5.17.2012

[FF] Jebal Back To Be ELF/Sequel SJ Couple/EeJeo



Title     : Jebal back to be ELF
Author : Santi Aprilliani
Genre  : Rommance, Friendship, Family
Rate    : PG 13
Cast    : Park Jung Soo as himself
            Han Jeo Rim (oc)
            Super Junior other  member and couple


Annyyeooooonggg....

anae SAH Yesung oppa datang. buahahahahaa. Baik saya datang membawa FF sequel couple yang kelima. kali ini uri leader yang main.  oke lets cek this out..... RCL and HAPPY READING.




*************


"JEBAL BACK TO BE ELF"

---------------

Author POV

“Eomma, appa aku tak mau mengantar kalian. Biarkan aku melihat Super Junior kali ini saja. Hari ini Kyuhyun akan comeback. Jebal eomma, appa, naiklah taksi.”

“EOMMMAAAAA……..”
Seorang gadis tersentak dari tidurnya. Dia baru saja mengalami mimpi buruk.
“Eomma, appa, jeongmal mianhamnida.”, dia mulai terisak. Tiba-tiba dia menghapus airmatanya dan pandangan matanya dipenuhi kebencian. Dia beranjak cuci muka dan merapikan bajunya. Dia membawa sesuatu di tangannya. Dinaikinya scuter silver miliknya. Dia mampir ke toko bunga dan membeli 2 buquet bunga lili putih.
Dia berjalan mendekati pualam putih. Seorang yeoja lain sudah ada di sana bersama seorang namja dan anak kecil.
“Eoni”, sapa gadis itu.
“Jeo Rim ah”, kata yeoja bernama Han Yeo Su itu.
Jeo Rim duduk dan meletakkan 2 buquet bunga tadi pada 2 makam yang berdampingan.
“Tak terasa eomma dan appa telah 4 tahun meninggalkan kita.”, kata Jeo Rim.
“Iya saeng. Jeo Rim ah, tak bisakah kau berhenti menyalahkan mereka? Ini bukan salah mereka.”, Yeo Su berkata dengan nada membujuk. Jeo Rim berdiri dengan mata dipenuhi kebencian. Dia begitu saja berlalu tanpa mengindahkan perkataan kakaknya.
Jeo Rim melajukan scuternya menuju tempat konser Super Junior. Dia membawa blue sticknya. Dia telah memesan tiket dengan posisi agak di depan. Saat Super Junior mulai bernyanyi, dia ikut mengangkat sticknya. Di saat Super Junior berhenti menyanyi untuk menyapa ELF, saat itulah Jeo Rim melemparkan sesuatu.
‘Tak’
Bunyi agak keras terdengar saat cangkang telur pecah dan memuntahkan seluruh isinya di baju Eeeteuk. Sontak suasana menjadi heboh. Member lain berusaha menutupi Eeteuk. Mereka membungkukkan badan dan mengundurkan diri. Sementara Jeo Rim menggeser tubuhnya menjadi agak ke belakang. Tapi dia tetap mengangkat lightsticknya seraya berkata ‘Goenchana’ bersama ELF lainnya. Pelan dia keluar bersama orang lain agar tak mencurigakan. Dia memakai topi dan menggulung rambutnya ke atas, bersembunyi di balik topi. Jeo Rim melajukan scuternya ke taman di dekat situ.
”Aish, sungguh sial. Kenapa salah sasaran terus? 4 kali salah sasaran terus. Lihat saja Cho Kyu Hyun. Suatu saat aku akan membuatmu tak punya muka.”, Jeo Rim menggigit bibirnya dengan kesal.

~E.L.F~

“Bagaimana ini bisa terjadi.”, manajer Han kesal setengah idup. “ Kita harus tau siapa yang melakukan ini semua.”
Ryeowook dan Yesung membersihkan baju Eeteuk serta pipi kirinya yang terkena telur tadi. Eeteuk hanya terdiam karena syok. Matanya memerah menahan marah dan malu. Eeteuk berdiri.
“Aku akan ke dorm.”, tanpa babibu tatitu sasisu #malah blajar ngaji -___- # lagi, Eeteuk keluar dari ruangan itu. Yesung hendak menyusulnya.
“Biarkan dia sendiri. Dia pasti sangat terpukul. Kita harus tetap di sini. Banyak ELF yang menunggu kita.”, cegah Heechul.

E.L.F

Eeteuk POV

Kukunci pintu kamarku. Aku berjalan ke kamar mandi. Tanpa melepas baju aku masuk ke bak mandi dan berendam. Hatiku tak karuan. Aku sangat malu. Entah siapa yang melempar telur padaku. Apa mungkin antis? Uwh, masak antis begitu berani. Hmmh, kuguyur badanku di shower. Rasanya bau telur itu semakin menyengat tajam. Selesai mandi aku mengenakan baju putihku.
“Tok tok”
“Hyung”
“Hyung keluarlah”
“Kami ada di sini”
Aku menoleh ke pintu. Aku acuh tak acuh. Kukenakan earphoneku dan kurebaghkan tubuhku ke kasur.

E.L.F

Kyuhyun POV

Semua hyungku di lantai 12, tapi aku di lantai 11 sendiri. Aku merasa aneh, tapi aku belum tau apa itu. Hatiku sungguh mengganjal (ceile). Kuambil laptopku. Ku search kejadian yang menimpa Yesung hyung dan Hankyung hyung. Dapat.
“Yesung Super Junior mengalami kejadian tak mengenakkan waktu live concert di Incheon. Ada sebuah lightstick ‘nyasar’ yang mengenai tepat di mata pemilik suara emas sekaligus istri dari author ini #Plak,gagagaga#. Kejadian itu terjadi sabtu lalu, 21 September 2010. Pihak….”
“Entah siapa yang melakukan pada Hankyung Super Junior. Member dari Cina ini kemarin (21/9) mendapat lemparan dari penonton berisi kantong berisi air yang menyebabkan dirinya basah kusup. Hal ini….”
Kubaca 2 artikel tersebut. Tunggu, hari ini bukankah juga tanggal 21 September. Pertama Hankyung hyung tanggal 21 September 2008 dan Yesung hyung tanggal 21 September 2010. Iseng kuketik tanggal 21 September 2009.
“Sunny SNSD nampakanya harus hati-hati. Ada seseorang yang melemparnya dengan lightstick. Kejadian itu dialami saat SNSD live concert bersama SM Town hari selasa lalu (21/9). Sunny sendiri…”
Haduh kok ada-ada saja. Kenapa semuanya serba 21 September. Kalau 2007 apa ya.
“Tanggal 21 September 2007 ini Kyuhyun Super Junior dikabarkan akan comeback….”
‘Deg’
Kenapa aku bisa lupa? Itu kan tanggal aku comeback.

“Chaggi… ke dormlah sebentar saja. Ada hal yang sangat penting.”

Sent.

Kukirim pesan singkat pada yeojachinguku. #jangan lupa ya, yeojachingu Kyu pemilik SM#
Ku search video di youtube semua yang bertanggal 21 September. Kuperhatikan baik-baik. Omona sepertinya ini memang ada hubungannya denganku. Kuhempaskan tubuhku ke sofa.

“Bwara mr simple simple”

From : Uri_Direktur

Chaggi, aku di lantai 12. Kau dimana?

Bergegas aku ke lantai atas dengan membawa laptopku. Kulihat semua hyungku berkumpul. Cinta tengah ngobrol dengan Teuki hyung.
“Yaa hyung, jangan dekat-dekat dengan yeojaku.”, kubentak Teuki hyung yang duduk mepet dengan Cinta.
Kembali kubuka laptopku dan kubuka semua video yang sudah ku download tadi.
“Hyung, jeongmal mianhae. Yesung hyung dan Teuki hyung mianhamnida. Nampaknya aku juga harus minta maaf pada Hankyung hyung dan juga Sunny.”, aku tertunduk. Ada perasaan sedih menyelimuti hatiku.
“Kyu, wae?”, Yesung hyung menepuk bahuku.
“Semua penyerangan pada Yesung hyung, Teuki hyung, Hankyung hyung dan Sunny ada hubungannya denganku. Aku akan jelaskan. Semua penyerangan itu terjadi pada tanggal 21 September di tahun berturut-turut. 2008, 2009, 2010, dan hari ini 2011. Dan kalian masih ingat, aku comeback di tahun 21 September 2007.”, kubuka video tadi.
“Kyu, aku bingung.”, kata Teuki hyung.
Kumainkan video itu seraya menjelaskan.
“Lihat di 4 video ini. Hankyung hyung kena air. Dia tepat ada di sampingku. Sunny kena lightstick saat dia berduet denganku. Yesung hyung kena lightstick juga pas dia ada di sampingku. Dan hari ini Teuki hyung tengah merangkulku. Jadi aku berkesimpulan bahwa orang yang melakukan ini semua adalah orang yang sama dan sebenarnya sasarannya adalah aku. Sepertinya dia tak ingin aku kembali.”, suaraku semakin lirih. Sungmin hyung menepuk punggungku.
“Oppa, aku akan menyelidiki ini. Aku akan mencari tau siapa yang melakukan semua ini dan apa alasannya.”, Cinta berdiri.
“Cinta, kumohon lakukan ini diam-diam. Jangan sampai public tau. Karena itu akan menjadi sasaran empuk netizen.”, aku memandangnya yang tengah berdiri.
“Yaa oppa, tutup mata kalian.”, Cinta berkacak pinggang pada hyungdeulku.
Hyungku ngomel-ngomel tak jelas tapi tetap menutup mata mereka. Cinta cekikikan. Dia menarik tanganku untuk berdiri.
“Kau memanggilku ke sini hanya untuk masalah ini? Padahal sudah 1 minggu kita tak bertemu.”, dia memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya ke leherku. Dia jinjit karna memang masih kalah tinggi dibandingkan aku. Bibir kami bertemu. Hanya sebentar, tapi itu membuatku melayang. *alay*
‘Cklik’
Aku menoleh karena ada kilatan blitz. Kulihat hyungku cengengesan. Cinta melepaskan tangannya.
“Yaa, bukankah sudah kubilang tutup mata kalian?”, Cinta mendorongku lalu kabur. Kupelototkan mataku pada hyungku yang kini tengah pura-pura ‘sibuk’ itu.

E.L.F


Eeteuk POV

Kurebahkan tubuhku di sofa. Hari ini kami hanya ada acara di music bank. Jadi sore ini aku bisa santai. Sudah seminggu lewat kejadian yang sangat memalukan itu.

“Bwara Mr. Simple, Simple”

Ponselku berbunyi.. ada sms masuk

From : Kyu_GF

Oppa, aku sudah menemukan siapa yang melemparmu telur itu. Aku kirim lewat email ne..

To : Kyu_GF

Ne, cinta ah. Jebal jangan kasih tau yang lain. Aku ingin mmenyelidikinya sendiri.

Replay.

Ku ambil ipadku. Kubuka email yang masuk. Hmmh, jadi namanya Jeo Rim. Lengkap sekali ya datanya. Semuanya ada. Kegiatannya, hobinyaa, alamat rumahnya, masa lalunya. Ckckck. Cinta emank top. Chakkaman. Dia dulu seorang ELF? Lalu kenapa dia jadi antis sekarang? Kutatap fotonya. Aigoo~ bukankah dia ELF yg ikut gathering 4 tahun yang lalu? Dia kan koordinatornya. Bahkan dia pernah naik ke atas panggung bersamaku. Dengan ragu ku ambil ponselku.

To : Han Jeo Rim

Annyeong Jeo Rim ah. Apa kabar?

Sent.

Kutunggu balasannya dengan berdebar.

From : Han Jeo Rim

Nuguya?

To : Han Jeo Rim

Aku Park Bin Woo. Teman chatmu. Kau tak lupa kan? Kita pernah bertemu 4 tahun yang lalu. Sebelum aku ke Amerika.

Sent.

Menurut data, dia orangnya pelupa. Dan dia suka chat. Aish, mianhae Jeo Rim ah.

From : Han Jeo Rim

Ne. aku tak lupa. Waeyo?

To : Han Jeo Rim

Bisakah kita bertemu? Aku ingin jalan-jalan. Sudah lama aku tak melihat indahnya Korea.

Sent.

Aku harus menyelidiki apa alasannya menjadi antis. Entah mengapa aku tak rela dia berhenti menjadi ELF..

From : Han Jeo Rim

Mianhae. Aku sibuk.


Aish jinja. Kupandangi alamat di data itu. Nampaknya aku harus menghampirinya. Kuambil jjjjaaaket, masker, kacamata dan topiku. Alat penyamaran yang paling jitu. Kupacu mobilku ke tempat tinggalnya.
Aku sampai di rumah sederhana dengan gaya tradisional. Perlahan kuketuk pintunya. Aku membungkuk ketika seorang yeoja membukakan pintu untukku.
“Annyeong”, sapaku sambil membungkuk.
“Ne, kau mencari siapa?”, dia menatapku penuh selidik.
“Ehm. Naneun Park Bin Woo imnida. Teman dari Han Jeo Rim.”, aku kembali membungkuk.
“Owh, gurae. Kajja, masuklah.”, dia tersenyum dan mendahuluiku masuk. Meski rumah ini tak begitu besar, tapi rumah ini sangat nyaman.
“Nuguya eon?”, seorang yeoja keluar dengan rambut acak-acakan dengan sebuah celemek.
“Temanmu.”, kata eoni Jeo Rim sambil meninggalkan kami.
“Nuguya?”, Han Jeo Rim menatapku aneh. (iyelah bang, disangkanya kau teroris lagi. Penyamaranmu lebeh bang #plak#).
“Park Bin Woo imnida. Kau lupa?”, aku tersenyum padanya. (percuma bang, kau pakai masker. #PLAK#).
“Nde??”, dia menataapku bingung. Lalu dia tersenyum. “Aaa, Bin Woo ah. Kenapa kau seperti itu?”
“A aa aku baru operasi karna mengalami kecelakaan. Mianhe aku masih malu dengan wajahku.”, aku menunduk takut ketahuan berbohong.
“Owh. Gurae. Kenapa kau kemari?”, dia membuka celemeknyaa dan mengajakku duduk.
“Ehm, aku ingin mengajakmu jalan-jalan.”, kutatap matanya yang sendu.
“Hmmm, gurae. Karena kau sudah di sini. Aku akan menemanimu.”, dia beranjak berdiri dan menghilang. Tak sampai 15 menit dia telah kembali dengan tampilan berbeda. Aku berdiri.
“Kajja”, dia menarik tanganku.
Kami berputar keliling Seoul. Dia sangat menyenangkan rupanya. Aku sangat nyaman bersamanya. Kami membeli es krim dan pergi ke taman hiburan. Akhirnya setelah lelah, kami duduk di salah satu bangku taman. Kulihat dia terengah-engah kecapekan, tapi senyum tak pudar dari wajahnya. Iseng, aku membuka ipodku. Kuputar lagu "U” dan aku ikut bernyanyi.

“Cause I can't stop
No I can't stop
Neoreul cheom boge dwe-eosseo
Neol weonhaji anko gyeondilsuga isseulkka
Geureoke chyeoda bojima
Neowa-ui game eul ajik shijak anhaesseo
Na-egeseo tarojeomeul bwa
Neo-ui isanghyeong chaja bwajulteni
Geu namjaga naega dwege haejulteni
Cause I can't stop thinking about u girl
Neol naekkeoro mandeulgeoya
No I can't stop think……….”

‘Prraaakk’
Eeteuk terkejut saat Han Jeo Rim merebut Ipodnya dan membantingnya. Sementara Jeo Rim hanya menatapnya dingin.
"Yaa, apa yang kau lakukan. Aigoo~ ini kan ipod kesayanganku.", kupungut patahan ipod putihku. Aku benar-benar kesal. Dia hanya menatapku dingin.
"Jangan pernah menyanyikan lagu sampah itu di depanku.", katanya dingin. Aku terpaku. Pandangannya menjadi menakutkan. Aigoo~ seberapa bencinya dia pada kami.
"Waeyo? Bukankah kau ELF?", aku memancingnya.

"Menjadi ELF hanya membuatmu sial. Aku ingin pulang. Jika kau mau tetap di sini, akan kutinggal.", katanya.
Dia beranjak meninggalkanku. Buru-buru aku menyusulnya. Kucekal tangannya.

"Chakkaman. Aku akan mengantarmu.", kutarik tangannya. Dia hanya diam.
Setelah mengantar Jeo Rim aku kembali ke dorm. Pikiranku hanya dipenuhi gadis itu. Apa sebenarnya yang menyebabkan dia begitu membenci Super Junior? Arrrgghh. Yeoja itu seakan menjadi setan di otakku. Aish jeongmal.

0o0

Eeteuk POV

Sudah 3 bulan lamanya aku dan Jeo Rim kenal.
Kini aku tau apa sebabnya dia membenci Super Junior. Aku masih bingung dengan alasannya. Tapi itulah kenyataannya. Tapi aku tak mau menjauh darinya. Entahlah, aku merasa aku harus melindunginya. Aku hanya ingin melihatnya tersenyum. Aku hanya ingin melihatnya tertawa bahagia. Aku tak ingin dia menangis. Kau tau, aku serakah. Aku ingin memiliki Han Jeo Rim. Aku ingin dia mendampingiku. Dengan ragu-ragu aku mengambil ponselku

To : Han Jeo Rim

Jeo Rim ah, mianhae. Saranghae. Eotteohke Jeo Rim ah?

Sambil menutup mata ku pencet tombol sent.

Sent.

Aish, bagaimana ini.

"Bwara mr.simple simple"

From : Han Jeo Rim

Bukalah topengmu dulu. :) kau tak usah malu. Gwaenchana

'Deg'

Kenapa aku merasa takut. Aku takut dia membenciku. Aku sadar aku tak bisa bersembunyi seperti ini terus. Kusambar alat penyamaranku dan kunci mobilku. Kulajukan mobilku ke rumah Jeo Rim. Aku benar-benar cemas.
"Annyeong Jeo Rim ah.", sapaku saat Jeo Rim membukakan pintu untukku.
"Ne, annyeong Bin Woo ah. Kajja. Masuklah.", dia kemudian duduk di sofa. Aku ikut duduk.
"Jadi bagaimana?", aku menatap lekat matanya.
"Bukankah sudah kubilang, bukalah topengmu.", dia tersenyum manis.
Aku benar-benar kalut. Akhirnya perlahan kubuka kacamata, masker, dan topiku. Kulihat dia membelalakkan matanya. Dia menutup mulutnya pertanda kaget.
"NEO !!!", dia berteriak keras. Ya Tuhan, aku siap dengan apapun konsekuensinya.
"Jeo Rim ah, mianhae. Aku tak bermaksud membohongimu. Aku mencintaimu Jeo Rim ah. Aku hanyalah Park Jung Soo.", aku meraih tangannya berusaha menenangkannya.
"KELUAR !!!", dia mendorongku. Aku terus didorongnya keluar.

'BRAKK'

Dia membanting pintunya tepat didepanku.
"Jeo Rim ah, mianhae. Aku hanya Park Jung Soo. Jebal.", kuketuk pintunya. Tapi tak ada sedikitpun sahutan. Kuhela napas panjang. Aku meninggalkan tempat itu dengan hati tak karuan.

0o0

Han Jeo Rim POV

'BRAAKK'

Kubanting pintu tepat dimukanya. Amarahku benar-benar meluap. Tak kusangka orang yang selama ini bersamaku adalah leader boyband yang kubenci. Aku melangkah ke kamarku. Kubanting pintu kamarku dengan kesal. Kenapa aku harus menyukai orang yang kubenci. Kurasakan cairan bening meleleh di pipiku. Kutangkupkan wajahku di bantal. Aku terisak pelan.

"Jeo Rim ah. Ada apa denganmu? Eoni benar-benar kecewa. Dimana Han Jeo Rim yang kukenal dulu?", sebuah suara mengagetkanku. Aku menoleh dan kudapati eoni dibelakangku. aku menghadapnya.
"Kenapa kau harus marah hanya karna Jung Soo anggota Super Junior?", dia menatapku tajam.
"Eoni, aku malas membahasnya.", aku menatap tembok di sampingku.
"Kamu jangan begini terus. Sampai kapan ka akan menyalahkan Super Junior. Mereka tak tau apa-apa. Apa kamu pikir eoni tak tau apa yang kamu lakukan setiap hari peringatan kematian orangtua kita. Itu sangat memalukan.", eoni menatapku tajam.
"Eoni arrayo?", aku balas menatapnya.
"Ne. Kau sangat kekanakan. Sampai kapan kau akan sadar bahwa ini semua adalah takdir !! Kau tak dapat menyalahkan Super Junior.", kata eoniku yang mirip berteriak ketimbang bicara.
"EONI !!! Kau tak mengerti ! Andai saja mereka itu tak pernah ada, maka aku tak akan menolak mengantar eomma dan appa demi melihat konser konyol itu. Dan eomma appa tak akan meninggalkan kita. MEREKA HANYA PEMBAWA SIAL !!!", aku berteriak tak kalah keras dari eoniku. Eoniku menatapku nanar.
"Gurae jika itu maumu. Kamu tau. Jika memang harus ada yang disalahkan atas kejadian ini, maka eoni akan menyalahkanmu. Kaulah yang bertanggung jawab atas meninggalnya eomma dan appa. Semua kesalahanmu Jeo Rim ah. Kaulah yang membunuh mereka.", kata-kata eoni semakin lirih. Aku hanya bisa diam. Kata-kata eoni hanya kujawab dengan airmata yang mengalir semakin deras.
"Kamu tau, Eeteuk sudah tau bahwa kau adalah orang yang melempar telur padanya. Dia juga sudah tau kau membenci mereka. Tapi apakah dia peduli? Dia tetap ada di sampingmu. Dia selalu menyuruh eoni untuk menjagamu.", kata eoni. Aku menatapnya kaget.
"Eoni kau sudah tau dia Eeteuk?" kataku.
"Ne"

FLASHBACK

"Neo", Yeong Su menutup mulutnya karena kaget.
"Ne nuna. Mianhae. Aku tak bermaksud membohongi nuna dan Jeo Rim.", Jung Soo menundukkan kepalanya.
"Aniya Eeteuk ssi. Akulah yang harusnya minta maaf atas kelakuan Jeo Rim.", Yeong Su membungkukkan badannya.
"Aku hanya Park Jung Soo, nuna. Kumohon jagalah Jeo Rim, karna aku tak bisa leluasa menjaganya.", kata Eeteuk. Sejurus kemudian mereka terdiam.
"Jung Soo ssi, apakah kau mencintai dongsaengku?", kata Yeong Su sambil menatap dalam mata Eeteuk.
"Ne nuna"

FLASHBACK OFF

Aku jatuh terduduk dan menangis meraung saat eoni meninggalkanku.
"Appa eomma, minhae. Jeongmal mianhamnida. Memang akulah yang bersalah. Akulah yang membunuh kalian.", kuraih potret orangtuaku di dinding dan aku terus menangis. Perlahan kutaruh foto itu dan aku beranjak mengambil kotak agak besar di kolong tempat tidur. Kotak itu sudah berdebu. Entah kapan aku terakhir kali menyentuhnya. Kubuka kotak itu. Tanganku bergetar saat meraih lightstick dengan warna biru shappire. Dengan masih meneteskan airmata kukeluarkan semua isi kotak itu. Tangisku semakin keras saat tanganku menyentuh foto yang memperlihatkan diriku bersama Eeteuk oppa saat gath ELF dulu. Tanganku bergetar saat mengambil piringan kaset album Super Junior.

“Life couldn't get better
Life couldn't get better
Jigumkaji no obdon shiganun odumiojyo (without you baby)”

Aku tersimpuh saat lagu itu mengalun setelah kumasukkan ke DVDku. Hati kecilku mengatakan bahwa aku tetaplah seorang ELF.
"Mianhae oppa"

0o0

Eeteuk POV

Seminggu berlalu setelah kejadian itu. Aku terus berusaha menghubungi Jeo Rim, tapi tak pernah terhubung. Smsku juga tak pernah dibalas. Arrggghhh bisa gila aku karna merindukan dirinya.

"Bwara mr. simple simple"

Dengan malas kuambil ponselku. Ada sms masuk dari Jeo Rim. JEO RIM??? Seketika mataku membulat.

From : Han Jeo Rim

Annyeong. Jika ada waktu, ajaklah dongsaegmu kerumahku.

Aku tersenyum membaca isi pesanya. Aish, tapi kami masih di Osaka. Gurae, tunggulah 3 hari lagi Jeo Rim ah. Bergegas kuhampiri dongsaengku yang sedang latihan.
"Yaa, kalian tau. Aku sudah menemukan antis itu.", aku berseru pada mereka. Mereka saling berpandangan.
"Sejujurnya hyung, kami juga sudah tau siapa antis itu. Han Jeo Rim kan?", perkataan Shindong membuatku kaget.
"Mwo? Kalian sudah tau? Darimana kalian tau?", kataku shock.
"Tentu saja dari Cinta.", kali ini ganti Hyukkie yang angkat bicara.
"Aish jinja. Aku sudah melarang anak itu bicara. Kenapa dia bicara. Awas saja...."
"Apa? Kau mau memarahi Cinta?", Kyu memotong perkataanku.
"Yaa, dasar kau magnae evil.", kuraih kepalanya, lalu...
'Pletak'
"Joa. Sepulang dari Osaka kita kerumahnya.", kataku kembali.
"Bukan untuk dilempar telur kan.", kata Ryeowook polos.
'Pletak'
Kujitak kepala eternal magnae itu.
"Wah sepertinya akan ada couple baru nih. Setelah Kyu, Yesung hyung, Sungmin dan Hyukkie.", kata Shindong. Semua menahan napas mendengar kata-kata Shindong.
'Pletak' (Tuh kan)
Rasain kau Teddy Bear.

0o0

Eeteuk POV

Kupandangi rumah mungil milik Han Jeo Rim.
'Tok..Tok..Tok'
Kuketuk pintunya. Tak ada sahutan. Aku menoleh pada dongsaengdeulku. Mereka hanya mengangkat bahu. Pelan ku buka pintunya. Ternyata tak terkunci.
"Jeo Rim ah. Anyeong. Kau dimana?", kucoba memanggil penunggu (?) rumah ini. Namun tetap tak ada sahutan. Kami tertegun melihat ruang tamu.
Ruangan itu penuh berbagai makanan kesukaan kami semua.

'Ting ting ting ting ting ting ting ting ting'(anggap aja suara piano)

Uriga mannage doen narul chugboghanun ee bamun
Hanulen dari pyo-igo byoldurun misojijyo
Gudeui misoga jiwojiji anhgil baleyo
Onjena haengbokhan nalduri gyesog doegil bilmyo

Kami berpandangan. Bergegas aku menuju sebuah kamar diikuti dongsaengku. Kami mendapati yeoja yang tengah memainkan jarinya di atas tuts tuts piano. HAN JEO RIM !!! Matanya terlihat sembab. Dia tersenyum. Dia kemudian melanjutkan kembali lagunya dan kami pun mengikutinya.

Honja jisenun bamun na gudega jakku to olla
Gudeyege jonhwarul golo tujongul burinda hedo
Sashil naui maumun guronge anirangol
Algoinayo da algodo morunche hanun gongayo

Himdun iri idahedo gude mogsoril
Jamshirado dudge doendamyon nan da idgo usul su ijyo
Guderul mannal su issodon gon hengunijyo
Gyot-heman issodo usul su ige mandunikkayo
Gudega jo molli issodo chajul su issoyo
Ne-ane gudega misorul jidgo issunikka

Oren shigan hurumyon dathul sudo ijyo
Guron nalduri ondedo byonhaji anhulkeyo

Yagsogheyo hanurare mengse halkeyo
Dalbichare gido halkeyo gudel ulliji anhnundago

Uriga mannage doen narul chugboghanun I bamun
Hanuren dari pyoigo byoldurun misojijyo
Gudeui misoga jiwojiji anhgil bareyo
Onjena hengboghan nalduri gyesok doegil bilmyo

Mon hudnal onjenga jichigo himi dunda hedo
Haengboghago arumdawodon chu-ogul giogheyo
Soroui hwawone midumul shimgo haengbogul piwo
Maume yolsho-eul noege jonhe jul tenikka

Lagu selesai. Dia berdiri. Tiba-tiba saja dia membungkuk pada kami.
"Mianhamnida. Jeongmal mianhamnida. Yesung-sii, Kyuhyun-ssi, Eeteuk-ssi. Jeongmal mianhamnida.", dia terus membungkukkan badannya. Badannya gemetar dan airmatanya terus menetes ke lantai. Kuraih bahunya agar dia bisa berdiri tegak.
"Waeyo Jeo Rim ah. Gwaenchana. Uljimayo.", dia terus menangis. Kami hanya terdiam bingung.
"Park Jung Soo, mianhae. Maaf karena aku menyakitimu.", dia terus terisak. Kupeluk erat Jeo Rim. Ku usap punggungnya agar dia tenang.
"Maafkan aku. Aku tak pernah pantas untuk disebut ELF.", katanya di sela-sela tangisnya.
"Gwaenchana Jeo Rim ah. Kau tetap bagian dari kami.", kataku menenangkan. Kulihat Wookie, Hae, dan Hyuk mulai menangis. Aish bocah itu. Tatapanku terhenti pada sebuah foto berfigura indah. Kulepaskan pelukanku dan kuhampiri foto itu. Aku menatap Jeo Rim.
"Jeo Rim ah apakah ini berarti...", aku menggantung kalimatku.
Jeo Rim tersenyum.
"Ne oppa. Nado saranghae.", katanya. Seakan ada yang meledak dalam hatiku. Kupeluk tubuh Jeo Rim erat. Aku benar-benar bahagia.

0o0

Author POV

Terlihat member Super Junior berkumpul di ruang tamu rumah sederhana bersama seorag yeoja bernama Han Jeo Rim.

'Tok..Tok..Tok'

'Klek'

"Yaa oppa !!! Bagaimana bisa kalian tak mengajak kami !", teriak seorang yeoja muda. 4 orang yeoja masuk ke rumah Jeo Rim. Eeteuk didorong oleh seorang yeoja berkacamata.
"Annyeong haseyo eoni.", serempak empat yeoja itu membungkuk.
"Annyeong haseyo. Nu.. nuguseyo?", Jeo Rim menjawab gugup. Tentu saja. Dia merasa asing dengan kehadiran mereka.
"Annyeong eoni. Naneun Cloudya imnida. Yeojachingu Yesung oppa.", yeoja berdarah Indo itu membungkuk kilat.
"Annyeong eoni. Naneun Choi Hye Mi imnida. Yeojachingu rabbit Lee Sung Min oppa.", yeoja berkacamata itu tersenyum saat selesai membungkuk.
"Annyeong eoni. Naneun Shin Hye Kyung imnida. Yeojachingu monyet Super Junior.", yeoja berpenampilan sederhana itu membungkuk.

'Pletakk'

"Appo", Hye Kyung mengelus kepalanya.
"Yaa, kau itu yeojaku bukan? Kenapa kau sebut namjamu monyet hah?", kata Eunhyuk.
"Habis kau benar-benar mirip monyet oppa -_- ", kata Hye Kyung polos. Serentak semua tergelak.
"Eoni !! Naneun Cinta Kamilia Suryadinata. Jika magnae evil itu menjahilimu, kau tinggal bilang aku.", kata yeoja yang paling muda itu.
"Mwo? Aish, aku kan tidak evil chaggi.", Kyuhyun menatap Cinta melas.
"Apa !! Mau protes.", kata Cinta tajam. Sontak Kyuhyun menunduk.
"Nan naneun naneun...", Jeo Rim terdiam bingung.
"Dia Han Jeo Rim. Yeojachinguku. Perlakukan dia dengan baik arrasseo.", kata Eeteuk seraya merangkul Jeo Rim.
"Yaa kapan aku bilang bahwa aku mau menjadi yeojachingumu?", kata Jeo Rim.
"Jeo Rim ah. Saranghae.", Eeteuk memasang pupy eyesnya yang malah membuat semuanya terpingkal.
Tanpa mereka sadari Siwon telah terlalu banyak minum soju. Dia mabuk.

'Braak'

"Hyung !", semua kaget karena Siwon memukul meja dengan keras.
"Dunia ini kejam. Aku aku akan menikah dan meninggalkan kalian.", kata Siwon. Airmatanya menetes.
"Mwo????"

END

Kyaaaa eotteohke readersdeul. mianhae kalo semakin kesini semakin jelek Q.Q meski begitu tetap di tunggu RCLnya. Tapi ngomong-ngomong itu kenapa ya bang won won. Ikuti di couple series selanjutnya ya :D . karena series selanjutnya akan membahas kehidupan cinta bang samba. Hihihi.
Spesial thanks to readersdeul

Annyeong.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar