perutku bergejolak lagi. Bergegas aku berlari ke kamar mandi dan sukses muntah di sana.
“Gwaenchana chaggi?”, kurasakan tangan Kangin oppa mengelus punggungku.
‘Braak’
“Ya saeng-ie, gwaenchana?”, Heechul oppa dengan tergesa masuk ke kamarku. Aku kaget, bagaimana jika Heechul oppa tau di sini ada Kangin oppa. Aku harus menjelaskan apa?
Aku hanya bengong. Sepertinya Heechul oppa tak menyadari di sini ada Kangin oppa.
“Hanya kamu yang bisa melihatku.”, kata Kangin oppa seakan mengerti apa yang kupikirkan. Kurasakan tanganku ditarik oleh Heechul oppa.
“Oppa kita mau kemana?”, kataku berontak. Dia berhenti dan menatapku tajam.
“Kau bilang kemana? Kau gila, kau terus muntah dan kau juga tak makan. Kau masih bisa berpikir aku tak akan khawatir? Kita ke rumah sakit sekarang juga.”, kembali dia menarik tanganku. Aku menoleh pada Kangin oppa dan tersenyum.
“Aku baik-baik saja oppa, tunggu saja aku. Jangan kemana-mana.”, batinku dalam hati.

0o0

Kangin POV

Aku menatap kepergian Ha Mun dan Heechul hyung. Aku masih bingung dengan kondisi saat ini. Apa sebenarnya yang terjadi? Aku duduk di pinggir ranjang dan merenung. Jujur tubuhku sangat tidak nyaman. Aku tak tahu bagaimana mendeskripsikan perasaanku saat ini. Aku gelisah. Aku selalu takut. Tubuhku serasa terbakar. Apa yang harus aku lakukan?

“Kalau kau tak kembali dalam waktu 3 hari, kau akan musnah. Kau akan menghilang dari dunia manapun.”

Omo, suara itu lagi. 3 hari? Aish, lelucon macam apa ini? Aku sungguh bingung. Bagaimana caranya aku kembali. Aku saj tak tahu bagaiman aku bisa sampai di sini.

“Kalau istrimu telah merelakanmu. Kau baru bisa kembali. Tapi jika lebih dari 3 hari, kau akan musnah.”

Aku benar-benar lemas. Apa yang harus aku alakukan sekarang?

0o0

Ha Mun POV

“Chukae, anda tengah mengandung 2 bulan. Mulai sekarang anda harus lebih berhati-hati. Makanlah dengan teratur, karena sekarang kau tak hanya menghidupi dirimu sendiri, ada nyawa dalam rahimmu yang harus kau hidupi.”

Masih terbayang perkataan uisanim tadi. Aku meraba perut rataku. Benarkah ada nyawa di dalam sini? Aku pulang naik taksi karena Heechul oppa mampir ke dorm. Setelah sampai rumah, aku bergegas masuk ke kamar. Aku tak sabar untuk memberitahukan kabar gembira ini pada Kangin oppa.
“Oppa !!! Oppa.... eodiga??”, tiba-tiba ketakutan menyeruak dalam diriku. Aku takut Kangin oppa menghilang lagi.
“Waeyo?”, kulihat Kangin oppa muncul dari dapur.
“Oppa, kau membuatku takut. Aku takut kau pergi lagi.”, aku terisak pelan di dadanya. “Oppa, taukah kau? Kau akan segera menjadi appa, dan aku menjadi eomma. Di sini ada anak kita oppa.”
Kuletakkan tangannya di perutku. Dia terdiam. Ada apa dengan ekspresinya?
“Oppa? Kau tidak senang?”, aku menatap wajahnya yang menyiratkan kesedihan.
“Kau bercanda? Tentu aku senang. Aku sangat senang.”, dia merengkuhku dalam pelukannya. Aku membalas pelukannya, berusaha memabgikan kehangatanku untuk tubuh dinginnya.

0o0

Author POV

Eeteuk terhuyung ke belakang. Dia shock melihat pemandangan di depannya. Awalnya tadi dia hanya akan mengambil skripsi drama musical Super Junior. Tapi akhirnya dia berniatb mengajak Ha Mun ke dorm agar dia tak kesepian. Tapi alangkah terkejutnya dia mendapati Ha Mun sedang berbicara sendiri di kamar tanpa ada seorangpun yang menemaninya. Dan dia seperti sedang memeluk seseorang.
“Ini sungguh gila.”, batin Eeteuk. Dia bergegas keluar dari rumah Ha Mun. Dipacunya mobilnya menuju dorm. Pikirannya dipenuhi peristiwa tadi. Dia berlari masuk ke apartemennya.
“Heechul ah... yaa Jung Heechul !!”, Eeteuk berteriak keras memanggil Heechul.
“Waeyo? Kami di sini.”, kata Heechul dari kamarnya. Mereka berkumpul di kamar Heechul untuk membicarakan jadwal mereka nantinya yang terkena efek kematian Kangin.
“Ini sungguh gila. Bagaimana aku harus mengatakannya. Aku melihat Ha Mun seperti orang gila. Dia berbicara sendiri, dia tertawa dan seperti memeluk orang. Heechul ah, sepertinya dongsaengmu harus segera dibawa ke psikiater.”, kata Eeteuk yang berhasil membuat terpana orang yang ada disitu. Emosi Heechul terbakar. Dia begitu marah.
“Mwoo??? Yaa Park Jung Soo !! Kau pikir dongsaengku gila hah? Tarik ucapanmu sekarang juga.”, Heechul menarik kerah baju Eeteuk.
“Dengarkan aku. Aku tak bercanda. Saat aku mengambil script ini tadi, aku mendengar suara yang berasa dari kamar hamun dan aku mengintipnya. Dan itulah yang terjadi. Lebih baik kita ke rumah Ha Mun sekarang.”, kata Eeteuk.
Semua member setuju. Mereka bersama-sama berangkat ke rumah Ha Mun. mereka sama-sama cemas. Tak ada satu orangpun yang mengeluarkan suara dalam perjalanan. Saat mereka sampai, mereka buru-buru masuk ke rumah. Tapi langkah mereka terhenti saat mendengar suara Ha Mun.
“Oppa.... Kalau nanti anak kita sudah lahir, kau mau bayi laki-laki apa perempuan?..... Aish oppa kau narsis... Ne, aku sangat senang. Hah, aku tak sabar menunggu waktu 7 bulan lagi... Oppa, berhenti main-ma.....”
‘Braakk’
Heechul membuka pintu dengan paksa. Mereka melihat ha mun seperti bersandar pada seseorang. Tapi di belakangnya udara kosong. Mereka tertegun kaget. Jung ha mun sendiri langsung berdiri karena kaget.
“APA YANG KAU LAKUKAN !!! KAU SUDAH GILA HAH !!!”

0o0

Kangin pov

Aku mengelus pelan kepala Ha Mun. Dia masih sama, dia tetap cantik dan tetap suka bermanja. Dia meraih tanganku dan diletakkannya di perutnya. Aku tau apa maksudnya. Ku elus pelan perut yang tengah mengandung calon anakku.
“Oppa.”, dia berkata manja padaku.
“Ne chaggi.”, kataku lembut. Aish bagaimana aku bisa memohon padanya untuk melepasku? Sedang sekarang saja sepertinya dia tak pernah mau melepasku.
“Kalau nanti anak kita sudah lahir, kau mau bayi laki-laki apa perempuan?”, aku tertegun mendengar pertanyaan Ha Mun. Sampai sekarang aku masih belum percaya kalau aku akhirnya akan menjadi appa.
“Aku ingin anak kita kembar. Yeoja dan namja. Yang aku inginkan, jika dia yeoja, aku ingin dia bisa secantik dirimu, dan kalau dia namja, dia akan setampan aku. Tentu saja dia harus tampan. Appanya kan orang tertampan di Korea Selatan. Hahahaha.”, kataku sambil tertawa garing.
“Aish oppa kau narsis.”, dia menjitak kepalaku.
“Tapi apakah kau senang?”, tanyaku lembut.
“Ne, aku sangat senang. Hah, aku tak sabar menunggu waktu 7 bulan lagi.”, katanya berbinar. Ah, aku jadi ingin menggodanya.
“Memang kenapa 7 bulan lagi? Kau akan ke bulan?”, kataku nakal. Omo lihatlah wajahnya yang kesal.
“Oppa, berhenti main-ma.....”
‘Braaakkk’
Aku kaget saat pintu tiba-tiba di dobrak heechul hyung. Begitu juga Ha Mun. kami refleks berdiri.
“APA YANG KAU LAKUKAN !!! KAU SUDAH GILA HAH !!!”, aku kaget saat Heechul hyung muncul bersama hyung dan dongsaengku lainnya. Omo, apa mereka tau apa yang baru saja terjadi. Heechul hyung menarik tangan Ha Mun.
“APA YANG KAU LAKUKAN HAH? KAU BENAR-BENAR GILA.”, suara Heechul hyung menggema keras.
“Apa yang oppa lakukan di sini? Ini kamarku. Ini rumahku. Tak seharusnya oppa datang dan mengganggu privasiku.”, kulihat mata Ha Mun berkaca-kaca. Raut wajah panik tergambar jelas di wajahnya. Aku ingin menenangkan mereka dan memberitahu mereka kalau aku di sini. Tapi apa daya, mereka tak bisa melihatku.
Tiba-tiba Yesung hyung mendekat ke arahku. Dia menutup matanya dan seperti meraba udara.
“Jamkkamman hyung.”, kata Yesung hyung. Apa sebenarnya yang dia lakukan? Apa dia menyadari keberadaanku? Oke, aku tau dia sangat aneh. Tapi mana mungkin dia tau aku? Kini dia berdiri tepat di hadapanku. Dia menatap tempatku berdiri dengan tajam.
“Hyung, kita pulang saja. Bukankah tadi manajer hyung ingin bertemu kita. Kajja.”, kata Yesung hyung sambil berlalu keluar kamar. Semua merasa heran.
“Yaa, Yesung ah. Kau ini kenapa?”, kata Heechul hyung.
“Sudahlah ayo. Aku akan jelaskan nanti.”, katanya kembali. Akhirnya mereka keluar. Kulihat tatapan marah dari Heechul hyung tertuju pada Ha Mun.

0o0

Author POV

Dalam perjalanan ke dorm, semua terdiam bingung. Mereka menaiki mobil van sehingga mereka bisa semobil.
“Hyung, hidungmu berdarah, ini tissu untukmu.”, kata Ryeowook memecah kesunyian yang tercipta sejak mereka meninggalkan rumah Ha Mun. Tangannya menyodorkan tissu pada Yesung.
“Gomawo Wookie-ah.”, kata Yesung. Tangannya sibuk mengelap darah yang keluar dari hidungnya.
“Cheonma hyung. Aku tau hal itu akan terjadi. Sepertinya tadi kau mendeteksi roh lagi. Tiap kali kau merasakan adanya roh, kau akan berdarah seperti ini. Aku sudah hapal hyung.”, kata ryeowook yang membuat semua member terkejut.
“Yaa, Yesung ah. apa maksud dari perkataan ryeowook? Sebenarnya ada apa? Roh? Apa maksud kalian?”, kata Eeteuk sambil menatap Yesung heran.
“Mianhae hyung, aku tak pernah bercerita. Sebenarnya aku punya indra ke enam. Aku bisa merasakan kehadiran roh. Bahkan berkomunikasi dengan roh lewat batin. Seperti tadi. Tapi tadi di sana terlalu banyak orang sehingga aku butuh tenaga ekstra. Tadi begitu aku masuk kamar Ha Mun, aku langsung menangkap adanya aura rih di kamar Ha Mun. Dan ternyata memang ada roh di sana. Dan roh itu sepertinya milik...”, Yesung menghela napas berat. Dia sangat berat ingin mengucap satu nama. “Kangin”
“MWO???”
 ‘Ciiitt’
Kata-kata Yesung berhasil membuat mereka kaget.
“Yaa, jangan bercanda. Apa yang kau katakan. Ini sungguh konyol. Berhenti berbicara ngawur.”, kata Heechul tak terima.
“Aniya hyung, Yesung hyung tak bercanda. Dia memang bisa berkomunikasi dengan roh. Dia sering mengalami kejadian ini. Makanya aku sebisa mungkin menemaninya. Percayalah hyung.”, kata ryeowook meyakinkan mereka. Tapi mereka masih tidak percaya.
“Oke, aku anggap kau benar. Lalu apa yang harus kita lakukan.”, kata Eeteuk kembali.
“Kurasa, untuk beberapa hari, kita tinggal di rumah Ha Mun. Aku tadi merasakan tekanan roh tadi begitu kuat. Aura kesedihannya membuatku tertekan. Aku harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.”, kata Yesung.
“Gureom, aku akan bicarakan ini pada pihak SM. Lagipula, jadwal kita selama sebulan ini dibatalkan semua. Kata menajer hyung, kita akan comeback sebulan lagi untuk 5jib.”, kata Eeteuk pada akhirnya. Kembali mobil itu sunyi.
“Hyung, aku tau kau memang aneh, tapi aku tak menyangka kau seaneh ini.”, celetuk eunhyuk memecah kesunyian.
‘Pletakk’
“Berani kau bilang aneh lagi, habis kepalamu.”, kata Yesung mengancam.
“Appo hyung. Kau memang aneh.”, kata eunhyuk seraya mengelus kepalanya. Yesung menatap eunhyuk tajam, dan....
‘Hap’
Disentuhnya philtrum eunhyuk yang tak sempat meghindar.
“Yaikh, hyung. Jauhkan tangan menjijikkanmu itu.”, eunhyuk menampik tangan yesung yang tengah tertawa evil.


TBC


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar