5.14.2012

[FF] My Love Just For Cinta/Sequel SJ Couple/KyuCin

Judul        : My Love Just For Cinta (Sequel SJ Couple)
Author     : Santi Aprilliani
Genre      : Rommance, Friendship
Rate        : PG 15
Cast        : Cho Kyuhyun as himself
                 Cinta (oc)
                 All member Super Junior

Annyeong........
Ini adalah FF kedua yang ku post di blog ini... Masih agak berantkan. Tapi sudah ada peningkatan... hehehe...

HAPPY READING, and don't forget to RCL

***************

MY LOVE JUST FOR CINTA

Terik matahari mengguyur badan ke 10 namja yang sejak tadi mondar mandir di bawah naungan pohon besar. Mereka adalah Eeteuk, Kyuhyun, Sungmin, Ryeowook, Yesung, Siwon, Shindong, Heechul, Donghae, dan Eunhyuk.
“Hah, jinja, panas sekali hari ini.”, kata Shindong sambil mengelap keringat di dahinya.

Tiba-tiba seorang cewek menabrak Yesung.
“Yaa, hati-hati donk.”, kata Yesung kesal.
“Oh, sorry. I’m so sorry. Ah save me please? Please, hide me please.”, cewek itu berkata sambil bergegas sembunyi di belakang mereka.
“Yaa apa yang kamu katakan.”, kata Yesung.
“Nugu? Dia orang asing ya?”, Sungmin berkata sambil melihat cewek itu.
Di depan mereka terlihat 5 orang memakai jas. Mereka seperti mencari sesuatu. Beberapa saat mereka pun pergi.
“Thank you very much. Ehm can I follow you?. I lost. Aa my name’s Cinta.”, kata Cinta sambil mengulurkan tangannya.
“Dia ngomong apa ya? Sepertinya dia orang asing, sepertinya namanya. Cinta.”, kata Sungmin.
“Ehm sorry. I don’t know. Sorry.”, Shindong berkata sambil tersenyum kecut.
‘’BRUUKK’’
Tiba-tiba saja Cinta jatuh pingsan. Kontan saja semua kaget.
*******
SM Entertainment
Cinta membuka matanya. Lalu tersenyum.
“I’m so sorry. Can I stay here for a few moment?”, kata Cinta sambil bangun.
“Dia ngomong apaan sih?”, Shindong berkata sambil memandang yang lainnya. “Heechul Hyung, coba bicara padanya”.
“Kenapa aku? Aku kan tidak bisa bahasa Inggris. Di antara kita adakah yang bisa berbahasa inggris?”, Heechul menanggapi pertanyaan Shindong.
“Ckckckck, hahahaha”, tiba-tiba saja Cinta tertawa. Tentu saja itu membuat mereka heran. “Dasar parah, kalian ini sudah besar tapi nggak mengerti bahasa inggris. Untung saja aku bisa mengerti bahasa kalian.”
“Jadi kamu mengerti kami?”, Eeteuk berkata dengan ekspresi kaget.
“Ne. Di dunia ini ada lebih dari 230 negara. Di antaranya aku dapat menguasai 15 bahasa.”, kata Cinta.
“Yaa, kenapa kau ini. Kau ingin kami bingung? Kau ingin mengerjai kami ?”, kata Kyuhyun.
Tiba-tiba saja di depan mereka berdiri 5 orang berjas tadi. Mereka semua membungkuk.
“Nona Cinta, anda sebaiknya jangan pergi tanpa kami tau. Tentu presdir tidak akan senang jika mendengar ini semua. Beliau meminta kami untuk membawa nona pulang.”, kata salah satu dari mereka yang bernama Dimas.
“Hah, kenapa sih pengen jalan-jalan aja gak bisa. Mesti ijin dulu. Dasar Ayah terlalu protektif. Bisakah aku di sini sebentar?”, kata Cinta sebal.
“Maaf nona, saat ini presdir tengah menunggu anda. Beliau sangat khawatir dengan keadaan nona.”, kata Dimas.
“Ya ya, aku mengerti. Ayo pulang.”, Kata Cinta sambil berdiri.
Cinta bergerak melangkah diiringi kelima orang tadi.
“Ehm, Dimas, aku mau kamu cari tau tentang mereka tadi. Yang menolongku tadi. Siapa saja mereka. Mengerti?”, pinta Cinta.
“Baik saya mengerti.”, kata Dimas sambil membungkuk.
*******
Cinta menikmati segelas jus jambu kesukaannya saat Dimas datang. Dimas membungkuk dan Cinta pun mengangguk.
“Nona, saya telah mendapat data-data mereka. Berikut data-datanya.”, Dimas menyerahkan seberkas data pada Cinta. Cinta membaca seluruhnya secara sekilas.
“Jadi mereka adalah anggota salah satu grup yang dinaungi SM Entertainment. Bukankah itu salah satu perusahaan di mana ayahku memiliki saham terbesar?”, kata Cinta sambil beranjak.
“Benar  Nona”, Dimas mengangguk membenarkan.
Cinta pun tersenyum. Beberapa saat kemudian Cinta tertegun. Dia berhenti pada personil yang bernama Kyuhyun.
“Bukankah dia Kyuhyun sunbae? Benarkah?”, Cinta bergumam. Dia ingat masa lalunya. Saat SMA dia ikut pertukaran pelajar di Korea. Dan saat itu dia pernah ditolong oleh seseorang dari maut kecelakaan. Akhirnya yang menolongnya malah mengalami koma sampai beberapa minggu. Dan yang dia tau, yang menolongnya adalah kakak kelasnya, Choi Kyu Hyun.
*******
“…..cause I can’t stop thingking about you girl……”
Suara alunan musik mengiringi kesepuluh cowok menari. Dengan luwesnya, mereka menari. Tiba-tiba saja musik berhenti.
“Yaa kenapa berhenti?”, kata Shindong.
“Apakah kalian harus latihan terus setiap hari?”, kata Cinta yang tiba-tiba saja muncul. Dia tersenyum jahil.
“Bagaimana kau bisa masuk kesini? Kalau kau tidak ada urusan dengan kami, cepat keluar.”, kata Kyuhyun kesal sambil menghidupkan kembali musiknya. Tapi Cinta kembali mematikannya. Dia malah mencabut kabelnya.
“Yaa, kau ingin mati ya? Apakah kamu pikir kamu bisa seenaknya saja?”, bentak Eeteuk yang mulai kesal. Tapi tanpa mengindahkan bentakan Eeteuk, Cinta malah dengan santainya duduk sambil membuka ponselnya.
“Tentu saja aku bisa. Aku bisa melakukan apapun yang kumau. Kalian, SUPER JUNIOR. Eeteuk sebagai leadernya benar kan? Kamu Eeteuk, Shindong, Ryeowook, Siwon, Heechul, Sungmin, Yesung, Eunhyuk, Donghae”, kata Cinta sambil menunjuk mereka satu persatu. “Dan kamu adalah Kyuhyun, benar kan?”, lanjutnya sambil mendekati Kyuhyun. Wajahnya begitu dekat dengan Kyuhyun hingga nafasnya terasa.
“Kenapa kau ini? Apakah kau salah satu fans kami? Tentu saja semua orang tau kami?”, Heechul mulai ikut kesal.
“Hahaha, jinja? Kenapa aku baru tau ya? Sungguh sangat lucu.”, kata Cinta sambil menggaruk kepalanya. Dia duduk kembali sementara yang lainnya berdiri. Tiba-tiba manajer Han masuk.
“Direktur, direktur  Cinta? Anda disini rupanya. Tuan Kim young telah menunggu anda”, kata manajer Han sambil membungkuk.
“Oh begitu, baiklah. Aku akan menemuinya.”, kata Cinta sambil beranjak pergi. Masih beberapa langkah, dia menoleh kembali. “Kapan-kapan nyanyi untukku ya”, lanjutnya sambil mengedipkan mata dan tertawa. Lalu Cinta pun keluar.
“Siapa sih dia?”, kata Siwon yang sejak tadi diam.
“Kalian tidak tahu?”, kata manajer Han kaget.
“Kenapa kami harus tau? Dia bukan artis, jadi kami tidak tau.”, kata Eunhyuk ikut nimbrung.
“Aigo. Jadi kalian benar-benar tidak tau. Baik akan kujelaskan. Cinta Widya Kamilia Suryadinata. Putri dari Handika Suryadinata. Dia punya 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki. Keluarganya memiliki kekayaan nomor  3 di dunia. Ayahnya memiliki 240 cabang perusahaan otomotif yang tersebar di 54 negara. Selain itu juga mempunyai saham terbesar di perusahaan ADIO. Mempunyai peternakan besar di Swiss dan masih banyak lagi. Dan yang paling penting dia adalah salah satu dari pemegang saham terbesar di SM Entertainment. “, jelas manajer Han sambil manggut-manggut.
“Waw, benarkah itu?”, kata Shindong berbinar. “Pasti enak sekali jadi dia. Aku ingin bertukar jiwa dengannya.”
“Yaaaa”
Secara bersamaan semua berteriak.
*******
Cahaya matahari senja mengiringi langkah kesepuluh anggota SUPER JUNIOR. Mereka melangkah diiringi gemuruh teriakan ELF, fans mereka. Tiba-tiba 3 buah limosin hitam berhenti tepat di depan mereka. Pintu mobil terbuka, dan satu orang keluar dari mobil mempersilahkan mereka masuk ke mobil. Dengan ragu-ragu mereka masuk ke mobil. Mereka berdecak kagum saat masuk ke dalam mobil. Terdapat LCD yang menghubungkan dengan ketiga mobil itu. Peralatan yang serba canggih. Semua menjadi bingung apakah mereka salah masuk mobil. Mendadak saja LCD itu menyala.
“Hai, bagaimana menurut kalian? Apa mobil ini kurang besar?”, kata Cinta lewat LCD.
“Jadi ini semua Cinta. Enak banget dia, seenaknya saja melakukan yang dia mau. Apa boleh begitu?”, kata Ryeowook.
“Tentu saja aku bisa. Aku lebih handal dari yang kalian pikir tau. Ehm, Kyuhyun oppa, dinner yuk.”, kata Cinta sambil mengedipkan matanya.
“Mwo? Hah, kau pikir kau bisa?”, kata Kyuhyun dengan kesal.
“Hahaha kenapa enggak, nah sebentar lagi kalian akan sampai di SM, semua turun kecuali Kyuhyun, oke oppa”, kata Cinta sambil mengedipkan mata jahil. Dan LCD pun mati.
Seperti yang dikatakan Cinta, mereka berhenti di depan SM. Semua turun, tapi begitu Kyuhyun turun, dia dipegang dan dipaksa masuk kembali ke dalam mobil. Tentu saja Kyuhyun kalah, karena dia dipegang oleh 3 orang. Akhirnya dengan terpaksa dia masuk ke dalam mobil.
“Jangan khawatir, dia akan kembali sebelum pukul 08.00.”, Dimas berkata sambil membungkuk pada yang lainnya.
Ketiga mobil itu melaju menuju suatu tempat. Mobil berhenti di sebuah tempat yang gelap. Kyuhyun keluar dan bingung.
“Tempat apa ini. Kenapa gelap sekali.”, belum selesai Kyuhyun bicara, ketiga mobil itu telah pergi. Tentu saja dia sangat kaget. “Yaa, kalian mau kemana?”.
Secara tiba-tiba tempat itu menjadi terang. Tempat itu menjadi sangat indah. Terdapat sebuah danau yang dikelilingi tumbuhan bunga kecil. Sebuah pohon yang cukup besar tumbuh di salah satu tepinya. Sebuah perahu kecil serta dayungnya, tertambat di tepi yang lain. Kyuhyun barjalan menyusuri tempat itu.
“Kau suka?”, kata Cinta tiba-tiba.
“Kenapa kau ini. Selalu seenaknya sendiri. Kenapa kau melakukan ini semua?”, kata Kyuhyun.
“Karena aku suka kamu. Aku ingin kamu menjadi milikku. Dan sayang sekali, dari kecil keinginanku selalu terpenuhi. Dan kali ini kamu harus menjadi milikku. Bagaimana?”, kata Cinta lalu tertawa.
“Jangan harap. Aku tidak bisa kau dapatkan semudah itu. Aku tidak butuh kamu.”, kata Kyuhyun sambil beranjak pergi.
“Kamu tidak bisa kemana-mana. Tempat ini sudah menjadi milik pribadi keluarga kami. Kau tidak akan bisa keluar. Lagipula kau bisa tersesat. Masih berpikir untuk pergi?”, kata Cinta sambil melangkah pelan.
Dengan terpaksa Kyuhyun mengikuti langkah Cinta. Mereka tiba di sebuah tempat yang berada di salah satu tepian danau. Terdapat sebuah meja dan dua kursi. Makanan yang sangat enak tersaji di atasnya. Mereka lalu duduk. Cinta tersenyum, lalu dia menjentikkan jarinya. Seketika muncullah 13 anak kecil. Mereka memakai hanbook dan membawa bunga mawar merah. Mereka berbaris menjadi dua. Dan merekapun mulai menyanyi.
“….twinkle twinkle little star
How I wonder what you are
Up above the sky  so high
Like a diamond in the sky
Twinkle twinkle little star
How I wonder what you are…..” (sorry kalo salah, author gk hapal lagunya)
Lalu mereka menunduk dan berjalan rapi menuju Kyuhyun. Mereka memberikan bunga yang mereka bawa kepadanya, lalu mereka pergi. Kyuhyun tersenyum dan menatap anak kecil itu dengan hangat.
“Kau menyukainya?”, kata Cinta sambil mulai mengambil makanannya.
“Kau sungguh..”, Kyuhyun kembali sebal saat melihat Cinta.
“Sudahlah, makanlah dulu. Setelah itu aku akan membawamu kembali ke dorm.”, kata Cinta sambil tetap makan.
“Aku tidak akan makan. Aku sudah kenyang.”, kata Kyuhyun sambil beranjak berdiri. Dia melangkah menuju pinggir danau. Dia memetik salah satu bunga dan diletakkannya di atas air. Bunga itu berpindah sedikit demi sedikit ke tengah danau.
“Terserah kamu. Tunggu aku selesai makan, dan kita akan pulang.”, kata Cinta tanpa mengindahkan apa yang dilakukan Kyuhyun.
Benar apa yang dikatakan Cinta. Mereka langsung pulang begitu Cinta selesai makan. Mereka berjalan sampai di hadapan mereka terdapat sebuah mobil putih. Cinta mengambil tempat duduknya tepat di tempat mengemudi. Mobil melaju di jalan landai. Dan akhirnya mereka sampai di depan dorm. Tanpa menghiraukan Cinta, Kyuhyun keluar dari mobil. Tempat pertama yang ia tuju adalah hall tempat anggota SuJu biasa berkumpul. Di tangannya terdapat 13 pucuk mawar dari danau tadi. Ia masuk, lalu bengong. Manajer Han serta kesembilan anggota SuJu sedang pesta. Makanan berserakan di sana sini saking banyaknya. Mereka bernyanyi bersama-sama. Saat Kyuhyun masuk semua menyambutnya.
“Kyuhyun. Kerja bagus. Kau bisa dekat dengan orang yang sangat penting. Kau sungguh beruntung. Dia sungguh baik, lihat saja ini semua.”, kata manajer Han lalu tertawa. “Wah bunga mawar dari mana itu?”
“Sudah jangan hiraukan, aku lapar.”, kata Kyuhyun sambil meletakkan mawarnya di meja.
“Aaa jadi kalian menikmati pestanya.”, kata Cinta yang tiba-tiba sudah berada di belakang Kyuhyun.
Semua langsung bediri dan membungkuk mengucapkan terimakasih kecuali Kyuhyun.
“Yaa, apa yang kalian lakukan. Jangan seperti ini. Akulah yang harus mebungkuk. Karena aku lebih muda.”, kata Cinta. Dan dia benar-benar membungkuk. “Almost forget, oppa, lain kali jangan main tinggalin aku gitu aja ya. Oke semua, aku pergi dulu. 07.50, aku ada pertemuan dengan klien pukul 08.05. aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa.”
Tak sampai beberapa langkah, Cinta menoleh.
“Kyuhyun oppa, bukannya kau tadi bilang sudah kenyang? Kenapa sekarang malah makan jatah mereka? Hihihihi”, Cinta tertawa saat dilihatnya wajah Kyuhyun yang memerah.
*******
Hari-hari terus berlalu. Seringkali Cinta datang ke dorm SuJu sambil membawa makanan. Dia juga sering melihat mereka latihan. Tapi sudah seminggu ini Cinta tidak datang.
“Kenapa ya Cinta tidak datang, ini sudah seminggu.”, kata Kyuhyun dengan nada bertanya.
“Memang kenapa? Kamu rindu?”, goda Eeteuk.
“Hyung, kamu bercanda. Tentu saja tidak. Gara-gara dia tidak kesini tidak ada lagi makanan enak. Hehehe”, kata Kyuhyun sambil tersenyum simpul. Masuklah seorang cewek cantik.
“Kyuhyun oppa, ayo latihan bersama. Bukankah sebentar lagi kita akan rekaman lagu untuk ost.”, kata Hyuna.
“Wah aku baru saja akan mengajakmu. Baiklah, ayo.”, Kyuhyun melangkah pergi.
“Hyung, hati-hati dengan cupid ya. Hahahaha”, kata Ryeowook menggoda Kyuhyun. Semua ikut tertawa sementara Hyuna tersipu malu.
*******
Malam hari, saat semua member berkumpul, mereka membicarakan Cinta.
“Kyu, apa sebenarnya yang kau lakukan kepada Cinta? Kenapa dia tidak lagi datang kesini?”, tanya Eunhyuk.
“Benar juga, sudah seminggu lebih dia tidak kemari.”, kata Siwon.
“Yaa, kalian kira Cinta kenapa? Dia sedang pulang ke negaranya.”, kata manajer Han sambil menguyah makanan ringan.
“Dia bukan orang Korea ya?”, tanya Donghae.
“Tentu saja bukan. Lihat saja namanya yang aneh.”, kata Shindong.
“Dia berasal dari Indonesia. Ibunya warga Jepang sedang ayahnya Indonesia.”, jawab manajer Han.
“Dadadada, annyeong”
Cinta berdiri di depan pintu sambil tersenyum jahil.
“Pada ngomongin aku ya? Kok telingaku berdengung?”, kata Cinta . Dia  memegang telinganya.
“Cinta. Kenapa kau kemari? Yeoja mana boleh masuk dorm ini.”, Kyuhyun berkata dengan nada kesal.
“Terserah aku donk. Dorm ini kan milikku. Selamat malam manajer Han.”, sapa Cinta.
“Malam Cinta. Kapan kamu datang? Mau kue? Di dalam kue ini terdapat keju Swiss pilihan. Rasanya sangat enak, cobalah”, balas manajer Han.
“Aku baru saja datang. Trus aku mampir kesini dulu. Hahaha terimakasih  manajer Han, tapi aku bisa mati oleh benda sekecil itu. Sedikit keju cukup untuk membunuhku. Oh iya, hai semuanya, aku pinjam Kyuhyun bentar ya.”, kata Cinta sambil tersenyum.
“Apa maksud kamu? Aku bukan sesuatu yang bisa kamu permainkan.”, kata Kyuhyun sambil beranjak pergi menjauhi Cinta.
“Ayolah Kyuhyun. Kasian Cinta, dia baru saja sampai di Korea. Temanilah dia.”, manajer Han berkata sambil mengedipkan mata.
“Kau gila, shireo.”, kata Kyuhyun kesal.
“Ayo ikut. Kenapa? Kamu pengecut sekali.”, kata Cinta pedas.
“Mwo? Pengecut? Oke oke, ayo.”, kata Kyuhyun seolah tidak mau dibilang pengecut. Cinta tertawa karena rencananya berhasil.
Mereka keluar dari dorm. Cinta menggulung rambutnya dan memakai topinya sehingga rambutnya terlihat pendek. Sedang Kyuhyun memakai penutup kepala untuk menyembunyikan wajahnya. Mereka berdiri di depan 2 buah sepeda berwarna hijau. Cinta menaiki salah satunya. Kyuhyun hanya bengong.
“Apa kau hanya akan berdiri di situ saja?”, kata Cinta.
“Aku? Naik sepeda?”, Kyuhyun berkata kaget.
“Kenapa memang? Kau takut? Hahahha”, Cinta berkata dan bergegas mengayuh sepedanya.
Seolah tidak mau kalah oleh cewek, maka Kyuhyun pun menyusulnya. Mereka bersepeda dalam diam. Hampir setengah jam mereka mengayuh. Peluh yang membasahi tubuh keduanya membuat badan gerah di malam yang dingin itu. Lalu mereka berhenti di sebuah taman bermain anak-anak yang telah sepi. Cinta duduk di salah satu bangkunya dan meneguk airnya.
“Mau?”, tawar Cinta sambil menyodorkan botol minumannya pada Kyuhyun.
Dengan segera diambilnya botol itu, dan Kyuhyun segera minum airnya seakan dia telah dehidrasi akut. Lalu Kyuhyun pun duduk sambil memandang langit.
“Kenapa kau suka sekali melakukan segala hal yang kau inginkan? Kenapa kau selalu mengganggu aku? Kenapa kau terus muncul di hadapanku? Berhentilah membuatku kesal. Tidak semua hal dapat kau beli dengan uang. Kamu ……”, Kyuhyun tertegun.
“Hiks hiks hiks.”, Cinta menunduk sambil terisak.tentu saja hal ini membuat Kyuhyun bingung.
“Apa yang aku lakukan. Apakah aku menyinggungmu? Kenapa kau tiba-tiba menangis?”, Kyuhyun berkata bingung.
“Tidak, kau tidak melakukan apa-apa. Kau memang benar. Harta memang bukan segalanya. Harta tidak pernah membuatku bahagia. Aku selalu iri pada orang disekelilingku. Mereka yang selalu tertawa bersama keluarga mereka. Pada orang yang bisa berjuang untuk cita-citanya. Pada mereka yang masih bisa tersenyum meski mengalami kesulitan. Pada mereka yang selalu bisa merasakan kasih sayang.”, kata Cinta di sela-sela tangisannya.
“Kau ini kenapa? Bukankah kau selalu bahagia? Kau selalu ceria?”, Kyuhyun semakin bingung.
“Tidak sedikitpun. Aku tak pernah bisa bercanda dengan keluargaku. Di pikiran mereka yang ada hanyalah bisnis. Ayahku selalu sibuk, dia selalu pergi ke luar negri untuk mengurus bisnisnya. Kakak pertamaku pun juga begitu. Kakak keduaku telah menjadi dokter yang hebat dan dia selalu tak sempat meluangkan waktunya untukku. Adikku adalah satu-satunya harapanku, tapi ayah juga telah memaksanya untuk belajar mengelola perusahaan.”, isak Cinta dengan tetap menunduk.
Kyuhyun terdiam. Dia bingung harus bicara apa. Tapi dia akhirnya memilih diam.
“Aku tidak butuh semua itu. Keluarga besarku terpecah belah karena harta, keegoisan, keangkuhan, dan status social. Mereka selalu bilang ini untuk masa depanku. Tapi aku tidak mau. Ini hanya akan memperburuk diriku. Mereka selalu tidak mengerti bahwa yang aku inginkan hanya satu, yaitu disayangi secara tulus.”, isak Cinta semakin keras. Dengan ragu Kyuhyun meraih bahu Cinta, mendekapnya dan berharap agar Cinta lekas diam.
“Terkadang  aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku adalah putri tunggal keluarga terpandang. Aku ingin seperti mereka yang masih bisa bermain dan menikmati masa muda mereka. Aku selalu iri pada mereka yang selalu pergi bersama dengan teman-teman mereka. Tidak seperti diriku yang sejak usia belia telah diserahi untuk memimpin beberapa perusahaan. Aku telah memimpin 10 perusahaan di Asia Timur  di usiaku yang masih 21 tahun. Aku ingin seperti mereka.”, Cinta tersedu di dada Kyuhyun.
Kyuhyun tetap diam. Selama selang waktu yang agak lama, mereka hanya terdiam. Diam saja. Tanpa suara.
“Hah, lupakan apa yang aku bicarakan tadi. Aku tidak mau kamu berpikir bahwa aku ini lemah. Ayo kita pulang”, kata Cinta sambil menaiki sepedanya.
“Apakah kau baik-baik saja?”, Kyuhyun berkata dengan sedikit khawatir karena melihat wajah Cinta yang bengkak karena baru saja menangis.
“Tentu saja tidak. Tapi aku masih mempunyai 1 teman yang sangat baik.”, sambil berkata begitu, Cinta menerawang langit.
Setengah jam kemudian mereka kembali ke dorm. Kyuhyun langsung menuju kamarnya sedang Cinta langsung kembali ke rumahnya. Di saat Kyuhyun istirahat karena lelah, dia termenung.
“Dia sungguh membingungkan. Di suatu saat dia bisa menjadi seorang eksekutif dengan aura pebisnis yang sangat kental. Di saat yang lain dia akan menjadi orang yang sangat menyebalkan dengan ekspresi yang sulit ditebak. Dan suatu saat dia akan menjadi wanita cengeng yang menyesali kehidupannya. Dia memang wanita yang sangat aneh.”, kata Kyuhyun dalam hati sambil memandangi foto Cinta yang diam-diam dia simpan di ponselnya.
Kyuhyun tersenyum sendiri saat teringat pertemuan pertama kali mereka. Dia teringat saat berada di danau. Dia kembali tersenyum saat teringat jahilnya Cinta. Tiba-tiba ponselny berbunyi.
“Jangan memikirkanku terus. Nanti kau bisa jatuh cinta padaku.”
Rupanya itu sms dari Cinta.
“Kamu selalu muncul dihadapanku, bagaimana aku tidak memikirkanku.”
Namun kata itu dihapusnya kembali.
“Neo, jullae?”
Dia mengirimkan sms balasannya dan tersenyum kembali.
“Jinja? Besuk pagi temani aku bersepeda lagi ya, aku akan tunjukkan jalan ke danau. Arraseo.”
Sms balasan dari Cinta membuat Kyuhyun ingin tertawa. Lalu dia meletakkan ponselnya dan beranjak tidur.
*******
Kicauan burung serta semilir angin pagi menyambut kedatangan Kyuhyun dan Cinta di danau. Setelah meletakkan sepedanya, Cinta melangkah ke tepi danau, sementara Kyuhyun berjalan mendekati pohon besar yang ada di situ. Dia duduk di bawahnya.
“Kenapa di sini sepi sekali sih?”, kata Kyuhyun sambil memandangi sekelilingnya.
“Kamu tidak lihat pagar pembatas tadi? Hanya orang tertentu yang dapat masuk kesini.”, kata Cinta sambil bermain air.
Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi.
“Hallo, Hyuna a…… sekarang?.... Tidak, aku tidak sibuk. Aku akan sampai di sana dalam waktu 10 menit… oke”, Kyuhyun menutup telfonnya.
Kyuhyun dengan acuh tak acuh meninggalkan Cinta.
“Yaa, kau mau kemana? Berhenti, aku bilang berhenti.”, Cinta berteriak sambil mengejar Kyuhyun yang terus berlalu.
“Ada apa? Aku punya urusan sendiri. Cukup kamu menggangguku.”, kata Kyuhyun sambil memutar sepedanya dan berlalu. Dia mengayuh sepedanya dengan cepat.
“Hah, dasar anak itu.”, Cinta berkata sambil geleng-geleng.
*******
Hari ini adalah tanggal 2 maret. Sejak pagi Cinta tersenyum. Dia terus memandangi cermin di depannya. Mematut-matut dirinya di depan cermin.
“Halo, Dimas, semua telah siap? Baiklah aku akan kesana sekarang.”, Cinta menelpon Dimas disaat menuruni tangga.
“Oppa, datang ke danau sekarang ya”, Cinta menulis sms pada Kyuhyun.
Dia menaiki mobilnya sambil tersenyum pula. Dia langsung menuju danau tempat biasa dia dan Kyuhyun bersepeda bersama. Hari ini adalah hari ulangtahun Kyuhyun. Cinta telah menyiapkan segala sesuatu untuk memberikan kejutan padanya. Dia bahkan telah menyiapkan sesuatu dari masa lalu. Akhirnya setelah sekitar 5 menit perjalanan, sampailah dia di danau.
“Hmm, semua seperti yang kurencanakan. Aduh Minhwan belum datang juga.”, Cinta sekali lagi melihat jam tangannya.
“Siapa bilang aku belum datang.”, kata Minhwan mengagetkan Cinta.
“Minhwan, kukira kau tidak akan datang tepat waktu. Hem, kamu akan ke Inkigayo siang nanti kan? Masih ada waktu sekitar 4 jam. Dia belum datang.”, kata Cinta sambil mendesah.
“Sudah kamu hubungi?”,kata Minhwan sambil ikut duduk.
“Kyuhyun oppa. Datang ke danau sekarang. Kalau tidak kamu mati. Mengerti !!” tulis Cinta dalam sms.
“Sudah berkali-kali aku hubungi, tapi tak ada balasan. Temani aku menunggu dia ya.”, kata Cinta sambil tersenyum.
“Iya Cinta, aku akan temani kamu. Apa sih yang nggak buat kamu? Hehehe”, kata Minhwan sambil tertawa. Keduanya tertawa.
1 jam berlalu. Kyuhyun tak kunjung datang. Cinta pun menelponnya.
“Hallo, datang ke danau sekarang !!”
“Hah, buat apa? Tidak mau”
“Datang sekarang, atau kau mati?”
“Kenapa kau selalu menggangguku? Bahkan disaat seperti ini kau pun menggangangguku. Aku tidak mau”
“Hah, aku akan menunggumu sampai kau datang. Kalau kau tidak datang, awas. Kau akan mati”
“Seenaknya saja kau. Baiklah tunggu aku sampai kau mati dulu. Aku tidak akan kesana”
Tuuut tuuuut tuuut.
 Ponsel Kyuhyun dimatikan.  Cinta mendesah panjang.
“Gimana? Dia akan datang?”, tanya Minhwan penasaran.
“Aku akan menunggunya.”, kata Cinta sambil tertunduk.
“Apakah kau benar-benar menyukainya?”, tanya Minhwan.
Kembali Cinta mendesah panjang.
“Awalnya aku hanyalah ingin membalas kebaikannya di masa lalu. Ingatkah kamu saat dia mengalami kecelakaan saat dia di SMA? Itu semua karna aku. Dia mengalami kritis panjang karna aku. Coba saja dia tidak menyelamatkan aku, tentu dia tak akan mengalami kecelakaan itu dan dia tidak akan kehilangan ibunya.”, Cinta berkata sambil meneteskan airmatanya.
“Apakah ayahmu tau?”, Minhwan iba  melihat Cinta.
“Tidak, dia tidak tau. Dulu begitu Kyuhyun oppa mengalami kecelakaan dan kritis, aku langsung di pindah. Kamu tau kan? Aku selalu menjadi target musuh ayahku. Dia memindahkanku kembali ke Indonesia. Bahkan sebelum aku sempat mengucapkan terimakasih padanya. Saat kembali ke Korea, tanpa sengaja aku bertemu dengan dia lagi. Aku amat senang karna melihat dia sembuh dan seperti sedia kala. Dan aku berniat membalas kebaikannya. Tapi semakin aku mencari tau tentang dia, semakin aku menyukainya. Aku kini merasa telah mulai menyayanginya.”, kata Cinta sambil menerawang.
“Apakah Kyuhyun tau bahwa kamu adalah wanita yang telah dia selamatkan?”, Minhwan terus memandang Cinta.
“Tidak, dia tidak tau. Aku takut jika dia tau, dia akan membenciku. Aku terus merasa bersalah karna diriku penyebab semua penderitaan dirinya.”, Cinta berkata sambil tersenyum pada Minhwan.
Keduanya terdiam lama. 3 jam lebih mereka menunggu. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang.
“Pergilah”, kata Cinta tiba-tiba.
“Kenapa?”, kata Minhwan reflek.
“Bukankah kau ada show di Inkigayo? Pergilah.”, kata Cinta sambil tersenyum.
“Tapi, kamu?”, kata Minhwan.
“Tidak apa-apa. Pergilah, atau aku akan marah”, Cinta berdiri sambil berkacak pinggang.
“Baiklah, aku akan kembali kesini begitu acara sudah selesai. Aku pergi dulu ya.”, kata Minhwan sambil tersenyum. Lalu dia melangkah pergi meninggalkan Cinta.
Cinta memandang kepergian Minhwan, teman baiknya di SMA dulu. Dia memandang gelang jamnya dan mendesah.
2 jam kemudian Minhwan datang. Namun Kyuhyun tak kunjung datang juga. Minhwan melihat Cinta duduk di tepi danau sambil bermain air. Dia terlihat meneteskan airmata. Perlahan Minhwan mendekati Cinta.
“Apakah dia belum datang juga?”, kata Minhwan.
“Aaa Minhwan a, kau sudah datang. Sepertinya dia memang tidak akan datang. Hmm, sebaiknya kita pulang saja. Hari ini aku sudah membatalkan 3 rapat dan 2 meeting dengan klien. Tapi dia tak datang juga. Hahaha”, kata Cinta sambil mengelap matanya.
“Apakah kau menangis?”, Minhwan bertanya khawatir.
“Tidak, ada debu nakal yang masuk ke mataku. Biarlah, ayo pergi. Aku ingin ke SM.”, kata Cinta sambil beranjak berdiri. “Ah kadonya hampir lupa.”
Minhwan kembali memandang Cinta.
“Bukankah aku telah lama disisimu. Tidak bisakah kau melihat orang yang tulus mencintaimu?”, Minhwan bergumam lirih.

----------

SM Entertainment.
Cinta melangkah pelan dan diikuti oleh Minhwan. Di tangannya tergenggam kado yang dibungkus dengan kertas berwarna hijau cerah.
“Permisi, apa kalian melihat Kyuhyun?”, kata Cinta pada salah satu orang yang lewat.
“Di ruang latihan.”, jawab orang itu sambil berlalu.
“Terimakasih. Minhwan a, kamu ikut?”, kata Cinta sambil berpaling pada Minhwan.
“Tentu saja. Bukankah aku telah di sini.”, kata Minhwan dengan tersenyum.
Mereka melangkah menuju ruang latihan. Saat Cinta membuka pintu dan melongok ke dalam, dia tertegun. Di dalam ruang latihan terlihat Kyuhyun bersama Hyuna sedang bercanda dengan asyiknya. Hampir saja Cinta masuk ketika tiba-tiba Kyuhyun memeluk Hyuna.
“Hyuna, terimakasih ya. Hari ini kamu telah membuatku tertawa. Tidak sia-sia ulangtahunku hari ini. Hyungku telah mengucapkannya. Tahun ini kamu adalah cewek yang pertama kali mengucapkannya padaku.”, Kyuhyun berkata dengan serius.
“Benarkah? Hahaha lucu sekali. Iya, apakah kau mulai merasakan kemistri lagu yang akan kita nyanyikan?”, kata Hyuna.
“Sepertinya begitu. Kita harus lebih serius.”, kata Kyuhyun.
Cinta terdiam melihat mereka. Ditutupnya kembali pintunya. Dia berbalik dan mendapati Minhwan di belakangnya.
“Hahaha, dia selalu merasa sebal di depanku. Tapi dia selalu tertawa bersama Hyuna. Mungkin memang aku tak seharusnya terus mengejarnya. Ehm, ini untuk kamu saja. Aku mau pulang, sebentar lagi akan ada meeting dengan klienku.”, Cinta menyerahkan kado itu pada Minhwan dan dia pun berlalu.
“Cinta, gwaenchanayo? Apakah kamu ingin bertemu Kyuhyun? Aku bisa memanggilnya.”, Minhwan berkata sambil melangkah di belakang Cinta.
“Tidak, jangan ganggu dia. Biarkan mereka. Mungkin memang aku tak seharusnya di sini. Sudah aku mau pergi dulu.”, kata Cinta saat hendak masuk ke mobil. Di dalam mobil Cinta meneteskan airmata dan bergumam. “Apakah kau tak bisa memberiku kesempatan sekali saja untuk menebus rasa  bersalahku?”
Sementara itu Minhwan berdiri terpaku melihat kepergian Cinta. Dia sangat kesal dengan sikap Kyuhyun. Dia melangkah masuk kembali ke SM. Dia menuju tempat yang tadi ditinggalkan oleh Cinta. Namun ketika dibuka pintunya, terlihat ruangan itu telah kosong. Akhirnya dia memutuskan ke dorm SuJu. Dibukanya pintunya, dan benar saja, Kyuhyun berada di sana bersama member lainnya. Mereka semua menengok ke arah Minhwan. Tanpa minta ijin, dia langsung masuk dan berdiri di depan Kyuhyun yang sedang duduk.
“Kyuhyun a. Kau, kenapa. Ada apa dengan kau ini.”, kata Minhwan menahan emosi.
“Aku? Kau berbicara denganku?”, kata Kyuhyun kaget.
“Apakah ada orang lain selain kamu yang bernama Kyuhyun?”, sahut Minhwan.
“Yaa, kenapa kamu ini? Datang, masuk tanpa ijin dan tiba-tiba saja berbicara kasar padanya. Kau pikir berapa usiamu?”, Shindong berkata sedikit keras.
“Bukankah kamu drummer dari FT Island?”, Heechul ikut nimbrung.
“Maafkan aku. Aku sungguh minta maaf. Aku sedikit emosi.”, kata Minhwan sambil berkali-kali membungkukkan badan
“Sudahlah, sepertinya ada masalah penting. Duduklah.”, sahut Eeteuk bijaksana.
“Duduklah di sini.”, kata Donghae. Dia lalu pindah di samping Sungmin.
“Terimakasih banyak”, kata Minhwan. Sekali lagi dia membungkuk dan duduk di tempat Donghae tadi.
“Kyuhyun-ssi. kenapa kau tidak datang?”, kata Minhwan memulai pembicaraannya.
“Datang? Datang kemana? Kamu tidak salah? Kita saja tidak terlalu kenal, apakah kita pernah membuat janji?” sahut Kyuhyun bingung.
“Kita memang tidak terlalu kenal. Tapi masing-masing dari kita tentu dekat dengan Cinta. Kenapa kau tidak datang ke danau?”, Minhwan kembali bertanya hal yang sama.
“Deg”
Jantung Kyuhyun mendadak berdetak lebih keras. Dia terdiam.
“Dia menunggumu. Dia menunggumu 7 jam  lebih. Hanya demi ulangtahun kamu, dia membatalkan semua rapat dan acaranya. Dia telah menyiapkan kejutan untukmu. Dia juga telah menyiapkan ini.”, kata Minhwan sambil menyodorkan kado yang sejak tadi dibawanya.
Kyuhyun membuka pembungkus kadonya. Dia tertegun. Dia mengeluarkan foto yang di pigura indah. Foto Kyuhyun dan ibunya. Foto ibunya saat memeluk Kyuhyun yang tengah melawan maut. Di situ juga terdapat foto gadis yang memakai seragam SMA.
“Ini. Dia…” Kyuhyun kembali tertegun. Beberapa saat dia mulai menyadari bahwa gadis itu adalah gadis SMA yang dia selamatkan dulu. Dia kaget saat menyadari bahwa gadis itu sangat mirip dengan Cinta. “Dia. Benarkah dia Cinta. Apakah gadis itu benar Cinta?”.
Sebelum sempat berkata lain lagi, sepucuk surat meluncur dari belakang foto tadi.
 
Kyuhyun ah…
Apakah kau sudah melihat foto itu? Apakah kau masih ingat saat kau pernah mengalami masa dimana kau berada di antara hidup dan mati? Ingatkah kau pada gadis yang kau dorong hanya agar dia bisa selamat? Mungkin sekarang kamu sudah menyadari bahwa gadis itu adalah aku. Ya, dia adalah aku.
Kamu tau, dulu kamu sangat bodoh. Buat apa kamu menyelamatkan aku? Kenapa tak kau biarkan aku tertabrak. Karena gara-gara aku, kamu menjadi kehilangan ibu kamu. Hingga kamu koma 2 minggu. Dan kamu melewatkan audisimu. Kamu sangat bodoh. Gara-gara tindakan bodohmu, aku harus menanggung derita karena terus merasa bersalah.terus dikejar perasaan takut.
Maafkan aku jika aku masih mengatakan sekarang. Tapi, aku sungguh minta maaf. Maafkan aku. Maafkan aku. Dan terimakasih karena telah menyelamatkan aku.
Sekali lagi maafkan diriku.
 
With regretful
Cinta

Kyuhyun termenung saat selesai membaca surat tadi.
“Jadi dia adalah gadis yang aku selamatkan dulu.”, kata Kyuhyun memecah kesunyian.
“Benar. Dia memang gadis yang kamu selamatkan. Kamu tau, ayahnyalah yang merekomendasikanmu dalam grup SuJu sebagai rasa terimakasih. Dan kamu masuk. Saat Cinta tak sengaja bertemu denganmu, dia kembali merasa bersalah saat mengetahui bahwa ibu kamu telah meninggal karena shock dengan keadaanmu. Dia merasa sangat bersalah. Dan dia terus mendekati kamu untuk memastikan bahwa kamu akan baik-baik saja. Tapi memang dasar dia jarang sekali berhubungan dengan cowok, sikapnya menjadi kaku. Aku adalah satu-satunya teman cowoknya.”, Minhwan berkata dengan pandangan menerawang jauh.
“Jadi dia mendekatiku bukan karena dia menyukaiku? Tapi karena dia kasihan padaku?”, pertanyaan Kyuhyun begitu menonjok.
“Ya dan Tidak. Memang awalnya itu hanya untuk membalas kebaikan kamu. Tapi akhirnya dia benar-benar menyukaimu. Setiap hari dia selalu berpikir bagaimana hari ini agar kamu bisa tersenyum. Tapi ternyata dia hanya membuatmu kesal.” Minhwan tersenyum kecil.
“Tapi kenapa dia tak memberikan ini langsung kepadaku? Kenapa dia menyuruhmu?”, Kyuhyun mencoba membantah perkataan Minhwan.
“Dia telah kemari, namun dia menemukanmu sedang bercanda dengan Hyuna. Dan dia akhirnya memutuskan untuk tidak menemui kamu.”, Minhwan melihat jam tangannya dan beranjak berdiri. “Aku ada acara di M countdown, aku pergi dulu.”
Semua memandang kepergian Minhwan. Tapi belum sampai 5 langkah, Minhwan menengok.
“Oh iya, di dalamnya masih ada syal yang dia rajut sendiri untuk kamu. Tapi mungkin agak jelek, karena memang dia tak pernah merajut.”, kata Minhwan lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Kyuhyun melihat kembali ke dalam kado tadi. Memang benar ada sebuah syal di situ.
“Hahaha, syal apaan ini?”, kata Sungmin saat melihat syal yang meleyot. Kemudian mereka bergantian mengejek syal itu. Sementara itu Kyuhyun merenung.
*******
Cinta tengah sibuk memilah data yang hendak di tanda tanganinya saat sebuah telpon bordering.
“Ya?”
“Direktur, ada yang ingin bertemu dengan anda.”
“Suruh dia masuk.”
Lalu pintu pun terbuka. Dan Cinta pun kaget saat mengetahui siapa yang datang.
“Annyeong Cinta, ups maksudnya direktur Cinta.”, Ryeowook berkata dan tertawa.
“Hana dul set. Selamat siang direktur. Uri SUPER JUNIOR.”, kata mereka bersama-sama.
“Yaik, apakah kalian tak bisa memelankan suara kalian? Ini adalah ruangan kerjaku. Apa kata pegawaiku nanti. Lagipula ada apa kalian tiba-tiba kemari.”, Cinta beranjak berdiri dan duduk di ruang tamu.
“Wah ruangan kamu besar sekali. Wah bukankah ini seperangkat computer keluaran terbaru?”, Siwon mulai menjelajahi ruang kerja Cinta.
“Kami pikir kamu sangat sibuk, dan sudah berhari-hari tak menemui kami di dorm. Jadi kami kesini saja. Apa kami mengganggu?”, Eeteuk sebagai leader menyampaikan tujuannya.
“Tentu saja tidak.”, Cinta menyembunyikan rasa senangnya.
“Oh iya, ini kami membawa kue manis untuk kamu. Makanlah.”, kata Heechul sambil menyodorkan bungkusan kue yang sejak tadi dipegangnya.
“Benarkah? Wah tau aja kalo aku lapar.”, dengan segera Cinta mengambil kue itu dan memakannya.
“Lagian Kyuhyun merindukan kamu.”, kata Yesung meledek Kyuhyun.
“Yaa, mau mati.”, Kyuhyun mengancam dengan muka memerah. Mereka lalu tertawa.
“Uhuuk Uhhuk”
Tiba-tiba kue yang dipegang Cinta jatuh. Mukanya menjadi sangat merah. Dia terbatuk-batuk sampai sesak napas. Airmatanya mengalir. Badannya gemetar. Semua sangat kaget.
“Cinta, gwaenchana? Cinta?”, Eeteuk menolong dengan nada sangat khawatir.
“Apakah kalian memberiku roti dengan bahan keju?”, Cinta berkata di antara sengal-sengal napasnya.
Mereka lalu mengecek bahan dasarnya.
“Omona, keju. Kue ini memiliki campuran dasar keju. Bagaimana ini.”,Ryeowook hampir menangis saking takutnya.
Mereka merubung Cinta yang tengah terengah-engah.
“Bukankah aku sudah bilang. Aku tidak bisa makan keju sedikitpun.”, sahut Cinta. Suaranya menjadi semakin tidak jelas. Diambilnya ponsel yang ada di sakunya. Dan dia memencet nomor yang ada di ponselnya. Tangannya bergetar hebat. Mukanya sangat pucat. Dan napasnya semakin berat.
“Dimas…. Ke ruanganku..” tiba-tiba Cinta pingsan. Badannya basah. Sesaat kemudian pintu terbuka dan Dimas masuk.
“Ada apa direk….”, Dimas sangat terkejut mendapati Cinta pingsan. “Ada apa ini?”.
“Kami benar-benar minta maaf. Kami tidak sengaja memberikan dia roti keju. Kami sangat menyesal.”, Eeteuk berkata dengan gemetar saking takutnya.
“Yaa, kau ingin membunuh direktur? Bantu aku untuk membawanya ke rumah sakit sekarang.”, Dimas berkata dengan kesal sekaligus sangat cemas.
Cinta segera dilarikan ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan Kyuhyun menggenggam tangan Cinta. Dia begitu takut. Entah sudah berapa banyak airmata yang keluar dari matanya. Dia baru merasakan sakit saat Cinta seperti ini.
*******
Hening mewarnai luar ruang VIP. Mereka yang menunggu Cinta memasang muka sedih. Semua begitu merasa bersalah. Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang ada di samping tempat tidur Ciinta. Dia menggenggam tangan Cinta.
“Cinta ah, ireona. Maafkanlah kesalahanku. Aku tak pernah bisa memahamimu. Bukannya kau ini kuat. Jangan buat kami takut begini.”, Kyuhyun berkata sambil tertunduk.
Sementara itu di luar ruangan, Minhwan baru saja datang. Dia berjalan setengah berlari. Dia benar-benar cemas. Dia hendak masuk, tapi dicegah oleh Heechul.
“Jangan masuk, di dalam ada Kyuhyun.”, kata Heechul sambil memegang tangan Minhwan.
“Haish, apa maksudmu? Kalian baru saja berusaha membunuh Cinta. Dan kalian berani mencegahku untuk menemuinya? Aku sangat heran, kenapa Cinta tidak melepaskan Kyuhyun saja. Toh Kyuhyun tak pernah mempedulikan dia. Lepaskan tanganku.”, kata Minhwan tajam, dia sangat marah.
Minhwan masuk ke dalam ruangan dan memegang tangan Kyuhyun.
“Lepaskan tanganmu darinya. Tidakkah kau puas telah menyakitinya? Sekarang kau juga hendak membunuhnya. Dan kau berani muncul di sini. Aku minta kau keluar.”, Minhwan berkata tajam.
Tanpa berkata apa-apa, Kyuhyun bangkit.
“Minhwan a….”, sebuah suara lemah muncul dari bibir Cinta. “Jangan salahkan mereka, aku sudah tidak apa-apa. Jangan kau suruh Kyuhyun pergi.”
“Tapi Cinta?”, Minhwan merasa sangat keberatan.
“Biarkan aku pergi. Toh di sini sudah ada Minhwan. Aku di sini karena aku merasa bersalah karena kamu kritis gara-gara kami. Dan sekarang kamu sudah sadar, maka aku akan pergi. Oke !!”, Kyuhyun dengan sebal pergi meninggalkan Cinta. Cinta menatap kepergian Kyuhyun dengan sedih.
*******
5 hari sudah Cinta dirawat di rumah sakit. Ruangan VIP itu tak pernah sepi dari kunjungan pembesuk. Berbagai buquet bunga terhampar di dalam ruangan, meski telah berungkali dipindah. Orang berjas tak kunjung habis berkunjung. Seperti hari ini.
“Direktur, seperti yang saya katakan tadi. Tempat ini sangat strategis. Selain berada di tepi pantai, wilayah ini juga sangat dekat dengan berbagai tempat hiburan. Tentu hal ini akan sangat menarik para wisatawan mancanegara.”, kata salah seorang di antara mereka.
“Hemm, ya. Bagaimana dengan rencana pembangunannya?”, tanya Cinta dengan serius.
“Jika kita berhasil mendapatkan proyek ini, kita bisa mulai membangun bulan depan. Dan akan diperkirakan selesai dalam waktu 15 bulan. Kita akan menggunakan arsitek dari prancis.”, Jelas orang itu lagi.
“Baik, bagaimana hasil negosiasi dengan tuan Woo Bin? Apakah berjalan lancar?”, kata Cinta sambil membuka berkas yang dibawa orang  tadi.
“Semua berjalan lancar direktur.”, kata orang tersebut.
“Hmmh, ya ya. Apakah aku bisa ikut mendesain tempat yang akan dibangun itu?”, tanya Cinta sedang tangannya sibuk menandatangani berkas tadi.
“Tentu saja bisa direktur.”, jawab orang tersebut. “O iya, apakah direktur sudah melihat Koran hari ini? Terdapat perubahan grafik saham yang drastis.”, lanjutnya sambil menyerahkan Koran kepada Cinta.
Cinta tertegun saat melihat halaman depan Koran tersebut. Di depannya terdapat foto Kyuhyun yang tengah mencium kening Hyuna di salah satu tempat duduk di sebuah restoran. “CINLOK DI TENGAH ‘ALL OF MY LIFE’” adalah judul artikel tersebut. Tiba-tiba Cinta merasa sangat pusing. Wajahnya sangat memerah. Koran yang digenggamnya hampir rusak karena diremas terlalu kuat.
“Direktur, anda baik-baik saja?”, nada cemas keluar dari mulut orang berjas tadi.
“Apakah kamu tau sesuatu tentang ini?”, tangan Cinta menunjuk lembar pertama Koran tersenut.
“Ah, Kyuhyun member SuJu digosipkan tengah menjalin hubungan dengan  Hyuna.  Hari ini hampir semuanya menyiarkan berita tersebut. Saya rasa mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Banyak juga yang bilang begitu. Apakah Direktur berpikiran yang sama.”, jelasnya.
“Hmm, boleh juga. Baiklah cukup sampai di sini saja pertemuan kita. Aku ingin istirahat. O iya, dapatkah kau menyalakan TVnya?”, pinta Cinta.
“Dengan senang hati direktur.”, orang tersebut undur diri setelah menyalakan TV.
Cinta mencari channel yang menyiarkan berita tentang Kyuhyun. Airmata hangat mengalir dari pelupuk matanya. Tiba-tiba pintu terbuka.
“Cinta ah, gwaenchanayo?”, Minhwan menghampiri Cinta yang menangis lirih.
“Minari……”, seperti anak kecil, Cinta menangis keras di bahu Minhwan. Dengan lembut Minhwan mengelus punggung Cinta.
“Sudahlah Cinta, relakan dia.”, Minhwan ingin berkata lebih banyak lagi, tapi dia tak tega melihat Cinta yang sangat sedih. Diraihnya remote yang dipegang Cinta, dan dimatikannya TV itu.
Seperti orang yang kalap, Cinta mencabut infuse yang menempel di tangannya. Didorongnya Minhwan dan dia berlari. Minhwan tidak dapat mencegah kepergian Cinta. Dia bingung dengan apa yang akan dia lakukan. Dia hanya bisa mengikutinya dari belakang. Cinta pergi dengan menaiki taksi. Airmatanya tak mau berhenti meski sudah berkali-kali dihapusnya. Sopir taksi pun sampai bingung dan berusaha membuat lelucon meski garing.
Sampai juga Cinta di SM Entertainment. Penampilannya sama sekali tak mencerminkan bahwa dia adalah seorang direktur. Dia masih memakai baju rumah sakit, wajahnya sangat kusut. Rambutnya sangat berantakan. Semua memandang heran padanya. Dia berlari menuju tempat latihan SuJu. Dan dibukanya pintu tempat latihan itu.
“……Arajugiman hae jwo
I jagun sesang aneso
I jakgo yorin nae gasum anen
Hwanhan segyerul gamsa ana…….”
 
Dengan tiba-tiba Cinta menarik lengan Kyuhyun. Semua kaget dengan hadirnya Cinta yang sangat tiba-tiba.
“Apakah berita itu benar?”, tanya Cinta dengan menatap tajam ke arah Kyuhyun.
“Yaa yaa, kamu bicara tentang apa? Dengan pakaian aneh tiba-tiba kau datang, bagai orang gila”, Kyuhyun menarik lengannya sendiri, tapi tak bisa terlepas dari pegangan Cinta.
“Apakah benar kamu dan Hyuna, kamu dan Hyuna,,…..”, Cinta tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
“Memang kenapa? Itu bukan urusanmu. Terserah aku mau kencan dengan siapapun, kamu tak berhak untuk mencampurinya. Cukup sudah kau mengaturku.”, kata Kyuhyun. Dia melontarkan tangan Cinta yang sejak tadi memegang tangannya.
“Apakah selama ini tak ada artinya untukmu? Apakah aku seburuk itu di matamu? Apakah tak ada ruang untukku di hatimu  walaupun hanya kecil?”, kata Cinta setelah menghela napas panjang.
“Tidak ada !”, Kyuhyun membuang muka saat mengatakan hal tersebut. Cinta menunduk mendengar kata-kata Kyuhyun. Hatinya sangat perih.
“Gurae. Aku akan melepaskanmu. Nan……”, Cinta tak sanggup mengeluarkan kata lagi. Airmata sudah mengambang di pelupuk matanya. Dia menghela napas panjang dan tersenyum. “Gurae, mulai hari ini aku akan menganggap hubungan kita sebatas rekan kerja saja. Selamat tinggal.”
Cinta membalik badannya. Melangkah kecil hingga akhirnya berlari meninggalkan mereka. Perasaannya sangat hancur. Dia sampai tak melihat Minhwan yang menunggunya di luar SM. Pandangannya kabur oleh airmata.
Sementara itu, keheningan tercipta saat Cinta mulai meninggalkan tempat latihan SuJu. Semua menunggu salah satu dari mereka untuk bicara. Semua saling berpandangan. Kyuhyun menunduk.
“Ah sudahlah, mari kita lanjutkan latihan kita.”, kata Kyuhyun berlalu.
“Kyu, kamu baik-baik saja?”, Ryeowook setengah cemas.
“Tentu saja.”, Kyuhyun berkata sambil menghidupkan kembali musiknya.
“Kyuhyun a, apa benar kamu dan Hyuna memiliki hubungan spesial?”, Eeteuk ingin memastikan berita itu juga.
“Apakah hyung juga akan mempercayai berita itu? Tentu saja tidak. Kami hanya rekan kerja.”, Kyuhyun menanggapi pertanyaan Eeteuk tanpa memandangnya.
“Lalu mengapa kamu berkata begitu pada Cinta?”, lanjut Eeteuk.
“Apa kamu benar-benar membenci Cinta?”, Shindong bertanya pada Kyuhyun.
“Hahaha, buat apa aku membencinya? Apa ada alasan untuk membencinya?”, Kyuhyun kini berpaling pada teman yang telah bersama dengannya selama lebih dari 5 tahun itu.
“Kyu, jadi kau menyukainya?”, Yesung ikut nimbrung.
“Tentu saja ti…”, sebelum Kyuhyun sempat menyelesaikan kata-katanya, dia tertegun. Semua tatapan mata mengarah padanya, seakan mengatakan bahwa dirinya sangat bodoh. “Sudahlah, meskipun aku menyukainya, kami tak mungkin bisa bersama. Apa kata orangorang nanti?”.
“Kyu, kenapa kau bodoh sekali? Tadi berkata A sekarang B”, Sungmin berkata dengan sedikit kesal. “Sebenarnya siapa yang kau sukai?”.
“Entahlah. Haruskah kita membahas ini. Marilah kita lanjutkan latihan kita.”, Kyuhyun menarik tangan mereka satu persatu berusaha mengalihkan pembicaraan. Mereka pun melupakan yang baru saja terjadi.
*******
Seminggu berlalu. Cinta duduk dikantornya. Dipandanginya foto Kyuhyun serta dirinya. Foto itu diambil dengan memaksa Kyuhyun untuk berdiri disampingnya. Gaya mereka menjadi aneh. Cinta tersenyum, lalu buru-buru dimasukkannya foto tersebut saat ada suara ketukan pintu.
“Masuk”
Seorang wanita dengan pakaian rapi dan modis masuk ke kantornya. Wanita itu menunduk.
“Direktur, rapat telah siap.”, kata wanita itu.
“Baiklah, aku akan kesana sekarang.”, Cinta beranjak dari tempat duduknya.
Mereka berdua berjalan beriringan menuju sebuah ruangan. Pintu terbuka dan semua berdiri dan membungkuk member hormat. Cinta dengan anggun membalas dengan anggukan.
“Baiklah mari kita mulai rapatnya. Tuan In Woo, bagaiman dengan proyek kita? Apakah sudah berjalan?”, Cinta berkata sementara tangannya membolak balik kertas di hadapannya.
“Sejauh ini masih berjalan lancar. Rencana kita untuk membentuk sebuah grup baru telah mulai berjalan. Minggu ini ada 4 orang yang mulai menjalani training.”, kata In Woo.
“Apakah mereka dari audisi itu?”, Cinta memasang mimik dengan serius.
“Benar. Ini mereka.”, In Woo berkata sambil menunjukkan 4 lembar yang berisi foto beserta data. “Yang ini lee jin ki, kim kibum, kim Jonghyun, dan Choi Minho.”
“Kapan mereka datang.”, Cinta memandang proposal perencanaan pembentukan grup baru tersebut.
“Rabu kemarin mereka datang. Mereka berada di bawah bimbingan manajer Seung.”, lanjut In Woo.
“Hmmh”, Cinta manggut-manggut.
“Baik, ini akan aku pelajari lebih lanjut.”, kata Cinta sambil menutup berkas tadi. “Baik, laporan selanjutnya.”
Dan rapat pun berjalan seperti biasanya.
*******
Cinta memandang langit senja dari balkon apartementnya. Dia telah 2 minggu ini di hongkong. Kuatnya perasaannya untuk melupakan Kyuhyun telah membawanya kesini. Namun hari demi hari, dia malah semakin merindukan Kyuhyun. Dia memandang tiket VIP di tangannya. Itu adalah tiket konser SuJu di hongkong.
Dihirupnya secangkir teh manis, pikirannya melayang. Dia merindukan Kyuhyun. Bergegas dia meninggalkan balkon dan diletakkannya tehnya. Diambilnya tas ransel hitam, dan dipakainya topi warna abu-abu. Rambutnya dikuncir rapi dan dia mengenakan celana panjang. Kini dia menjelma sebagai gadis petualang. Dengan begini tidak banyak yang bisa mengenalinya. Dia masih ingat saat Minhwan bercerita bahwa Kyuhyun pernah bertanya tentang keberadaanya. Dia tersenyum tapi dengan cepat senyumnya pudar saat dia ingat Hyuna. Cinta menghela napas panjang, lalu dia melangkah pergi.
Tidak sampai setengah jam Cinta tiba di tempat konser. Suasana sangat ramai. Cinta hampir tak bisa masuk karena membeludaknya penggemar. Namun setelah berusaha keras akhirnya dia bisa masuk. Karena mendapat tiket VIP, maka dia mendapat tempat duduk di deretan depan.
Sementara itu anggota SuJu tengah berkumpul untuk melakukan persiapan.
“Apakah kau yakin Cinta ada di Hongkong?”, kata Eeteuk saat di make up.
“Minhwanlah yang memberitahuku.”, Kyuhyun menerawang jauh.
“Kyu, jangan lagi bertindak bodoh.”, Shindong berkata sambil sesekali matanya melirik kearah makanan kecil di sampingnya. Kyuhyun terdiam.
Setelah beberapa penyanyi tampil, akhirnya keluarlah SuJu. Cinta terkesiap sejenak. Hampir saja dia berlari menyapa mereka. Namun kakinya seakan menjadi batu.
“Selamat malam semuanya. ELF saranghae.”, mereka berkata bersama-sama.
Suara gemuruh sorak sorai penonton seakan membuat telinga Cinta tuli. Cinta sedikit kaget saat menyadari bahwa Kyuhyun memakai syal setengah jadi pemberiannya.
Segera saja mereka melantunkan beberapa lagu. Semua seakan terhipnotis saat SuJu menyanyi. Cinta yang melihatnya geleng-geleng. Dia malah ingin konser ini cepat berakhir. Dia ingin dengan segera menemui mereka.
“Apakah kalian puas?”, Eeteuk berkata yang disambut gemuruh teriakan ELF.
“Hari ini kami membawa banyak kasih sayang untuk kalian.”, kata-kata Eunhyuk membuat suasana semakin menggema.
“Untuk salah satu ELF yang kami kenal. Janganlah pergi tanpa berkata apapun pada kami.”, Heechul berkata sambil matanya terus menari mencari sosok Cinta, tapi nihil.
“Cin, aku tau kamu di sini. Apakah kau masih bisa menjadi penggemar dari orang bodoh ini?”, Kyuhyun berkata dengan serius. Matanya tak berhenti memelototi penonton. “Baiklah, ELF kalian siap dengan lagu terakhir kami? Lagu ini special untuk orang yang selalu mengusik kehidupan kami.”
Lalu melantunlah lagu “U”. Cinta hampir saja meneteskan airmatanya. Lalu buru-buru dihapusnya sebelum airmata itu sempat jatuh. Lalu bergegas Cinta berdiri. Dia melangkah meninggalkan tempat duduknya. Langkah kakinya mengarah di belakang panggung. Sempat beberapa security mencegahnya masuk, lalu dia menunjukkan kartu namanya. Lalu mereka membungkuk dan membiarkan Cinta lewat. Dia mencari tempat SuJu. Dan ketemu. Dia memasuki ruangan tersebut. Di dalam terdapat dua orang pekerja. Mereka sedikit kaget melihat Cinta masuk tanpa permisi.
“Ehm, bisakah kalian meninggalkan tempat ini sampai aku memanggil kalian kembali.”, kata Cinta. Dia lalu melepas topinya.
Saat mengetahui bahwa orang tersebut adalah Cinta, mereka berdua membungkuk dan berlalu. Cinta melepas ranselnya dan memakai lagi topinya. Diambilnya botol air mineral yang ada di ranselnya. Saat dia meneguk air tersebut, tepat saat anggota SuJu masuk.
Tentu saja mereka kaget karena terdapat cewek yang masuk ke ruangan mereka tanpa ijin.
“A.. kalian sudah selesai.”, Cinta meletakkan botolnya, badannya membelakangi mereka.
“Kau siapa? Kenapa ada di sini.”, Eeteuk sebagai leader sedikit was-was.
“Hmmh, bahkan kalian pun tak mengenaliku. Jadi begini ya saat kalian di panggung. Banyak banget cewek yang berteriak seperti orang gila hanya karena  melihat kalian. Bising sekali di sana tadi. Aku sampai pusing.”, kali ini Cinta melihat-lihat aksesoris mereka.
“Yaa, kenapa kau ini. Jangan menyentuh barang kami.”, Shindong hampir saja menarik Cinta. Mereka tetap tidak sadar bahwa di hadapannya adalah Cinta.
“Tenang saja, aku tak akan mengambil barang kalian. Owh iya, mana boleh tampil di panggung dengan memakai syal setengah jadi begitu. Memalukan saja.”, Cinta tak berhenti melihat-lihat, kali ini tangannya telah memegang tas kecil milik Kyuhyun. Di keluarkannya barang-barang yang ada di dalamnya. Dia tertegun saat sebuah catatan kecil jatuh dan terbuka. Di situ terdapat foto Cinta. Ya, foto dirinya yang diambil diam-diam oleh Kyuhyun. Kyuhyun yang sebal segera merebut tas miliknya.
“Kau orang gila.”, Kyuhyun berteriak marah.
Namun Cinta tak mengindahkan teriakan Kyuhyun. Dia malah mengambil catatan tersebut dan segera berlari ke sudut ruangan. Kali ini anggota yang lain ikut mendekati Cinta yang disangka orang gila. Namun Cinta dengan santai malah berjalan duduk di sofa. Semua ternganga dengan tingkahnya.
“Siwon a, panggilkan security.”, Eeteuk berbisik kepada Siwon.
“Buat apa? Kalian ini tidak sopan sekali mengatakan aku gila. Kyuhyun oppa, kenapa kau sangat sombong. Sudah jelas kau menyukaiku, kenapa kau masih saja  sombong dengan tidak mengakuinya?”, Cinta beranjak berdiri dan memperlihatkan fotonya yang berada di catatan kecil milik Kyuhyun. Dibukanya topinya, dan semua terperanjat.
“Cinta?”
Serentak mereka berkata.
“Kalian pikir siapa? Seenaknya menganggapku orang gila. Owh iya kalian juga dengan PD nya mengatakan bahwa aku adalah salah satu ELF. Memangnya kapan aku pernah ngomong begitu. Aku ini atasan kalian tau.”, Cinta berjalan mendekati Kyuhyun. “Ayo ikut dulu.”
Cinta menarik tangan Kyuhyun. Yang lainnya hanya melongo melihat kepergian mereka.
Dengan masih memakai baju show, Kyuhyun mengikuti Cinta. Mereka duduk di ruangan tersendiri. Mereka berdua terdiam cukup lama seakan menunggu yang lainnya berbicara terlebih dahulu.
“Kyuhyun a, katakan padaku dengan jujur. Bagaimankah hubungan kita ini? Bagaimana de….”
Belum selesai Cinta berbicara, namun Kyuhyun telah menarik tangannya. Bibir mereka bertemu, mata mereka tertutup lama. Saat selesai berciuman, Cinta menunduk. Kyuhyun mengangkat dagu Cinta.
“Jangan pernah bertanya tentang hubungan  kita lagi ya. Arrasseo. Aku akan mengucapkan sekali saja, jadi dengarkan baik-baik. Nan sarangahe.”, Kyuhyun berkata sambil mendekatkan pandangan matanya.
“Tapi, bisakah kita merahasiakan hubungan kita? Biarlah para member SuJu saja yang tau. Aku tidak mau hubungan kita di ekspos. Suatu saat aku bisa menjadi direktur Cinta atasan kamu, tapi saat kita tinggal berdua, aku akan menjadi Cinta yang begitu menyayangimu.”, kata Cinta berbinar.
Kyuhyun hanya mengangguk. Mata Cinta telah basah oleh airmata. Sekali lagi bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya.
“Oppa, taukah kau arti namaku. Cinta jika diartikan dalam bahasa Korea berarti Sarang.”, kata Cinta sambil bersandar padanya.
“Jinja. Jadi jigeum nan sarangeul sarang. Kenapa jadi aneh begini.”, jawab Kyuhyun.
Mereka tersenyum satu sama lain.


END

Eotteohke eotteohke? jelek ya? mian, ini abal-abal doank. karena cerita sudah end, sekarang saatnya tugas readers untuk kasih RCL... wkwkwk #maksa.com#
untuk RCLnya, jeongmal gamsahamnida... *Deepbow*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar